Rismon Akui Salah dan Minta Maaf, Begini Respons Jokowi Mania

4 hours ago 4

Pewarta Network

Pewarta Network

Jumat, Maret 20, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Rismon Akui Salah dan Minta Maaf, Begini Respons Jokowi Mania
Rismon Sianipar saat hadir di program Interupsi iNews TV, Kamis (19/3). 

PEWARTA.CO.ID — Perubahan sikap Rismon Sianipar dalam polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menuai beragam tanggapan.

Ketua Umum Jokowi Mania Nusantara Bersatu, Andi Azwan, menilai pengakuan tersebut sebagai bentuk kejujuran yang muncul dari hati nurani.

Sebelumnya, Rismon sempat menjadi sorotan publik setelah ditetapkan sebagai tersangka terkait tudingan ijazah palsu milik Jokowi. Namun dalam perkembangan terbaru, ia mengakui bahwa ijazah tersebut adalah asli.

Tak hanya itu, Rismon juga telah menyampaikan permintaan maaf dan memilih menyelesaikan persoalan melalui pendekatan restorative justice.

Langkah tersebut juga ditandai dengan pertemuan Rismon dengan Jokowi di Solo. Ia pun diketahui tidak lagi berada dalam barisan yang sebelumnya mengkritisi keaslian dokumen tersebut, termasuk meninggalkan kubu Roy Suryo.

Apresiasi atas kejujuran Rismon

Andi Azwan menyampaikan apresiasinya terhadap sikap Rismon yang dinilai berani mengakui kesalahan secara terbuka di hadapan publik.

“Terlepas dari latar belakang akademisnya, kita menghargai kejujurannya untuk mengakui bahwa apa yang ia teliti sebelumnya adalah keliru,” kata Andi Azwan dalam program Interupsi iNews TV, Kamis (19/3/2026).

Menurutnya, tindakan menarik kembali hasil penelitian bukanlah hal yang umum, terutama bagi seorang akademisi.

“Jarang seorang ilmuwan menarik kembali hasil penelitiannya, dan menyampaikannya secara jujur kepada publik. Ini soal hati nurani,” sambungnya.

Analisis forensik ikut disorot

Dalam kesempatan yang sama, Andi juga menyinggung polemik terkait stempel pada ijazah yang sebelumnya menjadi bahan perdebatan dari pihak Roy Suryo. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan analisis forensik terhadap dokumen tersebut.

“Tadi dibahas soal stempel. Kami sudah melakukan analisis forensik. Sekarang ijazah itu sudah diakui asli oleh Rismon. Jadi yang dilakukan Rismon sebelumnya memang tidak tuntas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andi turut mengomentari latar belakang Roy Suryo yang kerap disebut sebagai ahli telematika. Ia menilai ada perbedaan mendasar antara bidang telematika dan forensik digital.

“Kalau dikatakan Roy Suryo ahli telematika, itu berbeda dengan forensik. Jadi yang dilakukan lebih kepada mengikuti analisis Rismon,” ucapnya.

Polemik bermula dari analisis digital

Kasus ini bermula dari kajian yang dilakukan Rismon terkait keaslian ijazah Jokowi. Saat itu, ia menggunakan pendekatan analisis digital serta forensik dokumen untuk menilai keabsahan dokumen tersebut.

Dalam analisanya, Rismon menyoroti berbagai aspek visual, mulai dari tipografi, tata letak, hingga kualitas cetakan yang dianggap tidak sesuai dengan standar pada masa penerbitan ijazah tersebut. Hasil kajian itu kemudian dipublikasikan dan memicu polemik luas di tengah masyarakat.

Namun, dalam perkembangan terbaru, Rismon menyatakan bahwa kesimpulan yang ia buat sebelumnya tidak tepat. Ia pun mencabut pernyataannya dan memilih menyelesaikan perkara melalui jalur damai sebagai bentuk tanggung jawab atas kekeliruan tersebut.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |