Pemulangan jemaah haji gelombang II dari Madinah dimulai, Kemenhaj pastikan layanan haji optimal hingga kloter terakhir dan proses berjalan lancar.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Rabu, Juni 17, 2026
![]() |
| Pemulangan Jemaah Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, Kemenhaj Pastikan Layanan Tetap Optimal |
PEWARTA.CO.ID — Proses kepulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus berlangsung secara tertib dan terkontrol. Memasuki hari ke-57 operasional haji 1447 Hijriah/2026 Masehi atau hari ke-15 fase pemulangan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mulai memberangkatkan jemaah Gelombang II dari Madinah menuju Tanah Air.
Tahap ini menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian akhir operasional haji tahun ini, di mana pemulangan jemaah mulai difokuskan dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah.
Proses kepulangan berjalan bertahap
Hingga Selasa (16/6/2026), tercatat 253 kelompok terbang (kloter) telah mendarat di berbagai embarkasi di Indonesia. Jumlah tersebut membawa 98.487 jemaah dan 1.010 petugas, sehingga total yang sudah kembali ke Indonesia mencapai 99.497 orang.
Di sisi lain, proses keberangkatan dari Arab Saudi juga masih berlangsung. Sebanyak 261 kloter telah diterbangkan melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dengan total 101.391 jemaah dan 1.042 petugas, atau keseluruhan 102.433 orang.
Gelombang II mulai diberangkatkan dari Madinah
Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa dimulainya penerbangan perdana jemaah Gelombang II dari Madinah menjadi penanda penting memasuki fase akhir operasional haji.
“Hari ini menjadi penanda dimulainya fase kepulangan jemaah Gelombang II dari Madinah menuju Indonesia. Kami memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman, nyaman, dan sehat,” ujar Maria.
Ia menegaskan bahwa pemerintah bersama petugas haji di Daerah Kerja Madinah terus mengoptimalkan berbagai layanan, mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi, layanan kesehatan, hingga operasional di bandara agar proses pemulangan berjalan tanpa kendala.
Pergerakan jemaah menuju Madinah masih berlangsung
Selain proses kepulangan ke Indonesia, pergerakan jemaah dari Makkah ke Madinah juga masih terus dilakukan. Hingga saat ini, sebanyak 157 kloter telah diberangkatkan, terdiri dari 60.242 jemaah dan 628 petugas.
Dengan demikian, total jemaah dan petugas yang sudah tiba di Madinah mencapai 60.870 orang, sebagai bagian dari persiapan sebelum kembali ke Indonesia.
Sementara itu, jemaah haji khusus yang telah pulang ke Tanah Air tercatat sebanyak 15.802 orang, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.
Imbauan jaga dokumen dan kesehatan
Maria juga mengingatkan jemaah yang masih berada di Madinah untuk menjaga dokumen perjalanan, terutama paspor, menjelang jadwal kepulangan.
“Paspor merupakan dokumen utama yang harus dijaga hingga jemaah tiba kembali di Indonesia. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk memastikan dokumen perjalanan tersimpan dengan baik dan tidak tertinggal,” katanya.
Selain itu, jemaah diminta tetap menjaga kondisi fisik selama masa tunggu keberangkatan. Istirahat cukup, asupan makanan bergizi, menjaga hidrasi, serta menghindari aktivitas berat menjadi hal yang ditekankan.
Kemenhaj juga kembali menegaskan larangan membawa air zamzam ke dalam koper bagasi maupun kabin. Air zamzam nantinya akan dibagikan kepada jemaah setelah tiba di Indonesia sesuai mekanisme pemerintah.
“Kepatuhan terhadap ketentuan ini akan membantu memperlancar proses pemeriksaan keamanan penerbangan, menghindari pembongkaran bagasi, serta mempercepat proses keberangkatan di bandara,” jelas Maria.
Pesan kebersamaan dan makna haji
Di tengah proses pemulangan, Kemenhaj mengajak seluruh jemaah untuk terus menjaga solidaritas, terutama kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan mereka yang membutuhkan pendampingan.
Maria menilai nilai kebersamaan yang terbentuk selama ibadah haji perlu terus dijaga hingga kembali ke lingkungan masing-masing di Tanah Air.
“Atas nama Kemenhaj, kami juga mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah kepada seluruh umat Islam, khususnya jemaah haji Indonesia. Semoga momentum tahun baru ini menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan ritual, tetapi juga perjalanan transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kemabruran haji harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui akhlak, kepedulian sosial, serta kontribusi nyata di masyarakat.
“Inilah makna Sukses Peradaban dan Keadaban yang menjadi bagian dari Tri Sukses Kementerian Haji. Ketika nilai-nilai haji tidak berhenti di Tanah Suci, tetapi terus hidup dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” pungkasnya.
Dengan dimulainya pemulangan jemaah haji Gelombang II dari Madinah, operasional haji Indonesia kini memasuki tahap akhir. Pemerintah berharap seluruh proses berjalan lancar hingga kloter terakhir, sehingga seluruh jemaah dapat kembali dengan selamat, sehat, dan meraih predikat haji mabrur.



















































