HUT ke-499, Jakarta masuk 100 Kota Terbaik Dunia 2026 dengan posisi tinggi, mengalahkan Washington DC berkat daya tarik, ekonomi, dan transportasi.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Selasa, Juni 23, 2026
![]() |
| HUT ke-499, Jakarta Tembus 100 Kota Terbaik Dunia 2026 Kalahkan Washington DC |
PEWARTA.CO.ID — Menjelang peringatan HUT ke-499, Jakarta kembali mencatat prestasi di tingkat global. Ibu Kota Indonesia masuk dalam daftar 100 Kota Terbaik Dunia 2026 versi Resonance Consultancy dan berhasil menempati peringkat ke-53.
Posisi tersebut membuat Jakarta berada di atas sejumlah kota besar dunia seperti Washington, D.C., Abu Dhabi, Busan, hingga Delhi. Capaian ini menjadi sorotan karena Jakarta dinilai terus berkembang sebagai salah satu kawasan metropolitan utama dunia.
Daftar tersebut merupakan bagian dari laporan World’s Best Cities 2026 yang melakukan penilaian terhadap kota-kota metropolitan dengan populasi lebih dari satu juta penduduk. Penilaian dilakukan berdasarkan berbagai aspek, mulai dari kualitas hidup, daya tarik kota, hingga kekuatan ekonomi.
Jakarta terus bertransformasi sebagai kota global
Dalam laporan Resonance Consultancy, Jakarta disebut sebagai salah satu kota metropolitan terbesar di dunia yang mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Meski masih menghadapi sejumlah tantangan perkotaan seperti persoalan lingkungan dan kepadatan penduduk, Jakarta dinilai tetap mampu mempertahankan perannya sebagai pusat aktivitas ekonomi sekaligus kota dengan perkembangan urban yang semakin menarik.
Pertumbuhan berbagai sektor membuat Jakarta tidak hanya dikenal sebagai pusat bisnis, tetapi juga menjadi destinasi perkotaan dengan beragam pilihan hiburan, wisata, dan aktivitas masyarakat.
Salah satu faktor yang membuat Jakarta mendapat perhatian adalah kategori lovability atau tingkat daya tarik kota. Pada aspek tersebut, Jakarta mampu berada di posisi ke-28 dunia, lebih tinggi dibandingkan peringkat keseluruhannya dalam daftar kota terbaik.
Daya tarik wisata dan hiburan jadi kekuatan Jakarta
Resonance menilai Jakarta memiliki berbagai elemen yang memperkuat citra sebagai kota yang menarik untuk dikunjungi maupun ditinggali.
Keberadaan destinasi wisata keluarga, pusat hiburan, kawasan perbelanjaan, hingga ruang kota yang semakin tertata menjadi faktor pendukung dalam penilaian tersebut.
Beberapa kawasan yang mendapatkan perhatian antara lain Kota Tua Jakarta yang telah mengalami revitalisasi, area rooftop di kawasan bisnis SCBD, serta kawasan pesisir Pantai Indah Kapuk.
Beragam fasilitas tersebut membuat Jakarta mampu masuk dalam jajaran 10 besar dunia untuk kategori atraksi yang ramah keluarga dan destinasi belanja.
Hal ini menunjukkan perubahan wajah Jakarta yang tidak hanya mengandalkan sektor ekonomi, tetapi juga memperkuat sisi pariwisata dan pengalaman perkotaan bagi masyarakat maupun wisatawan.
Transportasi publik Jakarta makin terhubung
Selain sektor daya tarik kota, perkembangan sistem transportasi publik juga menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan.
Resonance Consultancy melihat pembangunan dan pengembangan moda transportasi massal di Jakarta mulai memberikan dampak positif terhadap mobilitas warga.
Sistem transportasi yang semakin terintegrasi dinilai dapat membantu mengurangi salah satu persoalan utama Jakarta, yakni kemacetan lalu lintas.
Kehadiran LRT Jabodebek yang terhubung dengan moda transportasi lainnya menjadi salah satu perkembangan penting dalam meningkatkan akses perjalanan masyarakat.
Selain itu, proyek pembangunan fase kedua MRT Jakarta yang menghubungkan kawasan pusat kota hingga Kota Tua diproyeksikan semakin memperkuat konektivitas antarwilayah di Jakarta.
Layanan kereta bandara menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga menjadi bagian dari keunggulan transportasi Jakarta. Akses tersebut dinilai memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan perjalanan dari dan menuju kawasan ibu kota.
Dengan berbagai perkembangan tersebut, Jakarta menunjukkan transformasi sebagai kota metropolitan yang terus beradaptasi. Masuknya Jakarta dalam daftar 100 Kota Terbaik Dunia 2026 menjadi catatan penting bagi perjalanan kota yang tahun ini memasuki usia ke-499.



















































