Waspada Penipuan Logistik Online, Ini Modus yang Sering Terjadi dan Cara Mencegahnya

3 hours ago 6

Hammad Hendra

Hammad Hendra

Rabu, Januari 21, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Waspada Penipuan Logistik Online, Ini Modus yang Sering Terjadi dan Cara Mencegahnya
Waspada penipuan logistik online, ini modus yang sering terjadi dan cara mencegahnya. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Maraknya transaksi dan pengiriman barang secara digital turut diiringi dengan meningkatnya risiko penipuan daring.

Modus penipuan logistik kini kian beragam dan menyasar konsumen yang lengah terhadap keamanan data dan transaksi.

Survei Diginex bersama Inventure dan ivosights pada 2025 mencatat, sebanyak 26,5 persen masyarakat Indonesia pernah menjadi korban penipuan online.

Data tersebut diperkuat laporan Online Scams in Indonesia dari Kaspersky Lab yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat kerawanan penipuan digital tertinggi di kawasan ASEAN.

Kampanye edukasi cegah penipuan

Situasi tersebut mendorong J&T Cargo untuk memperkuat edukasi publik melalui kampanye bertajuk “Jangan Ketipu, Cek Dulu”.

Kampanye ini bertujuan membantu masyarakat mengenali berbagai modus penipuan logistik yang semakin canggih, sekaligus melindungi konsumen dari potensi kerugian finansial dan kebocoran data pribadi.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima Rabu, pelanggan kerap memperoleh berbagai pesan terkait pengiriman barang, mulai dari pembaruan status paket, penawaran asuransi tambahan, hingga informasi pengembalian dana atau refund.

Celah ini sering dimanfaatkan pelaku kejahatan dengan mengirim pesan palsu, tautan berbahaya, atau resi editan yang dibuat menyerupai sistem resmi perusahaan logistik.

Modus QRIS palsu paling sering dilaporkan

Salah satu modus yang paling banyak dilaporkan ke Hotline Customer Service Center J&T Cargo adalah penipuan refund menggunakan QRIS.

Dalam skema ini, pelaku menghubungi pelanggan dengan alasan adanya kendala pengiriman, lalu menawarkan pengembalian dana melalui QRIS yang dikirim via pesan instan.

Namun, alih-alih memproses refund, QRIS tersebut justru mengarahkan korban untuk mentransfer uang ke rekening penipu.

“Pelaku sering mengirimkan pesan mendesak yang membuat pelanggan panik sehingga tidak sempat melakukan pengecekan. Untuk itu, perlu dipahami bahwa J&T Cargo tidak pernah memproses refund melalui QRIS, rekening pribadi, maupun tautan yang dikirim lewat pesan instan,” ujar SPV Hotline Customer Service Center J&T Cargo, Eko Erwanto.

Modus lain yang perlu diwaspadai

Selain QRIS palsu, J&T Cargo juga mencatat berbagai modus penipuan lainnya, seperti penggunaan resi fisik hasil editan, permintaan uang jaminan dengan surat palsu berkop perusahaan, hingga keberadaan situs pelacakan ilegal yang menyerupai website resmi.

Meski memiliki cara berbeda, seluruh modus tersebut umumnya memiliki pola serupa, yakni mendesak korban agar segera melakukan pembayaran atau menyerahkan data pribadi melalui saluran yang tidak resmi.

Langkah pencegahan untuk pelanggan

Melalui kampanye “Jangan Ketipu, Cek Dulu”, J&T Cargo mengimbau pelanggan agar selalu melakukan verifikasi informasi pengiriman melalui kanal resmi perusahaan, tidak mudah percaya pada pesan mendesak, serta menghindari klik tautan atau pemindaian kode QR dari sumber yang tidak jelas.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |