Prabowo Siapkan Kebijakan Energi dan Stimulus Ekonomi untuk Hadapi Ancaman Krisis Global

2 hours ago 3

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Rabu, Maret 25, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Prabowo Siapkan Kebijakan Energi dan Stimulus Ekonomi untuk Hadapi Ancaman Krisis Global
Prabowo siapkan kebijakan energi dan stimulus ekonomi untuk jaga stabilitas nasional di tengah ancaman krisis global dan gejolak harga minyak.

PEWARTA.CO.ID — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah mematangkan langkah strategis melalui penyusunan kebijakan di sektor energi sekaligus penyiapan stimulus ekonomi.

Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap dinamika global yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional.

Koordinasi lintas kementerian bahas kebijakan strategis

Rencana tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara virtual.

Pertemuan ini menjadi forum penting dalam menyatukan pandangan antarinstansi guna merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pembahasan dalam rapat tersebut mencakup sejumlah langkah strategis, khususnya terkait sektor energi dan dorongan ekonomi.

"Rapat tersebut membahas sejumlah rencana kebijakan terkait penyesuaian sektor energi guna menjaga stabilitas dan keberlanjutan ekonomi serta beberapa rencana kebijakan stimulus ekonomi," ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Selain itu, forum tersebut juga diwarnai berbagai masukan dan pandangan strategis dari para pejabat yang hadir sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pemerintah ke depan.

Sejumlah menteri hadir beri masukan

Rapat koordinasi ini dihadiri sejumlah menteri kunci di Kabinet Merah Putih. Mereka antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Kehadiran para menteri tersebut menunjukkan bahwa kebijakan yang tengah disiapkan memiliki cakupan luas, tidak hanya menyentuh sektor energi, tetapi juga berdampak pada berbagai aspek pembangunan nasional, termasuk investasi dan pendidikan.

Antisipasi krisis energi global jadi perhatian utama

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga telah menggelar rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Kamis (19/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden menerima laporan dari sejumlah menteri terkait langkah antisipatif menghadapi potensi krisis energi global.

Ancaman tersebut dipicu oleh konflik di kawasan Teluk dan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia. Situasi ini menjadi perhatian serius pemerintah karena dapat berdampak langsung terhadap ketahanan energi nasional.

Dalam rapat terbatas tersebut, Prabowo menerima paparan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Fokus efisiensi untuk jaga stabilitas nasional

Sebagai langkah konkret, Presiden Prabowo menginstruksikan agar kebijakan efisiensi difokuskan pada sektor-sektor tertentu. Tujuannya adalah menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan stabilitas ekonomi nasional.

Langkah efisiensi ini tidak hanya bertujuan untuk menghemat penggunaan energi, tetapi juga memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga di tengah tekanan global. Pemerintah berupaya agar kebijakan tersebut tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka menengah pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian global, terutama terkait fluktuasi harga energi dan potensi gangguan rantai pasok.

Pemerintah jaga keseimbangan energi dan ekonomi

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan yang diambil akan mempertimbangkan keseimbangan antara efisiensi energi dan keberlangsungan kegiatan ekonomi. Hal ini penting agar kebijakan yang diterapkan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat luas.

"Melalui koordinasi lintas kementerian, pemerintah berupaya memastikan kebijakan penghematan energi dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat," demikian siaran resmi Sekretariat Presiden.

Dengan pendekatan lintas sektor dan koordinasi yang intensif, pemerintah optimistis kebijakan energi dan stimulus ekonomi yang tengah disusun mampu menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global yang terus berkembang.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |