Profil Otto Toto Sugiri, Bos Data Center yang Dijuluki Bill Gates Indonesia

4 hours ago 10

Profil Otto Toto Sugiri, bos data center yang dijuluki Bill Gates Indonesia, mengulas bisnis, perjalanan karier, dan kiprahnya di industri teknologi.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Minggu, Juni 14, 2026

Profil Otto Toto Sugiri, Bos Data Center yang Dijuluki Bill Gates Indonesia
Profil Otto Toto Sugiri, Bos Data Center yang Dijuluki Bill Gates Indonesia

PEWARTA.CO.ID — Nama Otto Toto Sugiri menjadi sorotan setelah masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Sosok pengusaha teknologi ini dikenal sebagai salah satu tokoh penting di balik perkembangan industri pusat data atau data center di Tanah Air.

Berkat perjalanan panjangnya membangun bisnis teknologi, Otto Toto Sugiri mendapat julukan sebagai Bill Gates Indonesia. Julukan tersebut muncul karena kiprahnya yang besar dalam mengembangkan perusahaan berbasis teknologi informasi dan infrastruktur digital.

Perjalanan Otto Toto Sugiri tidak terjadi secara instan. Sebelum dikenal sebagai pemilik bisnis data center besar, ia lebih dulu melewati berbagai tahap karier, mulai dari dunia perbankan hingga membangun perusahaan perangkat lunak yang menjadi fondasi perjalanan bisnisnya.

Profil Otto Toto Sugiri, pengusaha teknologi di balik industri data center

Otto Toto Sugiri merupakan Presiden Direktur PT DCI Indonesia Tbk atau DCCI. Dalam perusahaan tersebut, ia tercatat memiliki kepemilikan saham sebesar 29,9 persen.

Sejak resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 29 Desember 2020, saham perusahaan tersebut mengalami kenaikan signifikan. Nilainya meningkat dari harga awal Rp420 hingga mencapai Rp39.500.

Bahkan, saham DCII pernah menjadi salah satu saham dengan harga tertinggi di Bursa Efek Indonesia dengan nilai mencapai Rp60.300.

Pria kelahiran 23 September 1953 ini juga dipercaya menjabat sebagai Komisaris Utama PT Indointernet Tbk atau EDGE. Namanya memang sudah lama dikenal dalam ekosistem teknologi dan internet, khususnya sektor pusat data.

Ketertarikannya pada dunia teknologi memiliki hubungan erat dengan latar belakang pendidikan yang ditempuhnya. Otto Toto Sugiri pernah belajar Computer Engineering di Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule (RWTH) Aachen German University pada 1980.

Pendidikan tersebut menjadi salah satu bekal penting yang kemudian membentuk perjalanan kariernya di industri teknologi informasi.

Mengawali karier dari dunia perbankan

Sebelum membangun bisnis sendiri, Otto Toto Sugiri memulai perjalanan profesionalnya sebagai IT General Manager di Bank Bali.

Saat bekerja di sana, ia bersama tim memiliki tanggung jawab mengembangkan perangkat lunak untuk mendukung proses komputerisasi perbankan.

Langkah tersebut dilakukan agar Bank Bali dapat menjadi salah satu institusi perbankan yang lebih maju dalam penerapan teknologi.

Pengalaman di sektor perbankan menjadi titik awal bagi Otto untuk memahami kebutuhan industri terhadap sistem teknologi yang lebih modern dan efisien.

Dari pengalaman tersebut, ia kemudian melihat peluang besar dalam bisnis perangkat lunak.

Mendirikan perusahaan perangkat lunak

Pada 1989, Otto Toto Sugiri mendirikan PT Sigma Cipta Caraka. Dalam perusahaan tersebut, ia menjabat sebagai direktur hingga 2010.

Perusahaan ini kemudian berkembang menjadi bagian dari Sigma Group yang bergerak menyediakan layanan perangkat lunak untuk berbagai bank nasional.

Saat awal berdiri, Sigma dibangun bersama lima mantan rekan kerja Otto dari Bank Bali. Pada awalnya, tujuan perusahaan cukup sederhana, yakni membantu memenuhi kebutuhan perangkat lunak bagi sekitar 10 bank.

Namun, perkembangan bisnis menunjukkan potensi yang jauh lebih besar. Sigma terus tumbuh dan menjadi salah satu perusahaan teknologi yang diperhitungkan.

Pada 2010, Sigma akhirnya diakuisisi oleh PT Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk melalui TelkomMetra. Setelah proses tersebut, perusahaan kemudian dikenal dengan nama Telkomsigma.

Membangun bisnis pusat data di Indonesia

Nama Otto Toto Sugiri semakin dikenal ketika ia masuk lebih dalam ke bisnis pusat data. Industri ini menjadi salah satu sektor penting seiring meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital.

Melalui PT DCI Indonesia Tbk, Otto ikut membangun layanan data center yang menjadi bagian dari perkembangan ekonomi digital Indonesia.

Perusahaan tersebut dikenal sebagai salah satu pionir dalam menyediakan layanan pusat data dengan standar tinggi di Indonesia.

Selain aktif di DCII dan EDGE, Otto juga dipercaya menduduki berbagai posisi penting di sejumlah perusahaan teknologi dan digital.

Ia tercatat menjadi Komisaris Tokoplas, sebuah marketplace Business-to-Business (B2B) yang bergerak di bidang bijih plastik.

Selain itu, ia juga menjadi Komisaris PT Redkendi yang bergerak sebagai marketplace katering untuk mempertemukan mitra usaha dengan konsumen.

Tidak berhenti di sana, Otto juga terlibat dalam PT Smartfarm Agro Indonesia dan PT Tiga Daya Digital Indonesia yang bergerak di bidang teknologi informasi.

Sosok penting dalam perkembangan cloud dan teknologi

Selain membangun perusahaan besar, Otto Toto Sugiri juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam perkembangan teknologi digital di kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan informasi dari PT Fortress Data Services (FDS), Otto disebut sebagai pendiri organisasi yang menghimpun talenta pengembang perangkat lunak terbesar di Asia Tenggara.

Ia juga mendirikan perusahaan data center Tier 4 pertama di Indonesia yang bekerja sama dengan penyedia layanan data center dan colocation terbesar di dunia pada 2013.

Kontribusinya di bidang teknologi membuat Otto mendapat pengakuan internasional.

Pada Mei 2020, ia masuk dalam daftar Top 50 Pemengaruh (Influencer) Pusat Data dan Cloud di kawasan Asia Pasifik versi Data Economy.

Penghargaan tersebut memperkuat posisinya sebagai salah satu figur penting dalam industri pusat data.

Kecintaannya terhadap dunia teknologi juga mendorongnya untuk terus berbagi pengalaman dan membimbing para pendiri startup teknologi di Indonesia.

Kekayaan Otto Toto Sugiri capai triliunan rupiah

Kesuksesan Otto Toto Sugiri dalam dunia teknologi turut membuat namanya masuk daftar orang terkaya.

Berdasarkan laporan Forbes, kekayaan Otto Toto Sugiri mencapai US$2 miliar atau sekitar Rp30,3 triliun pada 2023.

Angka tersebut menempatkannya di posisi 1.611 orang terkaya di dunia per 9 Juli 2023.

Meski jumlah kekayaannya disebut mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya, kiprahnya dalam membangun industri teknologi Indonesia tetap menjadi sorotan.

Profil Otto Toto Sugiri menjadi gambaran bagaimana industri teknologi, khususnya data center, berkembang menjadi sektor strategis di era digital. Sosoknya pun terus dikenal sebagai salah satu pengusaha teknologi Indonesia yang berpengaruh.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |