Harga BBM Pertamax Cs Berpotensi Turun, Kementerian ESDM Ungkap Alasannya

8 hours ago 13

Harga BBM Pertamax Cs berpotensi turun, Kementerian ESDM ungkap alasan perubahan harga BBM nonsubsidi akibat minyak dunia.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Rabu, Juni 17, 2026

Harga BBM Pertamax Cs Berpotensi Turun, Kementerian ESDM Ungkap Alasannya
Harga BBM Pertamax Cs Berpotensi Turun

PEWARTA.CO.ID — Kabar mengenai kemungkinan turunnya harga BBM Pertamax dan sejumlah bahan bakar nonsubsidi mulai mendapat perhatian publik. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan sinyal bahwa penurunan harga BBM nonsubsidi dapat terjadi seiring dengan melemahnya harga minyak dunia.

Pemerintah menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi sangat berkaitan dengan kondisi pasar minyak global. Ketika harga minyak sebagai bahan baku utama mengalami penurunan, maka peluang adanya penyesuaian harga BBM di dalam negeri juga semakin terbuka.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menyampaikan bahwa harga BBM nonsubsidi mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Pernyataan tersebut disampaikan saat konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026).

"Apakah bisa turun? Pasti. Ketika harga minyak dunia turun sudah bisa dipastikan harga BBM nonsubsidi juga akan turun,” kata Dwi saat konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026).

Harga BBM Nonsubsidi Bergantung Harga Minyak Dunia

Dwi menjelaskan bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebelum terjadi perubahan harga BBM nonsubsidi. Salah satu hal utama yang menjadi perhatian adalah menjaga keseimbangan antara harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat dan keberlangsungan pasokan energi nasional.

Menurutnya, badan usaha penyedia BBM juga harus melakukan penyesuaian ketika terjadi perubahan besar pada harga bahan baku. Hal tersebut dilakukan agar distribusi serta ketersediaan bahan bakar tetap berjalan dengan baik.

“Kalau kita berbicara contoh sederhana nih, bahan bakunya di luar sudah naik, yang dagang enggak bisa menaikkan harga, mau tidak mau kan itu ketersediaan bahan yang dijualnya jadi tidak ada. Jadi ini yang mempertimbangkan,” ujarnya.

Pemerintah selama ini disebut telah berusaha menjaga agar perubahan harga BBM nonsubsidi tidak langsung memberikan tekanan terhadap masyarakat. Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi serta kemampuan daya beli.

Dwi menyebut kebijakan menjaga stabilitas harga BBM tersebut juga berkaitan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga perekonomian nasional.

Pemerintah Berupaya Menjaga Stabilitas Ekonomi

Di tengah dinamika harga minyak dunia, pemerintah melakukan berbagai upaya agar kenaikan harga BBM tidak terjadi secara cepat dan membebani masyarakat.

Dwi mengatakan kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah negara lain di kawasan yang sudah lebih dulu melakukan penyesuaian harga energi.

“Kalau kita bicara negara-negara di kawasan, tetangga, sudah jauh lebih dulu mengalami kenaikan penyesuaian. Tapi kita tahu di April kemarin sesuai arahan Presiden, pemerintah, Pak Presiden masih mencoba untuk menjaga kestabilan ekonomi, menjaga daya beli masyarakat,” ungkap Dwi.

Menurutnya, pemerintah juga telah berdiskusi dengan sejumlah badan usaha, baik perusahaan milik negara maupun swasta, terkait upaya mempertahankan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax.

Namun, perubahan harga minyak dunia yang bergerak dinamis membuat pelaku usaha pada akhirnya perlu melakukan penyesuaian terhadap harga keekonomian.

“Makanya sempat ada diskusi dengan badan usaha baik itu BUMN ataupun badan usaha swasta untuk mempertahankan harga BBM non-subsidi dalam hal ini Pertamax. Tapi seiring berjalannya waktu, fluktuasi harga yang semakin dinamis, ini para pelaku usaha mau tidak mau harus menyesuaikan dengan harga keekonomiannya,” jelas dia.

Harga Minyak Dunia Mulai Melemah

Sinyal kemungkinan turunnya harga BBM Pertamax Cs juga berkaitan dengan pergerakan harga minyak dunia yang mengalami penurunan.

Berdasarkan catatan perdagangan terbaru, minyak mentah jenis Brent tercatat turun sebesar USD4,21 atau sekitar 5,1 persen menjadi USD78,96 per barel.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat juga mengalami pelemahan sebesar USD4,70 atau 5,8 persen menjadi USD76,05 per barel pada perdagangan Selasa.

Penurunan harga minyak global tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi harga BBM nonsubsidi di Indonesia. Meski demikian, keputusan akhir tetap mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kondisi pasar dan kebutuhan menjaga pasokan energi nasional.

Dengan adanya perubahan harga minyak dunia, masyarakat kini menantikan apakah penurunan harga BBM Pertamax dan jenis BBM nonsubsidi lainnya benar-benar akan terealisasi dalam waktu dekat.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |