Iran Masih Punya 70 Persen Rudal, CIA: Mampu Bertahan dari Blokade AS hingga 4 Bulan

2 hours ago 8

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Minggu, Mei 10, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

 Mampu Bertahan dari Blokade AS hingga 4 Bulan
Iran Masih Punya 70 Persen Rudal, CIA: Mampu Bertahan dari Blokade AS hingga 4 Bulan

PEWARTA.CO.ID — Laporan terbaru Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) mengungkap bahwa Iran diperkirakan masih memiliki sebagian besar kekuatan militernya, termasuk stok rudal balistik yang cukup besar, meski telah menghadapi serangan intensif dari Israel dan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir.

Informasi tersebut disampaikan kepada pemerintahan Presiden Donald Trump pada pekan ini dan kemudian dikutip oleh The Washington Post.

Dalam laporan itu, Iran disebut masih mampu bertahan menghadapi blokade ekonomi Amerika Serikat selama tiga hingga empat bulan sebelum mengalami tekanan ekonomi serius.

Temuan intelijen tersebut sekaligus memunculkan perbedaan dengan pernyataan publik pemerintah AS yang sebelumnya menyebut kemampuan militer Iran sudah melemah drastis.

Stok rudal Iran disebut masih besar

Menurut laporan yang dikutip The Washington Post, seorang pejabat AS menyebut Iran masih menyimpan sekitar 70 persen dari total persediaan rudal sebelum perang dimulai. Selain itu, Teheran juga dikabarkan masih menguasai sekitar 75 persen peluncur bergerak yang dimiliki sebelumnya.

Tak hanya itu, Iran disebut berhasil kembali mengaktifkan fasilitas penyimpanan rudal bawah tanahnya setelah sempat menjadi sasaran serangan.

Laporan tersebut bertolak belakang dengan klaim Presiden Donald Trump pada Rabu (6/5/2026). Saat itu, Trump menyatakan sebagian besar rudal Iran telah dihancurkan.

Ia bahkan menyebut Teheran “mungkin hanya memiliki 18 atau 19 persen (rudal)”.

Meski Gedung Putih dan sejumlah pejabat tinggi AS terus menegaskan bahwa kekuatan militer Iran telah lumpuh, situasi di lapangan menunjukkan struktur komando Iran masih berjalan.

“Operasi Epic Fury telah menghancurkan militer Iran dan membuatnya tidak efektif dalam pertempuran selama bertahun-tahun mendatang,” ujar Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, pada awal April lalu.

Iran masih melancarkan serangan balasan

Di tengah klaim bahwa militernya melemah, Iran justru masih mampu melancarkan serangan balasan. Baru-baru ini, negara tersebut melepaskan lebih dari selusin rudal dan drone ke Uni Emirat Arab (UEA).

Serangan itu disebut sebagai respons atas upaya Amerika Serikat mengirim kapal perang melalui Selat Hormuz.

Iran juga mengklaim berhasil mengenai kapal perang milik AS. Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh Gedung Putih.

CIA nilai Iran masih mampu bertahan berbulan-bulan

Selain soal kekuatan militer, laporan CIA juga menyoroti kemampuan Iran bertahan dari tekanan ekonomi akibat blokade.

Sebelumnya, sejumlah analis memperkirakan Iran berada dalam kondisi rentan karena kapasitas penyimpanan minyaknya semakin terbatas.

Middle East Eye melaporkan bahwa Iran hanya memiliki sisa ruang penyimpanan minyak untuk beberapa minggu saja. Sementara perusahaan analisis energi Kpler menyebut Iran kemungkinan hanya memiliki waktu sekitar 25 hingga 30 hari sebelum fasilitas penyimpanan penuh.

Namun, CIA memiliki penilaian berbeda.

Badan intelijen AS itu memperkirakan Iran masih mampu bertahan selama 90 hingga 120 hari sebelum menghadapi dampak ekonomi yang disebut “parah” akibat blokade yang dilakukan Amerika Serikat.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |