Redaksi Pewarta.co.id
Kamis, Februari 12, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Heboh Video Gilcan 46 dan 54 Detik, Seperti Apa Isi dan Bagaimana Awal Mula Viral? |
PEWARTA.CO.ID — Heboh video Gilcan 46 dan 54 detik memicu rasa penasaran publik dalam beberapa hari terakhir. Nama kreator asal Ambon itu mendadak ramai diperbincangkan setelah potongan video beredar luas di media sosial.
Awal mula viral tak lepas dari meningkatnya popularitas Gilcan usai tampil dalam podcast babeeeproject. Dalam tayangan tersebut, ia secara terbuka membahas dunia endorse yang digelutinya.
Dalam podcast itu, Gilcan menceritakan bahwa dirinya sering membuat konten berpart atau berseri karena sistem pembayaran endorse dihitung per menit. Ia menyebut tarif endorse bisa mencapai sekitar 1,5 juta rupiah per menit. Itulah sebabnya, hampir tidak pernah ada video endorse berdurasi sangat panjang, sebab setiap menit bernilai mahal.
Pernyataan tersebut sempat menjadi topik diskusi hangat. Namun, perhatian publik semakin memuncak ketika muncul potongan video yang disebut berdurasi 46 dan 54 detik.
MASIH TERKAIT!
Gilcan Video Viral Ambon 54 Detik Masih Diburu Netizen, Apa Kaitannya dengan Istilah Sprei Hijau?
Bagaimana awal mula viral?
Potongan video tersebut menyebar melalui pesan pribadi dan unggahan ulang di berbagai platform. Tanpa unggahan resmi, klip itu tetap meluas karena rasa penasaran netizen.
Istilah “sprei hijau” pun mencuat dan menjadi simbol dalam perbincangan. Detail sederhana itu berkembang menjadi topik candaan sekaligus kritik.
RELEVAN DIBACA!
Isi yang picu reaksi
Meski isi video tidak dipublikasikan secara resmi, reaksi publik terlanjur meluas. Ada yang menertawakan, ada yang mengecam, dan ada pula yang mengingatkan agar tidak ikut menyebarkan.
Sebagai figur yang telah dikenal di Ambon, Gilcan memiliki basis pengikut tersendiri. Julukan “primadona Ambon” sempat melekat karena kepercayaan dirinya di depan kamera.
MENARIK JUGA DIBACA!
Full Video Gilcan 54 dan 46 Detik Koleksi Paling Diburu Netizen dalam Sepekan, Apa Isinya?
Dampak dan refleksi
Ramainya video Gilcan 46 dan 54 detik menjadi contoh bagaimana satu konten singkat bisa berdampak luas. Reputasi yang dibangun melalui karya dan podcast dapat tergeser oleh viralitas kontroversial.
Di tengah derasnya komentar, muncul pula suara yang mengajak publik untuk lebih bijak. Media sosial memang memberikan ruang ekspresi tanpa batas, namun juga membawa konsekuensi yang tak ringan.
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa di era digital, viralitas bisa datang tanpa diduga. Pertanyaannya bukan hanya tentang isi video, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat menyikapi dan memaknai setiap informasi yang beredar.
MUNGKIN ANDA CARI!
Video Gilcan Viral: Sebut Tarif Rp1,5 Juta hingga Sprei Hijau Jadi Sorotan, Berikut Fakta Lengkapnya



















































