Rangkuman Viral Tumbler Hilang di KRL: Argi Pegawai KAI Tak Jadi Dipecat, Anita Justru Kehilangan Pekerjaan

16 hours ago 8

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Minggu, November 30, 2025

Perkecil teks Perbesar teks

 Argi Pegawai KAI Tak Jadi Dipecat, Anita Justru Kehilangan Pekerjaan
Rangkuman Viral Tumbler Hilang di KRL: Argi Pegawai KAI Tak Jadi Dipecat, Anita Justru Kehilangan Pekerjaan

PEWARTA.CO.ID — Insiden hilangnya tumbler milik penumpang KRL bernama Anita sempat memicu kegaduhan besar di media sosial.

Kisah yang awalnya hanya soal barang tertinggal, berkembang menjadi isu pemecatan pegawai KAI hingga kontroversi pemberhentian Anita dari tempat kerjanya.

Setelah menjadi perbincangan luas, kasus tersebut kini dipastikan berakhir damai melalui proses mediasi yang difasilitasi PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Pertemuan antara Anita, suaminya Alvin, dan Argi Budiansyah—petugas KAI yang sebelumnya disebut-sebut terkena dampak dari unggahan viral—digelar di Kantor KAI Wisata, Stasiun Gondangdia, Jakarta. Ketiganya telah saling meminta maaf dan berjabat tangan sebagai penanda penyelesaian masalah.

KAI berharap publik dapat kembali melihat persoalan ini secara proporsional, mengingat banyak isu yang beredar tidak sesuai fakta di lapangan.

1. KAI mediasi Anita, Alvin, dan Argi untuk hentikan polemik

Proses mediasi yang dilakukan KAI pada Kamis malam menjadi titik akhir dari rangkaian kontroversi hilangnya tumbler tersebut. Dalam pertemuan yang berlangsung di Stasiun Gondangdia, seluruh pihak saling memaafkan dan sepakat menutup kasus ini.

Menurut KAI, langkah mediasi dilakukan agar persepsi publik dapat kembali diluruskan dan informasi yang simpang siur bisa dikembalikan ke proporsi yang benar.

2. Dirut KAI tegaskan Argi tidak dipecat

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa Argi tidak diberhentikan dari pekerjaannya. Ia mengatakan bahwa perusahaan tetap memberikan perlindungan bagi setiap pegawai yang bertugas di lapangan.

“Setiap Insan KAI berkomitmen melayani pelanggan dengan dedikasi tinggi. Pada saat yang sama, perusahaan berkewajiban melindungi dan memberikan dukungan kepada seluruh pekerja dalam menjalankan peran mereka. Argi tetap menjadi karyawan KAI Group serta bagian dari garda terdepan pelayanan. Terus semangat bertugas dan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan,” ujar Bobby, Jumat (28/11/2025).

Di sisi lain, VP Corporate Communications KAI Anne Purba menegaskan bahwa isu pemecatan Argi adalah kabar yang tidak benar.

“KAI memastikan seluruh proses pelayanan pelanggan berjalan sesuai ketentuan. Kami juga menegaskan bahwa tidak ada pemecatan terhadap petugas terkait, sebagaimana isu yang sebelumnya beredar,” jelas Anne.

3. KAI evaluasi prosedur barang hilang

Anne menambahkan bahwa kasus tumbler hilang ini menjadi momentum bagi KAI untuk memperkuat koordinasi internal, khususnya mengenai prosedur lost and found.

“Kami terus meningkatkan integritas dan kesiapsiagaan seluruh pekerja, baik di area stasiun maupun selama perjalanan, agar layanan semakin responsif dan terpercaya,” ujar Anne.

KAI juga mengingatkan penumpang untuk selalu memperhatikan barang bawaannya selama perjalanan dengan KRL maupun layanan KAI lainnya.

Kasus viral tumbler hilang di KRL berakhir damai
Kasus viral tumbler hilang di KRL berakhir damai.

4. Argi kembali bertugas setelah tahap investigasi

KAI menyatakan Argi akan kembali bekerja mulai Jumat sore, setelah sebelumnya menjalani masa lepas dinas selama proses investigasi berlangsung.

"Argi sampai saat ini, ini bekerja nanti dinasnya jam 3 sore. Nanti dinasnya jam 3 sore," ucap Anne Purba.

Ia menegaskan bahwa lepas dinas bukan bentuk hukuman, melainkan bagian dari SOP KAI agar proses investigasi berjalan tenang dan objektif.

"Selama dalam masa investigasi pasti dia tidak didinaskan… Ini kan sebenarnya perlindungan, bukan berarti dia salah," tambahnya.

5. Anita justru dipecat dari perusahaan

Di sisi lain, Anita yang memviralkan kasus tumbler tersebut ternyata diberhentikan oleh perusahaannya, Daidan Utama Pialang Asuransi. Pengumuman pemecatan itu bahkan disampaikan secara terbuka melalui media sosial.

"Dengan ini kami ingin menginformasikan bahwa per tanggal 27 November 2025 ybs sudah tidak bekerja lagi di perusahaan kami,” demikian kutipan pernyataan perusahaan.

Pihak perusahaan menilai tindakan Anita di media sosial tidak sesuai dengan nilai dan budaya kerja yang mereka pegang.

6. Dirut KCI diganti, KAI klarifikasi bukan karena kasus tumbler hilang

PT KAI Commuter Indonesia (KCI) turut melakukan rotasi jabatan dengan mengganti Direktur Utama Asdo Artriviyanto dengan Mochamad Purnomosidi.

VP Corporate Secretary KCI, Karina Amanda, menegaskan bahwa perubahan struktur direksi tersebut tidak ada hubungannya dengan kasus tumbler yang sedang viral.

"Penggantian tersebut tidak terkait dengan masalah tumbler atau hal lainnya. Namun penggantian tersebut hanya rotasi rutin saja ya," ujarnya.

7. Kronologi lengkap tumbler hilang yang viral

Anita mengunggah cerita kronologis tumbler hilang melalui media sosial, yang kemudian menjadi viral.

“Hari Senin pulang kerja aku naik commuter line St. Tanah Abang - Rangkas Bitung sekitar pukul 19.00. Aku turun di St. Rawa Buntu sekitar pukul 19.40. Setelah turun aku baru tersadar cooler bag ku tertinggal di bagasi commuter line,” tulis Anita.

Ia mengaku telah menghubungi petugas KAI untuk mengamankan barangnya. Cooler bag tersebut ditemukan, tetapi botol minumnya sudah tidak ada. Petugas sempat menawarkan solusi, termasuk bantuan melihat CCTV hingga mengganti tumbler senilai Rp300 ribu.

Namun Anita memilih memviralkan kejadian ini, yang akhirnya berdampak luas termasuk kepada Argi dan dirinya sendiri.

Beredar pula percakapan antara petugas KAI dan suami Anita yang menyebut bahwa pekerjaan Argi terancam karena unggahan tersebut.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |