Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer AS Terbesar di Timur Tengah Al Udeid

2 hours ago 2

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Rabu, Maret 04, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer AS Terbesar di Timur Tengah Al Udeid
Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer AS Terbesar di Timur Tengah Al Udeid

PEWARTA.CO.ID — Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah rudal balistik Iran menghantam Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, markas militer Amerika Serikat terbesar di kawasan tersebut.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini menjadi sorotan tajam karena memperlihatkan celah pertahanan di salah satu fasilitas militer paling strategis milik Washington di kawasan Teluk.

Mengutip laporan Al Jazeera, Kementerian Pertahanan Qatar mengonfirmasi bahwa wilayahnya menjadi target dua rudal balistik yang diluncurkan dari Iran.

Dalam pernyataan resminya, satu rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, sementara satu lainnya jatuh di area Pangkalan Udara Al Udeid yang berada di barat daya Doha.

Serangan tersebut dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa. Namun demikian, peristiwa ini tetap memantik perhatian global, mengingat Al Udeid merupakan pusat operasi militer utama AS di Timur Tengah.

Qatar pastikan situasi terkendali

Kementerian Pertahanan Qatar menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Qatar memiliki kemampuan penuh untuk menjaga kedaulatan dan keamanan wilayahnya. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk merespons secara tegas setiap ancaman eksternal yang mengganggu stabilitas negara.

Pemerintah Qatar turut mengimbau warga, penduduk, serta para pengunjung untuk tetap tenang dan mematuhi arahan resmi. Masyarakat diminta agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi serta menghindari penyebaran rumor yang dapat memperkeruh situasi.

Hingga kini, pihak berwenang belum memberikan keterangan rinci terkait potensi kerusakan material akibat rudal yang jatuh di pangkalan tersebut.

Ratusan proyektil menuju wilayah Qatar

Sebelumnya pada hari yang sama, Kementerian Pertahanan Qatar mengungkap bahwa mereka telah mendeteksi tiga rudal jelajah, 101 rudal balistik, serta 39 drone bunuh diri yang mengarah ke wilayah udara Qatar sejak awal eskalasi serangan Iran.

Dalam pernyataannya disebutkan bahwa seluruh rudal tersebut berhasil dicegat, bersama 24 drone yang berhasil dilumpuhkan sebelum mencapai target.

Pernyataan ini menunjukkan intensitas serangan yang cukup masif, sekaligus memperlihatkan tingginya tingkat kesiapsiagaan sistem pertahanan udara Qatar.

Eskalasi usai serangan besar AS-Israel

Situasi kawasan Timur Tengah memang tengah berada di titik didih. Ketegangan meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer berskala besar terhadap Iran pada Sabtu lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan hampir 800 orang.

Sebagai respons, Iran meluncurkan gelombang serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang menyasar Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

IRGC klaim serang pangkalan AS di sejumlah negara

Mengutip laporan Anadolu Agency, Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC menyatakan telah melancarkan serangan terhadap berbagai target militer AS di kawasan.

Target yang disebut antara lain armada Angkatan Laut AS di Bahrain, Pangkalan Udara Al Minhad di Uni Emirat Arab, serta pangkalan militer AS di Kuwait.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebutkan bahwa 26 unit UAV dan lima rudal balistik diluncurkan ke berbagai sasaran militer AS, baik yang bersifat tetap maupun bergerak, di Kuwait, UEA, Bahrain, serta wilayah Selat Hormuz.

IRGC juga mengklaim bahwa Pangkalan AS Arifjan di Kuwait dihantam oleh selusin UAV. Di UEA, pusat komando dan kendali militer AS di Pangkalan Udara Al-Minhad disebut menjadi target enam UAV dan lima rudal balistik. Sementara itu, fasilitas Angkatan Laut AS di Bahrain dilaporkan diserang enam UAV.

Citra satelit ungkap kerusakan besar

Secara terpisah, citra satelit yang diperoleh oleh Planet Labs dan dianalisis oleh The New York Times menunjukkan kerusakan signifikan di markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain. Sejumlah bangunan di pangkalan regional terbesar Angkatan Laut AS tersebut dilaporkan hancur total akibat serangan Iran.

Temuan ini memperkuat klaim bahwa serangan balasan Iran tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar menyasar infrastruktur militer utama Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Kawasan di ambang konflik lebih luas

Timur Tengah kini berada dalam situasi konfrontasi militer terbuka. Serangan terkoordinasi antara AS dan Israel terhadap Iran disebut menewaskan sejumlah tokoh penting, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran menggempur berbagai aset militer AS serta fasilitas energi di sedikitnya delapan negara, termasuk Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar.

Serangan lintas negara ini menandai eskalasi konflik yang berpotensi meluas dan mengguncang stabilitas global, terutama di sektor energi dan keamanan internasional.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |