Trump Klaim Xi Jinping Janji China Tak Akan Kirim Bantuan Militer ke Iran

4 hours ago 5

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Sabtu, Mei 16, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Trump Klaim Xi Jinping Janji China Tak Akan Kirim Bantuan Militer ke Iran
Trump Klaim Xi Jinping Janji China Tak Akan Kirim Bantuan Militer ke Iran

PEWARTA.CO.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa Presiden China Xi Jinping disebut telah memberikan jaminan bahwa Beijing tidak akan mengirim bantuan militer kepada Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah pertemuannya dengan Xi di Beijing pada Kamis (14/5/2026). Pertemuan itu menjadi kunjungan pertama presiden AS ke China sejak tahun 2017.

Isu Iran dan Selat Hormuz menjadi salah satu perhatian utama dalam pembicaraan kedua pemimpin negara tersebut. Pemerintah AS diketahui tengah mendorong China agar ikut menekan Iran demi menyetujui syarat perdamaian yang diajukan Washington.

Selain itu, AS juga ingin jalur Selat Hormuz kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup Teheran bagi “kapal musuh” menyusul serangan udara AS dan Israel.

Trump sebut pernyataan Xi sangat penting

Dalam wawancara bersama Fox News, Trump menilai komitmen Xi Jinping sebagai pernyataan besar di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.

“Dia mengatakan dia tidak akan memberikan peralatan militer. Itu pernyataan besar,” kata Trump kepada Fox News.

Trump juga mengatakan China memiliki kepentingan besar terhadap kelancaran jalur pelayaran di Selat Hormuz karena kebutuhan impor minyak mereka dari kawasan tersebut.

“Dia mengatakan mereka membeli banyak minyak mereka di sana, dan mereka ingin terus melakukannya,” kata Trump.

AS klaim China tak dukung militerisasi Selat Hormuz

Pemerintah AS turut menegaskan bahwa China tidak mendukung langkah Iran dalam meningkatkan tekanan di Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Beijing menolak adanya militerisasi di jalur pelayaran strategis tersebut.

“pihak China mengatakan mereka tidak mendukung militerisasi Selat Hormuz.”

Rubio juga menyebut China tidak mendukung kebijakan Iran yang berencana mengenakan bea masuk terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan itu.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan bahwa China diperkirakan akan membantu proses pemulihan akses Selat Hormuz secara diam-diam.

Menurutnya, Beijing akan berperan di balik layar untuk menjaga jalur perdagangan internasional tetap berjalan normal.

Kapal China disebut masih bisa melintas

Di sisi lain, media Iran melaporkan sejumlah kapal asal China telah diizinkan melintas di Selat Hormuz.

Otoritas Iran disebut tetap memperbolehkan kapal dagang dari negara-negara sahabat melewati jalur tersebut selama mematuhi instruksi militer Iran.

Situasi ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan setelah serangan udara yang melibatkan AS dan Israel.

Xi Jinping soroti kerja sama AS-China

Dalam pidato pembuka sebelum pertemuan bilateral berlangsung, Xi Jinping menekankan pentingnya kerja sama antara dua negara besar dunia itu pada berbagai bidang yang memiliki kepentingan bersama.

Meski tidak secara langsung menyinggung konflik Timur Tengah, China sebelumnya telah mengecam sanksi AS terhadap sejumlah perusahaan China yang dituduh membantu Iran.

Kementerian Luar Negeri China bahkan menyebut sanksi tersebut sebagai tindakan ilegal dan meminta perusahaan terkait untuk tidak mematuhinya.

Sementara itu, AS masih mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Komando Pusat AS menyatakan telah mengalihkan 72 kapal dan menonaktifkan empat kapal lainnya sejak 13 April.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |