9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Dibebaskan Israel, Kini Dirawat di Turki dan Segera Pulang ke Indonesia

13 hours ago 11

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Sabtu, Mei 23, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Dibebaskan Israel, Kini Dirawat di Turki dan Segera Pulang ke Indonesia
9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Dibebaskan Israel, Kini Dirawat di Turki dan Segera Pulang ke Indonesia

PEWARTA.CO.ID — Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan kemanusiaan yang sebelumnya ditahan usai pencegatan armada Global Sumud Flotilla 2.0 oleh Israel dipastikan segera kembali ke Indonesia.

Saat ini, seluruh relawan dilaporkan berada di Istanbul, Turki, setelah dibebaskan dan mendapatkan pendampingan dari pemerintah Indonesia serta otoritas setempat.

Kabar tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah Pemerintah Republik Indonesia melakukan koordinasi intensif sejak menerima informasi mengenai pencegatan armada Global Sumud Flotilla 2.0 dan penahanan sejumlah relawan internasional, termasuk WNI, oleh Militer Israel.

KJRI Istanbul sambut para WNI

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Istanbul turut melakukan pendampingan langsung kepada para relawan setibanya mereka di Turki.

Dalam video yang diterima redaksi pada Jumat (22/5/2026), Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, tampak berbincang dengan sembilan WNI tersebut.

Seluruh relawan dilaporkan berada dalam kondisi sehat dan baik selama menjalani proses pemulangan.

Pemerintah Indonesia juga memastikan akan terus mengawal proses repatriasi hingga seluruh WNI tiba di tanah air dengan aman.

Pemerintah optimalkan jalur diplomatik

Upaya pembebasan para relawan dilakukan melalui berbagai jalur diplomatik oleh Kementerian Luar Negeri RI, khususnya Direktorat Pelindungan WNI.

Koordinasi dilakukan bersama sejumlah perwakilan Indonesia di luar negeri, mulai dari KBRI Ankara, KBRI Cairo, KBRI Roma, KBRI Amman, hingga KJRI Istanbul.

Selain itu, pemerintah juga menjalin komunikasi aktif dengan berbagai otoritas dan mitra internasional untuk mempercepat pembebasan para relawan Indonesia.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menegaskan pemerintah mengecam perlakuan yang diterima para relawan selama menjalani penahanan.

“Pemerintah Indonesia sekali lagi menegaskan kecamannya atas perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan. Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi,” ujar Sugiono.

Turki bantu proses pembebasan dan kepulangan

Pemerintah Indonesia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Turki yang dinilai aktif membantu proses pembebasan dan pemulangan para relawan.

Dalam pernyataan resmi Kedutaan Besar Republik Turkiye di Jakarta, pihak Turki memastikan telah memfasilitasi proses pembebasan dan kepulangan relawan Indonesia dengan aman.

"Kedutaan Besar Republik Turki di Jakarta dengan tulus berharap agar Warga Negara Indonesia dapat kembali ke Indonesia dengan selamat dan menegaskan kembali komitmen kami untuk bekerja sama secara erat dengan pihak berwenang terkait di semua area," imbuhnya.

Daftar 9 WNI relawan yang telah dibebaskan

Berikut sembilan WNI relawan kemanusiaan yang telah dibebaskan dan kini berada di Istanbul, Turki:

  1. Bambang Noroyono (jurnalis Republika)
  2. Thoudy Badai (jurnalis)
  3. Andre Prasetyo Nugroho (jurnalis Tempo TV)
  4. Rahendro Herubowo (jurnalis)
  5. Andi Angga Prasadewa (Rumah Zakat)
  6. Herman Budianto Sudarno (Dompet Dhuafa)
  7. Ronggo Wirosanu (Dompet Dhuafa)
  8. Hendro Prasetyo (Global Peace Convoy Indonesia/GPCI)
  9. Asad Aras Muhammad (Global Peace Convoy Indonesia/GPCI)

Pemerintah Indonesia memastikan seluruh proses pemulangan terus dipantau hingga para relawan tiba kembali di Indonesia dengan selamat.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |