Pengamanan Mabes Polri Diperketat, Rantis Brimob Disiagakan Usai Usut Kasus Korupsi PLN Batu Bara, Asabri, dan Krakatau Steel

8 hours ago 6

Pengamanan Mabes Polri diperketat saat usut kasus korupsi PLN Batu Bara, Asabri, dan Krakatau Steel. Rantis Brimob disiagakan di lokasi.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Kamis, Juli 09, 2026

Pengamanan Mabes Polri Diperketat, Rantis Brimob Disiagakan Usai Usut Kasus Korupsi PLN Batu Bara, Asabri, dan Krakatau Steel
Pengamanan Mabes Polri Diperketat, Rantis Brimob Disiagakan Usai Usut Kasus Korupsi PLN Batu Bara, Asabri, dan Krakatau Steel

PEWARTA.CO.ID — Suasana berbeda terlihat di kawasan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri). Sejumlah kendaraan taktis milik Brigade Mobil (Brimob) terlihat disiagakan saat institusi tersebut tengah menangani sejumlah perkara dugaan korupsi yang menjadi perhatian publik.

Berdasarkan pantauan pada Kamis (9/7/2026), pengamanan di lingkungan Mabes Polri tampak mengalami peningkatan dibandingkan kondisi normal. Penjagaan ketat ini berlangsung bersamaan dengan proses penyidikan tiga perkara korupsi, yakni dugaan korupsi PLN Batu Bara, Asabri, dan Krakatau Steel.

Ketiga kasus tersebut diketahui menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto. Dalam situasi tersebut, aktivitas pengamanan di sekitar Mabes Polri diperkuat dengan kehadiran personel tambahan dan kendaraan taktis.

Rantis Brimob bergerak di kawasan Mabes Polri

Sebanyak enam kendaraan taktis terpantau berada di area Mabes Polri. Sekitar pukul 11.25 WIB, kendaraan tersebut kemudian bergerak bersama sejumlah personel lengkap menyusuri Jalan Trunojoyo.

Selain keberadaan rantis Brimob, pengamanan pintu masuk Mabes Polri juga terlihat lebih ketat. Personel Yanma, Provos, hingga anggota Brimob dengan perlengkapan senjata turut melakukan penjagaan.

Meski demikian, Polri memastikan peningkatan pengamanan tersebut tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Edison Isir mengatakan langkah pengamanan yang dilakukan masih dalam koridor standar operasional prosedur (SOP).

"Warga masyarakat yang membutuhkan pelayanan Polri tetap dilayani dengan mudah di Mabes Polri," ujar Johnny saat dikonfirmasi.

Penyidikan korupsi temukan uang hingga ratusan miliar rupiah

Sebelumnya, penyidik Polri melakukan penggeledahan di 12 lokasi yang berkaitan dengan penyidikan tiga perkara dugaan korupsi tersebut.

Salah satu lokasi yang diperiksa adalah Kafe de'Clan Signature. Dalam penggeledahan itu, penyidik menemukan sebuah brankas tersembunyi yang berisi uang tunai dalam berbagai mata uang.

Dari brankas tersebut, polisi menyita SGD 3.130.000 pecahan SGD100, USD 889.965, serta uang tunai Rp259.159.000. Jika dihitung berdasarkan nilai tukar, total barang bukti tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp60 miliar.

Tidak hanya di lokasi tersebut, penyidik juga menemukan barang bukti bernilai besar saat melakukan penggeledahan di kawasan Sentul.

Temukan emas batangan dan uang tunai di rumah kawasan Sentul

Kepala Kortas Tipikor Polri Irjen Totok Suharyanto mengungkapkan, petugas menemukan brankas tersembunyi di sebuah rumah yang berada di kawasan Parahyangan Golf 2.

Brankas tersebut dalam kondisi terkunci dan setelah dibuka ditemukan tujuh koper yang berisi emas batangan serta uang tunai berbagai mata uang.

"Ditemukan brankas terkunci. Setelah dibuka, berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kilogram emas batangan, kemudian USD 4.767.300, SGD 14.083.800, kemudian Rp100 juta. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp476 miliar," ujar Totok.

Selain emas dan uang tunai, penyidik turut mengamankan sejumlah dokumen, telepon genggam, serta foto keluarga yang diduga memiliki keterkaitan dengan pemilik rumah maupun barang yang berada dalam brankas tersebut.

Identitas pemilik barang masih didalami

Hingga saat ini, penyidik belum menyampaikan identitas pemilik rumah maupun pihak yang diduga terkait dengan barang bukti yang ditemukan.

Totok menjelaskan, seluruh barang yang ditemukan masih dalam proses penyitaan dan pendalaman oleh penyidik.

"Kami juga telah melakukan penyitaan beberapa dokumen, termasuk handphone, kemudian beberapa foto keluarga yang diduga pemilik rumah dan pemilik barang dalam brankas. Selanjutnya barang bukti akan kami lakukan penyitaan," tutup Totok.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |