Redaksi Pewarta.co.id
Minggu, Maret 29, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Demonstrasi No Kings, 8 Juta Warga AS Turun ke Jalan Protes Donald Trump di 50 Negara Bagian |
PEWARTA.CO.ID — Gelombang demonstrasi besar-besaran bertajuk “No Kings” mengguncang Amerika Serikat.
Penyelenggara mengklaim sedikitnya 8 juta orang turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Aksi yang berlangsung pada Sabtu (28/3/2026) waktu setempat ini menjadi salah satu demonstrasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Ribuan titik aksi tersebar di seluruh negeri, mencerminkan meluasnya ketidakpuasan publik terhadap berbagai kebijakan pemerintah.
Skala aksi meluas di seluruh Amerika
Penyelenggara menyebut aksi ini melibatkan jutaan warga di berbagai wilayah, dari kota besar hingga daerah terpencil.
"Setidaknya 8 juta orang berkumpul hari ini di lebih dari 3.300 acara di seluruh 50 negara bagian," kata pihak penyelenggara seperti diberitakan AFP.
Jumlah tersebut disebut meningkat signifikan dibanding aksi serupa sebelumnya pada Oktober 2025, dengan tambahan sekitar satu juta peserta dan 600 titik demonstrasi baru. Sementara itu, pemerintah AS belum merilis angka resmi terkait jumlah massa yang terlibat.
Tersebar dari kota besar hingga wilayah terpencil
Aksi demonstrasi No Kings terjadi secara merata di seluruh penjuru negeri, mulai dari pesisir timur hingga barat. Kota-kota besar seperti New York, Los Angeles, dan Chicago menjadi pusat konsentrasi massa, namun aksi juga meluas hingga komunitas kecil, termasuk di Alaska.
Para peserta membawa berbagai atribut protes, mulai dari spanduk, poster, hingga mengenakan kostum sebagai bentuk ekspresi kritik terhadap pemerintah.
Menariknya, hampir setengah dari aksi berlangsung di wilayah yang dikenal sebagai basis Partai Republik.
Negara bagian seperti Texas, Florida, dan Ohio mencatat lebih dari 100 titik aksi masing-masing, sementara Idaho, Wyoming, dan Utah juga diramaikan puluhan demonstrasi.
Dinamika aksi di berbagai negara bagian
Di Texas, ribuan demonstran memadati area sekitar Balai Kota Dallas. Mereka mendengarkan orasi yang menyoroti kebijakan pemerintah dan menyuarakan ketidakpuasan terhadap arah kepemimpinan nasional.
Sementara itu di Georgia, massa bergerak menuju Jekyll Island dengan membawa bendera Amerika Serikat serta poster berisi kritik terhadap pemerintah.
Di Florida, aksi berlangsung relatif tertib meski sempat terjadi perdebatan antara demonstran dan pendukung Trump di West Palm Beach.
Wakil Wali Kota Boynton Beach, Thomas Turkin, menilai aksi di wilayahnya berjalan antusias dan sebagian besar damai.
Aksi kreatif di pesisir barat
Di wilayah barat, demonstrasi tak kalah meriah. Di Los Angeles, ribuan orang memenuhi pusat kota dengan berbagai atribut unik, termasuk balon raksasa yang menggambarkan Trump sebagai bayi.
Sementara di San Francisco, massa berkumpul di Embarcadero Plaza sambil mengangkat spanduk bertuliskan “No Kings”, menegaskan penolakan terhadap gaya kepemimpinan yang dianggap otoriter.
New York hingga Minnesota ikut bersuara
Di New York, aksi terpusat di Manhattan. Ribuan orang berjalan dari kawasan Midtown sambil meneriakkan slogan dan membawa poster bertema anti-Trump, kebijakan imigrasi, hingga kritik terhadap konflik global. Kehadiran sejumlah figur publik dan influencer turut menambah sorotan terhadap aksi ini.
Di Minnesota, sejumlah tokoh politik turut hadir dalam demonstrasi. Gubernur Tim Walz dan Senator Bernie Sanders terlihat menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah, khususnya terkait isu imigrasi dan kondisi politik nasional.
Serikat pekerja ikut ambil bagian
Aksi ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk serikat pekerja. Mereka memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi sosial dan ekonomi.
Sekretaris Bendahara American Federation of Teachers, Fedrick Ingram, menegaskan bahwa demonstrasi menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk bersuara.
"Amerika pernah melalui masa sulit sebelumnya. Kita pernah punya kebijakan buruk dan politisi yang buruk, tetapi kita selalu bisa bangkit dengan tetap bersatu," ujarnya, seperti diberitakan CNN.
Cerminan ketegangan politik nasional
Besarnya partisipasi dalam aksi No Kings menunjukkan meningkatnya tensi politik di Amerika Serikat.
Demonstrasi ini tidak hanya terjadi di wilayah yang selama ini kritis terhadap pemerintah, tetapi juga merambah basis pendukung Partai Republik.
Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa dinamika politik di AS tengah berada dalam fase yang penuh tekanan, dengan masyarakat semakin aktif menyuarakan pandangan mereka di ruang publik.



















































