Olahraga lari bisa bikin otak lebih cerdas karena mampu meningkatkan memori, neurogenesis, dan fungsi otak. Simak penjelasan ilmiah olahraga lari.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Selasa, Juni 23, 2026
![]() |
| Ilustrasi: Olahraga lari. (Dok. Istimewa) |
PEWARTA.CO.ID — Banyak orang mengenal lari sebagai olahraga sederhana yang bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, di balik aktivitas yang terlihat mudah ini, ternyata tersimpan manfaat besar bagi organ paling penting dalam tubuh, yaitu otak.
Pertanyaan mengenai apakah jogging atau lari pagi benar-benar mampu membuat otak lebih cerdas ternyata bukan sekadar anggapan. Sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa aktivitas berlari dapat memberikan pengaruh positif terhadap struktur maupun kinerja otak, termasuk membantu proses pembentukan sel saraf baru.
Salah satu penelitian berjudul "Running Changes the Brain: the Long and the Short of It" yang diterbitkan dalam jurnal Physiology pada 2017 mengulas secara mendalam hubungan antara aktivitas lari dan perubahan pada otak.
Penelitian tersebut dilakukan oleh ilmuwan Carmen Vivar dan Henriette van Praag dari Amerika Serikat serta Meksiko. Riset ini menjelaskan bagaimana olahraga lari mampu memengaruhi berbagai proses biologis di dalam otak.
Lari dan peran hipokampus dalam membentuk memori
Di dalam otak terdapat bagian bernama hipokampus yang memiliki peranan penting dalam proses mengingat dan mempelajari informasi baru. Bagian ini menjadi salah satu pusat utama yang berkaitan dengan kemampuan memori.
Sebelumnya, banyak anggapan bahwa manusia tidak dapat menghasilkan sel otak baru setelah memasuki usia dewasa. Namun, penelitian menunjukkan bahwa proses pembentukan sel saraf baru atau neurogenesis tetap dapat terjadi.
Dalam penelitian terhadap hewan mamalia yang memiliki struktur otak menyerupai manusia, aktivitas berlari terbukti mampu meningkatkan jumlah neuron baru, terutama pada bagian hipokampus.
Menariknya, peningkatan tersebut tidak hanya ditemukan pada aktivitas olahraga berat. Lari dengan intensitas ringan sekalipun dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan sel otak.
Efek awal lari membantu menjaga kesehatan sel otak
Ketika seseorang mulai rutin melakukan olahraga berlari, tubuh akan mengalami sejumlah perubahan yang berdampak langsung pada otak. Dalam jangka pendek, aktivitas ini membantu meningkatkan sirkulasi darah sekaligus memengaruhi kadar zat kimia tertentu di dalam otak.
Salah satu zat penting yang diproduksi adalah Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF). Senyawa ini berperan seperti pendukung pertumbuhan yang membantu menjaga kesehatan dan perkembangan sel-sel otak.
BDNF membantu neuron agar tetap bertahan, berkembang, dan memiliki kemampuan lebih baik dalam membentuk hubungan antarjaringan otak.
Selain itu, pada tahap awal pertumbuhan sel otak baru, zat bernama GABA yang biasanya dikenal sebagai senyawa penenang aktivitas otak ternyata memiliki peran berbeda. Pada fase tersebut, GABA membantu memberikan sinyal yang mendukung perkembangan sel saraf baru.
Rutin lari berpotensi tingkatkan daya ingat
Sel-sel otak baru yang terbentuk setelah aktivitas lari tidak langsung bekerja maksimal. Mereka membutuhkan waktu untuk berkembang, membangun cabang saraf, hingga terhubung dengan jaringan otak yang sudah ada.
Dalam proses tersebut, zat lain seperti glutamat membantu memperkuat koneksi antar sel saraf. Ketika hubungan ini semakin baik, fungsi otak juga dapat mengalami peningkatan.
Dampak jangka panjang dari kebiasaan berolahraga lari salah satunya terlihat pada kemampuan mengingat dan belajar. Otak menjadi lebih efektif dalam mengolah informasi serta membedakan pengalaman yang memiliki kemiripan.
Kemampuan tersebut membuat seseorang lebih mudah mengenali perbedaan antara kejadian yang hampir sama, sehingga risiko mengalami kebingungan dalam mengingat sesuatu dapat berkurang.
Lari bisa membantu perlambat penuaan otak
Selain meningkatkan kemampuan kognitif, olahraga lari juga disebut memiliki manfaat dalam menjaga kondisi otak seiring bertambahnya usia.
Aktivitas fisik ini membantu mempertahankan volume jaringan otak sehingga fungsi otak tetap terjaga lebih lama. Efek positif tersebut juga ditemukan pada laki-laki maupun perempuan.
Dengan demikian, manfaat lari ternyata tidak hanya berkaitan dengan pembakaran kalori, peningkatan stamina, atau kesehatan jantung. Aktivitas sederhana ini juga dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kemampuan berpikir dan daya ingat.
Setiap langkah saat berlari bukan hanya membawa tubuh menjadi lebih bugar, tetapi juga berpotensi mendukung terciptanya sel-sel otak baru yang membantu menjaga kemampuan memori dan pembelajaran.



















































