Fajar Novario, desainer asal Sumbar, mengungkap proses dan makna logo HUT ke-81 RI yang memadukan gotong royong dan keberagaman. Simak kisahnya!
![]()
Oleh Redaksi PEWARTA
Selasa, Agustus 18, 2026
![]() |
| Fajar Novario, desainer grafis asal Sumatera Barat yang merancang logo HUT ke-81 RI. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Logo HUT ke-81 RI yang digunakan dalam perayaan kemerdekaan Indonesia 2026 ternyata lahir dari tangan desainer grafis muda asal Sumatera Barat (Sumbar), Fajar Novario. Pria 28 tahun itu bersama timnya di Auman Design Bureau merancang simbol yang memuat gagasan tentang gotong royong, persatuan, dan keberagaman Indonesia.
Fajar merupakan alumni Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Padang dan kini memimpin Auman Design Bureau. Terpilihnya rancangan tersebut menjadi pengalaman istimewa karena sayembara logo HUT ke-81 RI merupakan kompetisi semacam ini yang pertama kali ia ikuti.
“Perasaannya melihat logo hasil desain dimana-mana? Pasti senang dan bangga. Pasti bangga lah ya. Senang sekali,” kata Fajar.
Proses pembuatan logo berlangsung sekitar empat hingga lima minggu. Selama periode tersebut, Fajar dan tim harus melewati sejumlah checkpoint setiap pekan dengan pengawasan dari asosiasi desain grafis dan pihak Istana.
BACA JUGA: Logo HUT RI ke-81 2026 Resmi: Makna Filosofi, Pencipta, dan Link Download LengkapPuluhan alternatif sebelum logo final
Rancangan logo HUT ke-81 RI tidak langsung terbentuk dalam satu desain. Fajar bersama tim menyiapkan sekitar 20 alternatif visual yang kemudian dikembangkan berdasarkan tiga konsep utama.
“Untuk desainnya sendiri alternatif yang kita berikan itu ada beberapa. Sekitar 20 logo. Tapi secara konsep itu kami mengajukan ada 3 konsep, 3 konsep ini masing-masing kami memberikan alternatif,” katanya.
Proses tersebut juga membutuhkan riset mengenai keberagaman budaya Indonesia. Tim Auman Design Bureau menelusuri berbagai karakter visual dari Sabang hingga Merauke untuk mencari unsur yang dapat dirangkai menjadi identitas peringatan kemerdekaan.
Hasil riset itu kemudian diterjemahkan menjadi bentuk visual yang tidak sekadar menampilkan angka 81, tetapi juga memungkinkan masyarakat menemukan hubungan dengan motif budaya yang mereka kenal.
BACA JUGA: Aturan Penggunaan Logo Resmi HUT ke-81 RI 2026, Ketentuan yang Boleh dan Dilarang untuk Masyarakat UmumMakna angka 8 dan 1 dalam logo
Fajar menjelaskan, salah satu gagasan utama logo tersebut terletak pada bentuk angka delapan yang saling menopang. Bentuk itu menggambarkan semangat gotong royong di antara berbagai lapisan masyarakat.
Sementara keterhubungan angka delapan dan satu dimaknai sebagai gambaran tentang satu tujuan yang sama. Makna tersebut kemudian diperkuat dengan pendekatan visual yang sengaja dibuat memiliki lebih dari satu kemungkinan interpretasi.
“Jadi kami mengambil ambiguitas dari logo, kami mengambil pemaknaan ganda dari logo tadi, sehingga masyarakat bisa melakukan self-claim terhadap logonya,” ujarnya.
Menurut Fajar, bentuk dalam logo dapat mengingatkan masyarakat pada motif tertentu yang berasal dari daerah masing-masing. Ia mencontohkan kemiripan bentuk angka delapan dengan motif yang dikenal di Kalimantan maupun motif “itiak pulang petang”.
“Saya harapannya masyarakat bisa proaktif dalam melihat tersebut, seperti motif tongkrongan, seperti lihat angka delapan itu mirip dengan itiak pulang petang. Di daerah lain punya motif yang mirip juga,” katanya.
BACA JUGA: Kenapa Logo HUT ke-81 RI Memakai Unsur Motif Tradisional? Ini Pesan yang Jarang DibahasMembawa keberagaman Indonesia
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya tim untuk merangkum keberagaman Indonesia dalam sebuah simbol. Fajar mengatakan gagasan itu juga berkaitan dengan cara para founding father membangun persatuan di tengah perbedaan yang ada di Tanah Air.
“Nah, dari karakter-karakternya tadi itu, kami mencoba untuk membikin atau merancang desain, yang kemudian desain itu bisa dilihat sama teman-teman juga di mana-mana, terkait desain HUT ke-81 kami,” jelas Fajar.
BACA JUGA: Bukan Sekadar Merah Putih, Ini Arti 3 Kata dalam Tema HUT ke-81 RI: Berdaulat, Adil, dan MakmurBagi Fajar, logo merupakan media komunikasi yang dapat membawa pesan tertentu kepada masyarakat. Karena itu, simbol HUT ke-81 RI juga dirancang dengan harapan dan doa yang berkaitan dengan tema perayaan kemerdekaan.
“Masyarakat tentu bebas mengartikan atau memberi reaksi atas logo tersebut. Namun pada dasarnya, konsep yang disertakan adalah untuk rakyat dan atas kedaulatan rakyat,” katanya lagi.
Fajar berharap terpilihnya karya tersebut tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi. Ia ingin keberhasilan ini menjadi batu loncatan bagi perkembangan ekosistem desain grafis di Sumatera Barat.



















































