Suasana Haru Warnai Kepulangan Jemaah Haji Gelombang Kedua di Madinah, Rindu Keluarga dan Sedih Tinggalkan Tanah Suci

4 hours ago 3

Haru, Kepulangan Jemaah Haji Gelombang Kedua di Madinah saat Rindu Keluarga bercampur sedih meninggalkan Tanah Suci, disertai apresiasi pelayanan.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Minggu, Juni 21, 2026

Suasana Haru Warnai Kepulangan Jemaah Haji Gelombang Kedua di Madinah, Rindu Keluarga dan Sedih Tinggalkan Tanah Suci
Suasana Haru Warnai Kepulangan Jemaah Haji Gelombang Kedua di Madinah, Rindu Keluarga dan Sedih Tinggalkan Tanah Suci

PEWARTA.CO.ID — Suasana penuh haru menyelimuti proses kepulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang mulai kembali ke Tanah Air secara bertahap. Kepulangan ini dilakukan melalui Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz Madinah pada Kamis, 18 Juni 2026.

Kepulangan bertahap dari Tanah Suci

Rombongan jemaah haji gelombang kedua mulai diberangkatkan pulang secara berkala setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci. Momen kepulangan ini menjadi fase yang penuh emosi, karena para jemaah harus meninggalkan tempat yang selama ini menjadi tujuan ibadah mereka.

Di tengah perjalanan pulang, banyak jemaah mengaku perasaan mereka bercampur aduk. Di satu sisi, mereka merindukan keluarga di kampung halaman, namun di sisi lain merasa berat meninggalkan kesucian Tanah Haram yang telah menjadi saksi ibadah mereka.

Pelayanan petugas haji tuai apresiasi

Kelancaran ibadah para jemaah tidak lepas dari dukungan pelayanan petugas haji yang siaga di berbagai titik lokasi ibadah. Kehadiran mereka dinilai sangat membantu, terutama dalam memastikan kebutuhan jemaah terpenuhi selama berada di Tanah Suci.

Jemaah kelompok terbang KJT 21, Jalal, turut menyampaikan apresiasinya terhadap pelayanan yang diberikan petugas.

"Layanan bus gratis dan menu makanan sangat sesuai dengan lidah kami," ujarnya.

Ia juga menceritakan pengalaman saat kehilangan alas kaki di area masjid, yang langsung ditangani oleh petugas dengan memberikan sandal jepit karena kondisi lantai yang sangat panas.

Pengalaman positif juga dirasakan jemaah lain, Ishak, yang menilai pelayanan tahun ini jauh lebih baik dibandingkan saat ia berhaji pada 2012.

"Petugas sigap membantu mengarahkan rute dan mengurus koper jemaah," katanya. "Bahkan jemaah lanjut usia banyak yang digendong oleh petugas," katanya, menegaskan.

Seluruh jemaah mengaku bersyukur dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan tenang selama berada di Tanah Suci. Kini, mereka bersiap kembali ke tanah air untuk berkumpul kembali bersama keluarga tercinta setelah perjalanan spiritual yang penuh makna tersebut.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |