Sejarah Radio Wijang Songko, Jejak Panjang RWS FM sebagai Radio Legendaris Kediri hingga Berhenti Siaran 1 April 2026

8 hours ago 7

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Rabu, April 01, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Sejarah Radio Wijang Songko, Jejak Panjang RWS FM sebagai Radio Legendaris Kediri hingga Berhenti Siaran 1 April 2026
Ruang siaran Radio Wijang Songko Kediri. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Radio Wijang Songko telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut kehidupan masyarakat Kediri dan sekitarnya.

Selama puluhan tahun, Radio Wijang Songko atau yang dikenal luas sebagai RWS FM Kediri menghadirkan siaran yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan informasi, edukasi, hingga ruang ekspresi bagi komunitas lokal.

Keberadaannya menjadi saksi perubahan zaman, dari era radio analog hingga masuk ke dunia digital yang semakin kompetitif.

MUNGKIN ANDA SUKAI!

Deretan Progam Acara Radio Wijang Songko Ikonik yang Kini Tinggal Kenangan Pasca RWS FM Berhenti Mengudara

Dalam perjalanan panjangnya, Radio Wijang Songko menunjukkan bagaimana sebuah media lokal mampu bertahan di tengah gempuran media baru.

RWS FM Kediri dikenal dengan ciri khas siaran yang dekat dengan masyarakat, mulai dari program budaya, musik tradisional hingga lagu-lagu populer yang digemari lintas generasi. Tak heran jika Radio Wijang Songko memiliki tempat khusus di hati pendengarnya.

Namun, kabar mengejutkan datang pada awal tahun 2026 ketika RWS berhenti siaran secara resmi pada 1 April 2026. Keputusan ini menjadi momen emosional bagi banyak pihak, terutama pendengar setia yang telah mengikuti perjalanan Radio Wijang Songko selama bertahun-tahun. Perjalanan panjang tersebut tentu menyimpan sejarah yang menarik untuk ditelusuri lebih dalam.

MASIH TERKAIT!

Radio RWS FM Kediri Berhenti Siaran per 1 April 2026 Setelah 58 Tahun Mengudara

Sejarah awal berdirinya Radio Wijang Songko

Pada masa awal berdirinya, Radio Wijang Songko hadir dengan nama Radio Pattimura. Media ini hadir dengan mengedepankan nilai budaya lokal dan kearifan tradisional.

Nama Wijang Songko sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti 'putih bersih'. Filosofi ini mencerminkan komitmen radio dalam menghadirkan siaran yang jernih, hangat, dan menghibur bagi masyarakat.

Sejak awal, Radio Wijang Songko tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya daerah. Program-program yang disiarkan banyak mengangkat kesenian lokal seperti campursari, wayang, hingga dialog budaya.

Dengan peralatan yang masih sederhana kala itu, RWS FM Kediri mulai menarik perhatian masyarakat. Siarannya yang hangat dan interaktif membuat radio ini cepat berkembang dan mendapatkan pendengar setia dari berbagai kalangan.

RELEVAN DIBACA!

Siaran Terakhir Radio RWS Kediri Diwarnai Isak Tangis Penyiar dan Pendengar

Masa kejayaan RWS FM Kediri

Memasuki era 1990-an hingga awal 2000-an, RWS FM Kediri mengalami masa kejayaan. Radio Wijang Songko menjadi salah satu radio paling populer di wilayah Kediri dan sekitarnya. Pada masa itu, radio masih menjadi media utama bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan hiburan.

Program unggulan seperti request lagu, talkshow interaktif, hingga siaran berita lokal menjadi daya tarik utama yang tercatat dalam sejarah Radio Wijang Songko selama eksis bersiaran.

RWS FM Kediri juga dikenal dengan penyiar-penyiar yang memiliki karakter kuat dan dekat dengan pendengar. Interaksi melalui telepon menjadi ciri khas yang membuat hubungan antara radio dan pendengar terasa sangat personal.

Selain itu, Radio Wijang Songko juga aktif dalam berbagai kegiatan off-air seperti event musik, lomba bagi kalangan pendengar, dan kegiatan sosial. Hal ini semakin memperkuat posisinya sebagai radio yang benar-benar hidup di tengah masyarakat.

MENARIK JUGA DIBACA!

Radio Wijang Songko Tutup Operasional, Pendengar Berbondong Datangi Studio Jelang Off Air

Adaptasi di era digital

Seiring perkembangan teknologi, tantangan baru mulai muncul bagi industri radio, termasuk Radio Wijang Songko. Kehadiran internet, media sosial, dan platform streaming membuat pola konsumsi media masyarakat berubah drastis.

RWS FM Kediri mencoba beradaptasi dengan menghadirkan siaran streaming dan memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pendengar yang lebih luas. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mempertahankan eksistensi Radio Wijang Songko di tengah persaingan yang semakin ketat.

Namun, perubahan ini tidak selalu mudah. Banyak radio lokal menghadapi kendala dari sisi pendanaan, teknologi, hingga sumber daya manusia. Meski demikian, sejarah Wijang Songko menunjukkan bahwa RWS tetap berusaha bertahan dengan berbagai inovasi yang dilakukan.

JANGAN LEWATKAN!

Penyebab RWS Kediri Berhenti Siaran Mulai 1 April 2026, Ini Alasannya!

Peran sosial dan budaya Radio Wijang Songko

Salah satu kekuatan utama Radio Wijang Songko adalah perannya dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Kediri. Radio ini tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga wadah informasi penting, terutama bagi masyarakat yang masih mengandalkan radio sebagai sumber utama berita.

RWS FM Kediri sering menyiarkan informasi lokal seperti kegiatan masyarakat, pengumuman penting, hingga isu-isu daerah yang barangkali belum terjangkau oleh media nasional. Hal ini membuat Radio Wijang Songko memiliki nilai strategis dalam membangun komunikasi publik di tingkat lokal.

Di sisi lain, radio ini juga berperan dalam melestarikan budaya. Program-program bernuansa lokal menjadi identitas kuat yang sulit ditemukan di media lain. Inilah yang membuat sejarah Wijang Songko begitu istimewa dibandingkan radio lainnya.

PERLU JUGA DIBACA!

Manajemen Radio Wijang Songko Sebut Ada Kemungkinan RWS Siaran Lagi di Masa Depan, Tapi Belum Bisa Pastikan Kapan

Kenangan dan warisan RWS FM Kediri

Meski RWS berhenti siaran per 1 April 2026, namun rekam jejak Radio Wijang Songko tidak akan hilang begitu saja. Banyak kenangan yang telah tercipta bersama pendengar selama puluhan tahun. Dari lagu-lagu yang menemani aktivitas sehari-hari hingga suara penyiar yang akrab di telinga, semuanya menjadi bagian dari sejarah yang tak terlupakan.

RWS FM Kediri juga meninggalkan warisan penting dalam dunia penyiaran lokal. Radio ini menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda yang ingin terjun ke dunia broadcasting. Tidak sedikit penyiar dan praktisi media yang memulai karier mereka dari Radio Wijang Songko.

Selain itu, kontribusinya dalam melestarikan budaya lokal menjadi nilai yang sangat berharga. Sejarah Wijang Songko tidak hanya tentang radio, tetapi juga tentang identitas dan kebanggaan masyarakat Kediri.

MUNGKIN ANDA CARI!

Profil Pitter Utomo, Pemilik Radio Wijang Songko yang Berhenti Siaran 1 April 2026

Radio Wijang Songko bukan sekadar media, melainkan bagian dari perjalanan hidup banyak orang, khususnya warga Kediri dan sekitarnya. Kehadirannya selama hampir enam dekade telah membentuk kenangan kolektif yang sulit tergantikan oleh media lain.

Perjalanan panjang Radio Wijang Songko kini telah mencapai titik akhir dengan keputusan RWS berhenti siaran pada 1 April 2026, namun perjalanan Wijang Songko akan tetap hidup dalam ingatan masyarakat sebagai salah satu radio legendaris yang pernah berjaya di Kediri Raya.

Terima kasih RWS, selamat beristirahat radio legendaris!

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |