Redaksi Pewarta.co.id
Jumat, Maret 06, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| ByteDance Teken Kesepakatan Pusat Data 500MW dengan Vnet di China, Ekspansi Infrastruktur TikTok Makin Agresif |
PEWARTA.CO.ID — Perusahaan teknologi asal China sekaligus pemilik platform video pendek TikTok, ByteDance, dilaporkan menjalin kerja sama strategis dengan Vnet Group terkait pengembangan infrastruktur pusat data di China.
Kerja sama tersebut berupa perjanjian kapasitas pusat data dengan total daya mencapai 500 megawatt (MW). Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg yang menyebutkan bahwa kapasitas tersebut akan digunakan untuk mendukung fasilitas pusat data ByteDance di berbagai wilayah di China.
Langkah ini menegaskan strategi ekspansi infrastruktur digital ByteDance yang semakin agresif, terutama untuk menunjang kebutuhan komputasi dan layanan digital yang terus meningkat.
Vnet perkuat kapasitas pusat data
Vnet Group merupakan salah satu perusahaan penyedia layanan pusat data di China yang telah mengoperasikan jaringan fasilitas cukup luas. Hingga akhir September, perusahaan ini tercatat memiliki kapasitas pusat data sebesar 783 MW.
Dari total kapasitas tersebut, sekitar 582 MW telah digunakan oleh berbagai pelanggan yang memanfaatkan layanan pusat data Vnet untuk kebutuhan komputasi dan penyimpanan data.
Perusahaan juga mengklaim telah mengoperasikan lebih dari 50 pusat data yang tersebar di 30 kota di seluruh wilayah China.
Namun demikian, berdasarkan informasi yang tercantum di situs resmi perusahaan, saat ini hanya terdapat empat fasilitas pusat data yang dijelaskan secara rinci sebagai pusat data yang sudah beroperasi di negara tersebut.
Selain fasilitas yang sudah berjalan, Vnet juga tengah mengembangkan proyek pusat data baru bernama N-HB Campus 02, yang menjadi bagian dari rencana ekspansi infrastruktur perusahaan di masa mendatang.
Upaya pendanaan untuk ekspansi
Untuk mendukung pengembangan jaringan pusat data, Vnet sebelumnya juga melakukan langkah pendanaan melalui pasar obligasi.
Pada Maret 2025, perusahaan ini berupaya menghimpun dana sebesar 400 juta dolar AS lewat penerbitan obligasi. Dana tersebut direncanakan untuk mendukung ekspansi pusat data sekaligus menyediakan modal kerja guna memenuhi berbagai kebutuhan operasional perusahaan.
Pendanaan ini menjadi salah satu strategi perusahaan dalam memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan infrastruktur digital yang mampu memenuhi kebutuhan perusahaan teknologi berskala besar.
Kinerja keuangan Vnet meningkat
Dari sisi performa bisnis, Vnet juga mencatat pertumbuhan kinerja yang cukup positif.
Pada periode kuartal Juli hingga September, perusahaan membukukan pendapatan bersih sebesar 2,58 miliar yuan atau sekitar 370 juta dolar AS. Angka tersebut mengalami peningkatan sekitar 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sebagian besar pendapatan tersebut berasal dari bisnis pusat data. Tercatat, sekitar 1,95 miliar yuan atau setara dengan 283 juta dolar AS diperoleh dari layanan pusat data yang menjadi lini bisnis utama perusahaan.
ByteDance agresif bangun pusat data global
Di tingkat global, ByteDance juga terus memperluas jaringan pusat datanya untuk mendukung berbagai layanan digital yang dimilikinya.
Perusahaan ini diketahui menjadi penyewa utama (anchor tenant) di fasilitas milik Bridge Data Centres yang berlokasi di Johor, Malaysia.
Selain itu, ByteDance juga menjalin kerja sama dengan perusahaan DayOne untuk pengembangan pusat data di Singapura.
Ekspansi infrastruktur ByteDance bahkan tidak berhenti di kawasan Asia. Perusahaan teknologi tersebut juga dikabarkan tengah membidik pengembangan fasilitas pusat data di sejumlah negara lain seperti Thailand, Brasil, hingga Australia.
Di Amerika Serikat, layanan TikTok sendiri di-host di pusat data milik Oracle yang berlokasi di Texas.
Sementara itu di kawasan Eropa, ByteDance memanfaatkan fasilitas pusat data di Norwegia melalui kerja sama dengan perusahaan Green Mountain. Perusahaan ini juga berkolaborasi dengan Hyperco dan DayOne untuk pengembangan infrastruktur pusat data di Finlandia.
Dukung ekosistem layanan digital ByteDance
Kebutuhan akan infrastruktur pusat data yang besar tidak lepas dari pesatnya pertumbuhan layanan digital yang dimiliki ByteDance.
Selain TikTok yang menjadi salah satu platform media sosial terbesar di dunia, ByteDance juga memiliki layanan komputasi awan bernama Volcano Engine.
Layanan cloud tersebut menyediakan berbagai solusi teknologi, mulai dari komputasi awan, analitik data, hingga layanan kecerdasan buatan yang ditujukan untuk perusahaan dan pengembang aplikasi.
Dengan meningkatnya permintaan terhadap layanan digital dan teknologi berbasis data, penguatan infrastruktur pusat data menjadi langkah strategis bagi ByteDance untuk memastikan kinerja layanan tetap stabil sekaligus mendukung ekspansi bisnis global perusahaan.



















































