Redaksi Pewarta.co.id
Jumat, April 03, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Viral! Susu Sekolah MBG Dijual Rp4.000 di Minimarket |
PEWARTA.CO.ID — Viralnya penjualan produk susu sekolah yang diklaim sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah minimarket memicu perhatian publik.
Produk tersebut diketahui dijual dengan harga Rp4.000 per kemasan dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi tegas terkait keberadaan produk susu yang beredar di pasaran tersebut.
BGN tegaskan tidak ada kerja sama dengan produsen
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menjalin kerja sama dalam bentuk apapun dengan produsen susu terkait program MBG.
Ia memastikan bahwa produk yang beredar tersebut bukan bagian resmi dari program pemerintah.
"BGN tidak pernah membuat kontrak maupun komitmen dengan produsen manapun. Jika ada pihak yang menandai produknya sebagai ‘susu sekolah’, itu sepenuhnya inisiatif dari pihak produsen," ujar Dadan.
Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa penggunaan label yang mengaitkan produk dengan program MBG tidak berasal dari kebijakan resmi BGN.
Masyarakat diminta segera melapor
BGN juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap produk yang mengatasnamakan program MBG atau lembaga tersebut. Jika menemukan produk serupa di pasaran, masyarakat diminta untuk segera melaporkannya.
Pelaporan dapat dilakukan melalui call center resmi BGN di nomor 127. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi penyalahgunaan nama program pemerintah demi kepentingan komersial.
Mekanisme distribusi susu MBG
Dadan menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan program MBG, terdapat prosedur operasional standar (SOP) yang mengatur distribusi dan pengadaan bahan pangan, termasuk susu.
Dalam aturan tersebut, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan menyediakan susu bagi penerima manfaat. Namun, pengadaan dilakukan dengan membeli dari minimarket atau pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Skema ini bertujuan untuk mendorong pemberdayaan peternak lokal sekaligus memperkuat ekonomi daerah. Artinya, BGN hanya berperan dalam pengaturan program, bukan sebagai produsen produk susu.
BGN pastikan tidak memproduksi susu MBG
Sementara itu, Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, kembali menegaskan bahwa lembaganya tidak pernah memproduksi susu dalam bentuk apapun, termasuk yang dikaitkan dengan program MBG.
"Kami tidak pernah memiliki atau memproduksi susu MBG. BGN sama sekali tidak memproduksi susu," jelas Nanik, dikutip dari Antara.
Penegasan ini sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait produk yang beredar di pasaran.
Masyarakat diminta lebih cermat
Kasus viral ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih teliti dalam mengenali produk yang beredar, terutama yang mencantumkan label program pemerintah.
Kejelasan sumber dan legalitas produk menjadi hal penting agar tidak terjadi kekeliruan dalam konsumsi maupun persepsi publik.
BGN pun berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam mengawasi peredaran produk yang mencurigakan, sehingga program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai tujuan awalnya, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat tanpa disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.



















































