32 PWNU Dorong Perubahan PBNU, Muktamar NU Diminta Digelar di Jakarta

7 hours ago 13

32 PWNU dorong perubahan PBNU, muktamar NU ke-35 diminta digelar di Jakarta. Usulan ini muncul di tengah tarik ulur lokasi dan persiapan yang mepet.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Senin, Juli 06, 2026

32 PWNU Dorong Perubahan PBNU, Muktamar NU Diminta Digelar di Jakarta
32 PWNU Dorong Perubahan PBNU, Muktamar NU Diminta Digelar di Jakarta

PEWARTA.CO.ID — Sejumlah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) menyuarakan dorongan adanya perubahan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Salah satu tuntutan utama mereka adalah agar pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama digelar di Jakarta, dengan alasan kesiapan waktu yang semakin terbatas dan kebutuhan koordinasi yang lebih efektif.

Dorongan perubahan dari PWNU se-Indonesia

Mantan Katib PCNU Jombang, Ahmad Samsul Rijal atau yang akrab disapa Gus Rijal, mengungkapkan bahwa dalam forum Konbes dan Munas NU yang digelar di Ploso, Kediri pada 20–22 Juni 2026, muncul aspirasi kuat dari berbagai PWNU di Indonesia terkait perlunya pembaruan di tubuh organisasi.

Menurutnya, aspirasi tersebut tidak hanya disampaikan dalam forum resmi, tetapi juga mengalir melalui komunikasi personal antar fungsionaris NU di berbagai daerah.

‘’Mereka sampaikan sikap itu kepada sesama fungsionaris NU yang dikenal di berbagai daerah melalui jaringan personal,’’ ujar Gus Rijal, Senin (6/7/2026).

Ia juga menyoroti dinamika sidang yang terjadi selama forum berlangsung.

‘’Debat materi di sidang komisi organisasi beserta plenonya terasa merobek persaudaraan dan kesatuan jam’iyyah. Adab jam’iyyah yang diserap dari sumber Islam dan teladan di pesantren diabaikan,’’ lanjutnya.

Mayoritas PWNU dorong perubahan kepengurusan

Gus Rijal menambahkan bahwa mayoritas PWNU menginginkan adanya perubahan menyeluruh pada struktur kepengurusan PBNU di periode mendatang. Aspirasi tersebut bahkan dinilai berpotensi diikuti oleh PCNU di berbagai wilayah.

‘’Dan potensial akan diikuti oleh PCNU-PCNU di wilayahnya,’’imbuhnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kepastian pelaksanaan muktamar. Pasalnya, kepanitiaan Muktamar ke-35 NU sudah ditetapkan sejak 8 Mei 2026, namun lokasi pelaksanaan masih belum final.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya PBNU sempat melakukan rapat internal dan survei lokasi, tetapi belum mencapai kesepakatan. Pembahasan kemudian dibawa ke Konbes dan Munas NU di Kediri, namun kembali tidak menghasilkan keputusan final dan bahkan sempat memicu ketegangan dalam forum.

‘’Rapat internal PBNU belum bersepakat tentang lokasi muktamar sesuai usulan wilayah dan pesantren, bahkan telah dilakukan survei. Penetapan dibawa ke Konbes dan Munas NU, 20-22 Juni di Ploso, Kediri. Ini pun gagal ditetapkan, dan sempat memicu kericuhan dalam pleno Konbes,’’ujarnya.

Usulan Jakarta sebagai lokasi paling realistis

Sementara itu, Ketua PWNU Sumatera Barat, Ganefri, menyampaikan bahwa sebanyak 32 PWNU se-Indonesia telah menggelar rapat koordinasi daring. Hasil pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk mengusulkan Jakarta sebagai lokasi Muktamar ke-35 NU.

Menurutnya, usulan ini lahir untuk memberikan kepastian di tengah proses penentuan lokasi yang berlarut-larut selama dua bulan terakhir.

‘’Sikap ini untuk memberi kepastian kepada PBNU dari tarik ulur lokasi muktamar yang berlangsung dua bulan. Forum berharap agar dipertimbangkan, walau keputusan akhir tetap di PBNU,’’ujarnya.

Ganefri juga menegaskan bahwa muktamar merupakan forum besar organisasi yang membutuhkan kesiapan maksimal dari berbagai aspek, terutama aksesibilitas dan koordinasi.

"Muktamar ini forum besar NU. Karena itu, tempatnya harus yang paling siap, paling mudah dijangkau, dan paling memungkinkan untuk mempercepat koordinasi. Dengan waktu persiapan yang semakin pendek, Jakarta adalah pilihan yang paling realistis,"tandasnya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |