Zulhas Akui Harga Pangan Naik Jelang Lebaran 2026, Bukan karena Konflik Timur Tengah

6 hours ago 5

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Jumat, Maret 13, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Zulhas Akui Harga Pangan Naik Jelang Lebaran 2026, Bukan karena Konflik Timur Tengah
Zulhas Akui Harga Pangan Naik Jelang Lebaran 2026, Bukan karena Konflik Timur Tengah

PEWARTA.CO.ID — Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 2026, harga sejumlah bahan pangan di pasar mulai mengalami perubahan.

Kenaikan harga pada beberapa komoditas memang terjadi, namun pemerintah memastikan kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan belum mengganggu stabilitas pasokan nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, mengakui adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas menjelang Lebaran 2026.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut masih berada dalam batas harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, secara umum ketersediaan stok pangan nasional masih mencukupi dan harga di pasaran tetap relatif terjangkau bagi masyarakat.

"Pangan kita stok cukup, harga terjangkau. Bahkan menjelang seminggu, 10 hari menjelang lebaran ini justru cenderung turun seperti cabai ya," ujar Zulhas di Kantor DPP PAN, Kamis (12/3/2026).

Beberapa komoditas sempat mengalami kenaikan

Zulhas menjelaskan bahwa lonjakan harga memang sempat terjadi pada beberapa bahan pangan tertentu. Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah telur ayam.

Meski begitu, kenaikan tersebut dinilai masih terkendali karena belum melampaui batas harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan kata lain, fluktuasi harga yang terjadi masih tergolong normal menjelang hari besar keagamaan.

"Memang telur agak naik tapi masih di dalam batas harga acuan, masih acuan. Jadi masih stabil walaupun naik tapi masih dalam acuan," ungkapnya.

Kondisi ini, menurut Zulhas, kerap terjadi setiap tahun menjelang Lebaran ketika permintaan masyarakat terhadap bahan pangan meningkat.

Harga cabai mulai turun dari level tertinggi

Selain telur, komoditas cabai sebelumnya juga sempat menjadi perhatian karena mengalami lonjakan harga yang cukup tinggi di sejumlah daerah. Namun saat ini, harga cabai mulai menunjukkan tren penurunan.

Zulhas menyebutkan bahwa harga cabai yang sebelumnya sempat menembus angka sangat tinggi kini mulai bergerak turun secara bertahap.

"Memang yang mahal sekali cabai, tapi sekarang dari 150, 120, sekarang mungkin sudah 90 ribuan," terang Zulhas.

Penurunan ini diharapkan dapat membantu menstabilkan harga bahan pangan di pasar menjelang puncak kebutuhan masyarakat saat Lebaran.

Konflik Timur Tengah tidak berdampak pada pangan Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Zulhas juga menanggapi kekhawatiran terkait potensi dampak konflik di Timur Tengah terhadap ketahanan pangan Indonesia.

Ia memastikan bahwa kondisi tersebut tidak akan memengaruhi pasokan pangan dalam negeri. Hal ini karena Indonesia tidak bergantung pada impor bahan pangan dari kawasan tersebut.

"Jadi semua aman walaupun ada perang di Timur Tengah, pangan kita tidak terpengaruh karena kita tidak ada impor pangan dari Timur Tengah," ujarnya.

Menurutnya, sebagian besar komoditas pangan utama di Indonesia bahkan telah diproduksi secara mandiri di dalam negeri sehingga ketergantungan terhadap impor relatif kecil.

Sejumlah komoditas sudah swasembada

Zulhas menambahkan bahwa beberapa sektor pangan nasional saat ini telah mencapai tingkat swasembada. Komoditas seperti beras, jagung, hingga produk protein hewani sudah mampu dipenuhi oleh produksi dalam negeri.

Hal ini menjadi faktor penting yang membuat ketahanan pangan Indonesia tetap terjaga meskipun terjadi dinamika global.

"Kita swasembada beras, swasembada jagung, ayam, ikan sudah ya. Yang kita impor gandum, gandum tidak dari Timur Tengah tapi dari Eropa dan Kanada ya," tandasnya.

Ia menjelaskan bahwa gandum memang masih menjadi komoditas impor bagi Indonesia. Namun sumber impor tersebut berasal dari negara-negara di luar kawasan Timur Tengah, seperti Eropa dan Kanada.

Stok pangan nasional dipastikan aman

Menutup pernyataannya, Zulhas kembali menegaskan bahwa ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pemerintah juga terus memantau perkembangan harga di pasar untuk memastikan stabilitas tetap terjaga hingga Lebaran tiba.

"Cukup setahun ya. Makasih ya, makasih banyak ya," pungkasnya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |