Menhaj Buka IEE 2026, Transformasi Haji dan Umrah Diminta Utamakan Kepentingan Jemaah

8 hours ago 9

Menhaj buka IEE 2026 dan dorong transformasi haji dan umrah melalui sistem transparan, profesional, terintegrasi demi pelayanan jemaah terbaik.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Sabtu, Juni 27, 2026

Menhaj Buka IEE 2026, Transformasi Haji dan Umrah Diminta Utamakan Kepentingan Jemaah
Menhaj Buka IEE 2026, Transformasi Haji dan Umrah Diminta Utamakan Kepentingan Jemaah

PEWARTA.CO.ID — Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch. Irfan Yusuf menegaskan perubahan besar dalam penyelenggaraan haji dan umrah harus benar-benar memberikan dampak langsung bagi jemaah. Menurutnya, transformasi layanan tidak cukup hanya melalui perubahan struktur kelembagaan, tetapi harus diwujudkan dalam sistem pelayanan yang lebih baik.

Pernyataan tersebut disampaikan Menhaj saat membuka International Islamic Expo (IIE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (26/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya tata kelola haji dan umrah yang terhubung, terbuka, profesional, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

"Transformasi haji dan umrah tidak boleh berhenti pada seremoni. Transformasi harus hadir dalam sistem, regulasi, data, standar pelayanan, dan pengawasan agar setiap jemaah merasakan pelayanan yang semakin baik," ujar Menhaj.

Transformasi layanan haji harus terasa bagi jemaah

Moch. Irfan Yusuf menjelaskan, pembentukan Kementerian Haji dan Umrah merupakan salah satu bagian dari upaya memperbaiki tata kelola penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Melalui kementerian tersebut, pemerintah berharap proses pengambilan kebijakan dapat berjalan lebih cepat sekaligus memperkuat pertanggungjawaban dalam setiap aspek pelayanan.

Integrasi data, pengelolaan sumber daya manusia, pemanfaatan aset, hingga pengembangan sistem pelayanan menjadi bagian yang akan diperkuat dalam proses transformasi tersebut.

Menurut Menhaj, perubahan tata kelola ini diarahkan agar penyelenggaraan haji dan umrah tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman ibadah yang lebih nyaman dan berkualitas bagi setiap jemaah.

Tiga target utama penyelenggaraan haji dan umrah

Transformasi yang sedang dibangun pemerintah memiliki tiga sasaran utama. Ketiganya mencakup keberhasilan pelaksanaan ibadah, penguatan ekosistem ekonomi haji, serta peningkatan nilai keadaban dan peradaban.

Pelaksanaan Haji 1447 H/2026 M yang melayani 203.149 jemaah melalui 527 kloter menjadi salah satu dasar evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pada periode berikutnya.

Pemerintah menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan untuk memperbaiki berbagai aspek layanan, mulai dari persiapan hingga proses pendampingan jemaah selama menjalankan ibadah.

Fokus pada digitalisasi dan layanan ramah jemaah

Ke depan, Kementerian Haji dan Umrah akan memprioritaskan sejumlah langkah strategis. Beberapa di antaranya adalah mempercepat penerbitan visa melalui sistem integrasi data serta memperluas penggunaan layanan digital.

Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat standar fasilitas asrama haji, meningkatkan pengawasan terhadap penyelenggara, dan menghadirkan pelayanan yang lebih mudah diakses.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok jemaah yang membutuhkan pendampingan lebih, seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, dan mereka yang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi.

Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan pelayanan haji dan umrah yang semakin inklusif serta mampu menjawab kebutuhan jemaah dari berbagai latar belakang.

IEE 2026 jadi ruang kolaborasi ekosistem haji

International Islamic Expo (IIE) 2026 yang berlangsung pada 26–28 Juni 2026 menjadi salah satu wadah pertemuan berbagai pihak dalam pengembangan sektor haji dan umrah.

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 100 peserta pameran, sekitar 3.000 buyer, serta delegasi dari 16 negara.

Forum internasional ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, dan mitra global untuk memperkuat kerja sama serta membangun ekosistem haji dan umrah Indonesia yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Menhaj berharap IEE 2026 dapat menjadi momentum penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji dan umrah.

"IIE 2026 harus menjadi momentum konsolidasi besar. Kita ingin ekosistem haji dan umrah memberikan manfaat yang lebih luas. Jemaah memperoleh pelayanan terbaik, penyelenggara semakin profesional, pelaku usaha nasional tumbuh, dan tata kelolanya semakin transparan serta akuntabel. Itulah arah transformasi yang sedang kita bangun," pungkas Menhaj.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |