Redaksi Pewarta.co.id
Jumat, Januari 23, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Prabowo di WEF 2026: Indonesia Jadi Titik Terang Ekonomi Global |
PEWARTA.CO.ID — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan bahwa posisi Indonesia saat ini dinilai sebagai salah satu titik terang dalam perekonomian global.
Penilaian tersebut muncul di tengah kondisi ekonomi dunia yang masih diliputi ketidakpastian dan tekanan eksternal.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dengan merujuk pada evaluasi terbaru Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF).
Dalam penilaian tersebut, Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi secara konsisten, meski menghadapi tantangan global yang tidak ringan.
IMF nilai Indonesia sebagai “Global Bright Spot”
Menurut Prabowo, IMF secara resmi menyematkan predikat “titik terang global” atau global bright spot kepada Indonesia dalam laporan Konsultasi Article IV Mission 2025. Penilaian itu dilakukan dalam rangkaian misi IMF yang berlangsung pada 3–12 November 2025.
Dalam laporan tersebut, IMF mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil bertahan di kisaran 5 persen sepanjang 2025. Bahkan, lembaga keuangan internasional itu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat menjadi sekitar 5,1 persen pada 2026, meski kondisi ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian.
“IMF baru-baru ini menggambarkan Indonesia sebagai, saya kutip, ‘titik terang global’ dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah situasi eksternal yang menantang,” ujar Prabowo kala memberikan pidato di pertemuan tahunan World Economy Forum 2026, Kamis (22/1/2026).
Ketahanan ekonomi dianggap berbasis bukti nyata
Prabowo menegaskan bahwa apresiasi dari IMF dan lembaga internasional lainnya tidak muncul tanpa dasar yang kuat. Menurutnya, berbagai indikator ekonomi menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjaga ketahanan di tengah gejolak global.
Selain pertumbuhan ekonomi yang stabil, Indonesia juga dinilai berhasil mengendalikan inflasi pada level yang relatif rendah. Inflasi nasional tercatat tetap berada di bawah angka 2 persen, sebuah capaian yang dinilai positif dalam situasi ekonomi global yang penuh tekanan.
Tak hanya itu, kondisi fiskal Indonesia juga dinilai cukup sehat. Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga di bawah ambang batas 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sesuai dengan prinsip kehati-hatian fiskal.
“Mereka melakukannya karena bukti. Mereka mengakui bahwa ekonomi Indonesia tangguh. Kebijakan kami telah dan akan selalu terkalibrasi dengan baik,” tambahnya.
Persatuan dan kolaborasi jadi fondasi stabilitas
Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa stabilitas ekonomi Indonesia bukanlah hasil kebetulan. Ia menilai ketangguhan ekonomi nasional dibangun melalui pilihan strategis untuk menjaga persatuan dan memperkuat kolaborasi, baik di dalam negeri maupun dengan mitra internasional.
Menurut Prabowo, Indonesia secara konsisten memilih jalan kerja sama dan persahabatan dibandingkan konflik dan konfrontasi. Pendekatan tersebut dinilai berkontribusi besar terhadap terjaganya kepercayaan global terhadap Indonesia.
“Kami, Indonesia, telah dan akan selalu memilih persatuan daripada perpecahan, memilih persahabatan dan kolaborasi daripada konfrontasi, dan selalu memilih persahabatan daripada permusuhan. Kredibilitas kami, yang diperoleh dengan susah payah selama bertahun-tahun, telah dijaga,” pungkas Prabowo.
Dengan berbagai indikator positif tersebut, Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk terus menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan.



















































