Video rok hijau viral di TikTok dan X ramai dicari warganet, namun link palsu video viral tersebut mengancam data pribadi pengguna internet.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Sabtu, Juni 20, 2026
![]() |
| Video Rok Hijau Viral di TikTok dan X, Waspada Link Palsu yang Mengincar Data Pribadi |
PEWARTA.CO.ID — Fenomena video rok hijau viral di TikTok dan X tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam beberapa hari terakhir, kata kunci tersebut ramai dicari oleh pengguna internet yang penasaran dengan konten yang beredar.
Video dengan durasi sekitar 3 menit itu menyebar luas melalui berbagai akun anonim hingga grup percakapan di sejumlah platform digital. Namun di balik ramainya perhatian publik, muncul persoalan lain yang perlu diwaspadai, yakni penyebaran link palsu yang memanfaatkan tren viral tersebut.
Banyak akun tidak dikenal mulai membagikan tautan yang mengklaim menyediakan akses ke video lengkap tanpa sensor. Padahal, tautan semacam itu diduga kuat menjadi modus untuk menjebak pengguna agar membuka situs berbahaya.
Link palsu manfaatkan rasa penasaran warganet
Meningkatnya pencarian terkait video rok hijau viral membuat sejumlah pihak tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi tersebut. Mereka mencoba menarik perhatian pengguna dengan iming-iming akses terhadap konten yang sedang ramai dibicarakan.
Pola seperti ini sering terjadi ketika sebuah isu atau konten tertentu mendadak populer di media sosial. Pelaku biasanya menggunakan judul yang provokatif agar pengguna tergoda mengklik tautan yang disebarkan.
Alih-alih mendapatkan informasi yang dicari, pengguna justru berpotensi diarahkan menuju halaman mencurigakan. Situs tersebut dapat menjadi sarana untuk mencuri informasi pribadi, memasang program berbahaya, atau mengambil alih akun digital.
Ancaman phishing hingga pencurian akun
Tautan palsu yang beredar di tengah tren viral dapat mengarah pada berbagai jenis ancaman siber. Salah satunya adalah phishing, yaitu metode penipuan digital yang dibuat menyerupai halaman resmi untuk mengelabui korban.
Melalui cara tersebut, pelaku dapat berusaha memperoleh data sensitif seperti kata sandi akun, informasi pribadi, hingga akses ke layanan digital tertentu.
Selain itu, beberapa tautan berbahaya juga berpotensi membawa malware atau virus yang dapat mengganggu keamanan perangkat pengguna.
Karena itu, pengguna media sosial disarankan untuk tidak sembarangan membuka link yang muncul di kolom komentar maupun pesan pribadi, terutama jika berasal dari akun yang tidak dikenal.
Waspada sebelum membuka tautan viral
Penyebaran link mencurigakan terkait video viral dapat ditemukan di berbagai platform, mulai dari TikTok, X, Telegram, hingga Facebook.
Masyarakat diminta lebih teliti dalam memeriksa sumber informasi sebelum melakukan klik. Jangan mudah percaya terhadap unggahan yang menjanjikan akses eksklusif terhadap sebuah konten populer.
Selain memerhatikan keamanan digital, pengguna internet juga perlu memahami risiko lain apabila ikut menyebarkan ulang konten yang belum jelas asal-usulnya.
Konten sensitif yang disebarluaskan tanpa pertimbangan dapat menimbulkan persoalan hukum, termasuk berkaitan dengan aturan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Literasi digital jadi kunci di era media sosial
Kasus video rok hijau viral kembali menjadi alarm pentting bagi semua pihak, bahwa perkembangan media sosial juga membawa tantangan baru bagi pengguna internet.
Kecepatan penyebaran informasi sering membuat masyarakat sulit membedakan antara konten asli, informasi palsu, dan modus penipuan digital.
Di tengah arus informasi yang semakin cepat, kemampuan menyaring konten menjadi hal penting. Pengguna internet perlu lebih bijak sebelum membagikan atau mempercayai sesuatu yang sedang ramai diperbincangkan.
Keamanan akun serta perlindungan data pribadi menjadi hal yang jauh lebih penting dibanding sekadar mengikuti rasa penasaran terhadap tren viral yang hanya berlangsung sementara.



















































