Redaksi Pewarta.co.id
Kamis, Februari 12, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Pencarian Video Gilcan dan Sprei Hijau Melesat Tajam Sepekan Terakhir, Ini Fakta yang Perlu Diketahui |
PEWARTA.CO.ID — Pencarian terkait video Gilcan dan sprei hijau tercatat melonjak tajam dalam sepekan terakhir di berbagai platform digital. Nama Gilcan mendadak mendominasi linimasa TikTok, Facebook, hingga kolom pencarian mesin telusur setelah potongan video berdurasi 54 detik beredar luas dan memicu rasa penasaran publik.
Fenomena ini bermula dari beredarnya klip singkat yang disebut-sebut berasal dari Ambon. Video tersebut tidak diunggah melalui akun resmi yang bersangkutan, namun menyebar dari satu akun ke akun lain melalui pesan langsung serta grup percakapan. Seiring meluasnya distribusi, istilah “sprei hijau” ikut menjadi kata kunci yang ramai diperbincangkan.
Sebelum isu ini mencuat, Gilcan dikenal sebagai kreator konten lokal asal Ambon yang cukup aktif di media sosial. Ia kerap tampil dalam konten hiburan ringan serta perbincangan santai. Popularitasnya bahkan meningkat signifikan setelah tampil dalam podcast yang diunggah akun babeeeproject.
Dalam podcast itu, Gilcan menceritakan bahwa dirinya sering membuat konten berpart atau berseri karena sistem pembayaran endorse dihitung per menit. Ia menyebut tarif endorse bisa mencapai sekitar 1,5 juta rupiah per menit. Itulah sebabnya, hampir tidak pernah ada video endorse berdurasi sangat panjang, sebab setiap menit bernilai mahal.
Pengakuan tersebut membuat namanya semakin dikenal luas. Banyak warganet yang menilai keterbukaannya sebagai hal yang jarang dilakukan oleh kreator lain. Namun, situasi berubah drastis ketika video 54 detik mulai menjadi perbincangan.
MASIH TERKAIT!
Gilcan Video Viral Ambon 54 Detik Masih Diburu Netizen, Apa Kaitannya dengan Istilah Sprei Hijau?
Awal mula viral
Berdasarkan penelusuran di berbagai platform, lonjakan pencarian video Gilcan dan sprei hijau mulai terlihat setelah sejumlah akun membagikan potongan klip disertai narasi sensasional. Dalam waktu singkat, kata kunci tersebut menjadi trending di sejumlah platform media sosial.
Istilah “sprei hijau” muncul karena benda tersebut terlihat dalam potongan video yang beredar. Netizen kemudian menjadikannya bahan candaan sekaligus simbol dalam berbagai unggahan. Tak sedikit yang menuliskan komentar bernada humor, sementara yang lain justru menyampaikan kritik tajam.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana detail kecil dalam sebuah video bisa berkembang menjadi topik viral tersendiri.
RELEVAN DIBACA!
Full Video Gilcan 54 dan 46 Detik Koleksi Paling Diburu Netizen dalam Sepekan, Apa Isinya?
Reaksi beragam netizen
Kolom komentar di berbagai unggahan dipenuhi beragam tanggapan. Ada yang penasaran dan meminta tautan video lengkap, ada pula yang menyayangkan beredarnya konten tersebut. Sebagian komentar bahkan menggunakan bahasa daerah Ambon, menandakan isu ini juga ramai dibicarakan di tingkat lokal.
Sebagian netizen menganggap viralnya video Gilcan dan sprei hijau sebagai sensasi sesaat yang tak perlu dibesar-besarkan. Namun, ada pula yang menilai peristiwa ini dapat berdampak panjang terhadap reputasi figur publik.
Di tengah derasnya komentar negatif, muncul pula suara yang lebih bijak. Sejumlah warganet mengingatkan agar publik tidak hanya menghujat, tetapi juga memberikan ruang bagi seseorang untuk memperbaiki diri.
MENARIK JUGA DIBACA!
Video Gilcan Viral: Sebut Tarif Rp1,5 Juta hingga Sprei Hijau Jadi Sorotan, Berikut Fakta Lengkapnya
Dampak pada reputasi
Lonjakan pencarian video Gilcan dan sprei hijau memperlihatkan betapa cepatnya arus informasi bergerak di era digital. Dalam hitungan jam, nama seseorang dapat menjadi trending dan diperbincangkan secara nasional.
Bagi Gilcan, viralnya potongan video ini membawa dua sisi. Di satu sisi, namanya semakin dikenal luas. Di sisi lain, citra yang selama ini dibangun melalui konten hiburan dan podcast ikut terdampak.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap konten yang tersebar di ruang digital memiliki konsekuensi. Reputasi yang dibangun bertahun-tahun dapat berubah hanya karena satu klip singkat.
Fenomena pencarian video Gilcan dan sprei hijau yang melesat tajam sepekan terakhir menegaskan bahwa rasa penasaran publik sering kali menjadi bahan bakar utama viralitas. Di tengah derasnya arus informasi, kebijaksanaan dalam menyikapi isu tetap menjadi kunci.
MUNGKIN ANDA CARI!
Heboh Video Gilcan 46 dan 54 Detik, Seperti Apa Isi dan Bagaimana Awal Mula Viral?



















































