Google Gemini AI Kini Bisa Bikin Lagu Sendiri, Cukup Tulis Prompt atau Unggah Foto untuk Ciptakan Karya Musik

14 hours ago 11

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Kamis, Februari 19, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Google Gemini AI Kini Bisa Bikin Lagu Sendiri, Cukup Tulis Prompt atau Unggah Foto untuk Ciptakan Karya Musik
Google Gemini AI Kini Bisa Bikin Lagu Sendiri, Cukup Tulis Prompt atau Unggah Foto untuk Ciptakan Karya Musik

PEWARTA.CO.ID — Inovasi kecerdasan buatan kembali melangkah lebih jauh. Google resmi menghadirkan kemampuan baru pada layanan AI andalannya, Google Gemini, yang kini dapat menciptakan trek musik berdurasi 30 detik hanya dari perintah teks atau prompt pengguna.

Fitur anyar ini ditenagai oleh Lyria 3, model musik generatif terbaru besutan Google DeepMind. Peluncuran dilakukan dalam versi beta melalui aplikasi Google Gemini dan sudah dapat diakses di sejumlah bahasa internasional, termasuk Inggris, Jerman, Spanyol, Prancis, Hindi, Jepang, Korea, hingga Portugis.

Bisa dicoba semua pengguna dewasa

Mengutip laporan GSM Arena, fitur ini terbuka bagi siapa saja yang berusia di atas 18 tahun. Namun, pengguna berlangganan Google AI Plus, Pro, maupun Ultra disebut akan memperoleh batas penggunaan yang lebih besar dibandingkan akun gratis.

Cara menggunakannya pun cukup sederhana. Pengguna hanya perlu mendeskripsikan ide lagu yang diinginkan. Bahkan, Gemini juga bisa mengambil inspirasi dari foto atau video yang diunggah. Sistem kemudian akan mengolahnya menjadi lagu pendek lengkap dengan lirik maupun versi instrumental.

Tak hanya itu, sampul album untuk lagu yang dihasilkan dibuat secara otomatis menggunakan Nano Banana, sehingga pengalaman kreatif terasa lebih utuh.

Bukan untuk jadi mahakarya

Dalam penjelasan resminya di blog perusahaan, Google menegaskan bahwa fitur ini lebih menitikberatkan pada ekspresi kreatif, bukan menciptakan karya musik profesional.

“tujuan dari lagu-lagu ini bukanlah untuk menciptakan sebuah mahakarya musik, melainkan untuk memberi Anda cara yang menyenangkan dan unik untuk mengekspresikan diri.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa teknologi ini dirancang sebagai medium eksplorasi ide, bukan sebagai alat produksi musik komersial tingkat tinggi.

Pengguna dapat menentukan genre, suasana hati, kenangan pribadi, bahkan lelucon internal untuk membentuk lagu sesuai keinginan. Gemini juga akan menyusun lirik secara otomatis, sehingga pengguna tidak perlu repot menuliskannya sendiri.

Dilengkapi tanda air AI

Setiap lagu yang dihasilkan melalui Gemini disematkan SynthID, yaitu watermark tak kasatmata milik Google yang berfungsi mengidentifikasi konten buatan AI. Langkah ini menjadi bagian dari upaya transparansi dan akuntabilitas dalam pemanfaatan teknologi generatif.

Google juga menekankan bahwa sistem pembuatan musik ini tidak dirancang untuk meniru penyanyi atau musisi tertentu. Jika pengguna menyebut nama artis dalam prompt, Gemini hanya akan menjadikannya sebagai inspirasi umum dalam hal gaya atau nuansa, bukan mereplikasi karakteristik spesifik artis tersebut.

Perusahaan turut memastikan adanya mekanisme penyaringan untuk membandingkan hasil keluaran dengan karya yang sudah ada, guna meminimalkan potensi pelanggaran hak cipta. Pengguna pun diberikan opsi untuk melaporkan konten yang dianggap melanggar hak orang lain.

Dengan hadirnya fitur ini, Google semakin memperluas kapabilitas AI generatifnya, bukan hanya dalam teks dan gambar, tetapi juga musik. Kini, siapa pun bisa menjadi “komposer dadakan” hanya lewat beberapa baris prompt.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |