MotoGP Mandalika 2026 diharapkan berdampak ke ekonomi NTB, dorong pariwisata, SDM lokal, investasi, dan percepat Mandalika jadi destinasi kelas dunia.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Jumat, Juni 19, 2026
![]() |
| MotoGP Mandalika 2026 Diharapkan Berdampak ke Ekonomi, NTB Menuju Destinasi Kelas Dunia |
PEWARTA.CO.ID — Gelaran MotoGP Mandalika 2026 kembali menjadi sorotan karena dinilai tidak hanya menghadirkan ajang balap internasional, tetapi juga membawa pengaruh besar terhadap perekonomian daerah.
Sirkuit Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB) disebut terus berkembang sebagai kawasan strategis yang mampu mendorong pariwisata, investasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Perhelatan balap motor dunia tersebut menjadi salah satu instrumen untuk memperkenalkan Indonesia di mata internasional. Dampak yang muncul dari penyelenggaraan MotoGP disebut mulai dirasakan, terutama dalam pengembangan kawasan Mandalika dan peningkatan kemampuan masyarakat sekitar.
Mandalika butuh proses menuju destinasi kelas dunia
Direktur Utama PT InJourney, Maya Watono, menjelaskan bahwa pembangunan Mandalika sebagai destinasi unggulan tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Menurutnya, kawasan tersebut membutuhkan proses panjang agar mampu sejajar dengan destinasi kelas dunia lainnya.
“Jadi lima tahun tidak terasa kita sampai di sini, tapi mungkin kita butuh lima tahun lagi untuk menjadikan destinasi ini, menjadi destinasi kelas dunia. Dan impact dari MotoGP untuk kawasan Mandalika dan NTB keseluruhan, itu sangat luar biasa,” kata Maya dalam Press Conference dan Launching Ceremony Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dikutip, Jumat (19/6/2026).
Menurut Maya, kehadiran MotoGP memberikan efek positif yang luas bagi Mandalika dan wilayah NTB secara keseluruhan. Selain meningkatkan daya tarik wisata, ajang tersebut juga menjadi pendorong bagi berbagai sektor pendukung.
MotoGP dorong peningkatan SDM lokal NTB
Selain dampak ekonomi, penyelenggaraan MotoGP Mandalika juga memberikan perubahan terhadap kualitas tenaga kerja lokal. Salah satu contoh yang disebut adalah perkembangan para marshal atau petugas lintasan yang bertugas selama balapan berlangsung.
Pada penyelenggaraan perdana MotoGP Mandalika tahun 2022, petugas marshal masih didatangkan oleh pihak penyelenggara internasional, Dorna Sports. Namun, kondisi tersebut berubah karena kini seluruh marshal yang bertugas berasal dari masyarakat NTB.
Maya menyebut perkembangan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat lokal memiliki kemampuan yang dapat terus dikembangkan hingga mampu bersaing secara global.
“Kita mulai mengekspor marshal-marshal kita ke Jepang dan Malaysia. Jadi sebenarnya SDM kita ini sangat luar biasa dan bisa kita tingkatkan tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga ke tingkat internasional,” tutur Maya.
Perubahan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa ajang internasional seperti MotoGP tidak hanya berorientasi pada kompetisi olahraga, tetapi juga membuka peluang peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar lokasi penyelenggaraan.
MotoGP jadi media promosi Indonesia di dunia
Maya juga menilai MotoGP Mandalika menjadi sarana efektif untuk memperkuat citra Indonesia secara global. Menurutnya, ajang tersebut mampu memperkenalkan Mandalika kepada masyarakat dunia melalui tayangan internasional.
Balapan MotoGP diketahui memiliki jangkauan luas karena disaksikan oleh penonton dari berbagai negara. Hal ini membuat Mandalika dan Indonesia semakin dikenal sebagai salah satu destinasi yang memiliki daya tarik olahraga dan pariwisata.
“Sekarang kita tidak hanya memiliki nation branding, tetapi juga nation pride. Dunia mengenal Mandalika dan Indonesia dari gelaran MotoGP, dan sekarang kita punya local heroes yang menjadi kebanggaan bersama,” tuturnya.
Dengan adanya perhatian dunia terhadap MotoGP Mandalika, Indonesia dinilai tidak hanya membangun reputasi sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional, tetapi juga memperkuat rasa bangga masyarakat terhadap potensi daerah.
Sport tourism jadi peluang ekonomi masa depan
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyebut penyelenggaraan MotoGP merupakan bagian dari strategi pengembangan ekonomi melalui sektor sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga.
Menurut Erick, industri olahraga memiliki peluang pertumbuhan besar dan dapat menjadi salah satu sektor ekonomi yang terus berkembang. Ajang olahraga internasional seperti MotoGP menjadi contoh bagaimana olahraga dapat memberikan dampak lebih luas bagi berbagai bidang.
Erick menyebut nilai pasar sport tourism global saat ini berada di angka sekitar USD625 miliar dan diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai USD2,7 triliun dalam beberapa tahun mendatang.
Sementara itu, industri olahraga dunia juga memiliki nilai ekonomi yang sangat besar, yakni lebih dari USD500 miliar dengan tingkat pertumbuhan sekitar 8 persen setiap tahunnya.
Melalui MotoGP Mandalika 2026, pemerintah berharap sektor olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif dapat terus berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat lokal maupun Indonesia secara keseluruhan.



















































