Pakar Nuklir AS: Indonesia Cocok Kembangkan Reaktor Modular Nuklir Kecil (SMR)

9 hours ago 10

Indonesia dinilai cocok mengembangkan Reaktor Modular Nuklir Kecil (SMR). Pakar Nuklir AS sebut teknologi ini menjawab tantangan listrik Nusantara.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Sabtu, Juni 27, 2026

 Indonesia Cocok Kembangkan Reaktor Modular Nuklir Kecil (SMR)
Pakar Nuklir AS: Indonesia Cocok Kembangkan Reaktor Modular Nuklir Kecil (SMR)

PEWARTA.CO.ID — Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir berbasis reaktor modular kecil atau Small Modular Reactor (SMR). Teknologi ini disebut sangat relevan dengan kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, dengan kebutuhan listrik yang tersebar di berbagai wilayah.

Pandangan tersebut disampaikan oleh pakar nuklir asal Amerika Serikat (AS), Kelle Barfield, dalam acara Powering the Future: American Leadership in Clean Nuclear Energy yang digelar di @america, Selasa 26 Juni 2026.

SMR dinilai cocok untuk wilayah kepulauan Indonesia

Menurut Barfield, tantangan utama Indonesia saat ini adalah memastikan distribusi energi listrik dapat menjangkau seluruh masyarakat, baik di perkotaan maupun daerah terpencil.

Dalam konteks tersebut, SMR dinilai menjadi opsi yang menjanjikan karena memiliki ukuran lebih kecil dan fleksibel dibanding reaktor nuklir konvensional.

"SMR menawarkan peluang besar diterapkan di Indonesia karena ukurannya lebih ringkas. SMR dapat ditempatkan di daerah terpencil atau lokasi dengan kebutuhan energi tinggi seperti kawasan pertambangan," ujar Barfield.

Ia menambahkan bahwa teknologi ini memungkinkan suplai listrik lebih terarah sesuai kebutuhan wilayah tertentu, tanpa harus membangun infrastruktur sebesar pembangkit nuklir skala besar.

Solusi efisien tanpa infrastruktur besar

Barfield menjelaskan, keunggulan SMR terletak pada kebutuhan infrastrukturnya yang lebih sederhana. Hal ini membuatnya lebih mudah diterapkan di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang seperti Indonesia.

Dengan pendekatan tersebut, SMR dianggap mampu menjawab kebutuhan listrik yang bersifat tersebar, sekaligus mendukung pemerataan energi di seluruh Nusantara.

Dorongan kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat

Barfield juga menilai kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat dapat mempercepat pengembangan energi nuklir di Tanah Air. Pasalnya, sejumlah desain SMR di AS telah melalui proses perizinan dan evaluasi ketat dari regulator nuklir.

"Indonesia bisa memanfaatkan desain dan proses yang sudah diverifikasi di AS yang memiliki pengalaman panjang mengoperasikan pembangkit nuklir. Kerja sama ini juga membuka akses ke rantai pasok dan vendor-vendor nuklir AS," ujarnya.

Tantangan utama ada pada SDM dan ekosistem

Lebih jauh, Barfield menekankan bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan energi nuklir bukan hanya soal teknologi, melainkan kesiapan sumber daya manusia serta ekosistem pendukungnya.

Ia mendorong Indonesia untuk segera membangun kapasitas tenaga kerja, jaringan industri, hingga skema pembiayaan sejak dini, tanpa harus menunggu seluruh keputusan final.

Dukungan program internasional

Dari sisi dukungan teknis, Amerika Serikat diketahui telah menjalankan program bantuan bagi Indonesia melalui FIRST (Foundational Infrastructure for Responsible Use of Small Modular Reactor Technology).

Program ini bertujuan membantu negara mitra dalam menentukan pilihan teknologi, lokasi pembangunan, serta berbagai aspek pendukung lain dalam pengembangan SMR.

Contoh proyek SMR di Kanada

Sebagai gambaran, Barfield menyinggung proyek SMR BWRX-300 di Darlington, Kanada, yang saat ini sudah memasuki tahap konstruksi. Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi dalam sekitar tiga tahun.

Waktu pembangunan ini dinilai jauh lebih cepat dibanding reaktor nuklir besar berkapasitas 1.000 hingga 1.500 megawatt yang umumnya membutuhkan waktu konstruksi lebih lama.

Potensi investasi AS ke Indonesia

Di akhir keterangannya, Barfield juga menyampaikan optimisme bahwa minat perusahaan nuklir Amerika Serikat untuk berinvestasi di Indonesia berpotensi meningkat, terutama jika proyek-proyek yang sedang dijajaki dapat menunjukkan hasil positif dalam waktu dekat.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |