Redaksi Pewarta.co.id
Minggu, November 30, 2025
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Viral Mini Market Dijarah Usai Banjir Bandang Tapanuli Tengah, Warga Klaim Bantuan Tidak Merata |
PEWARTA.CO.ID — Sebuah video yang menampilkan aksi penjarahan di salah satu gerai Alfamidi di Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mendadak viral di berbagai platform media sosial.
Rekaman itu memperlihatkan warga yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor memasuki toko dan mengambil berbagai kebutuhan pokok dari etalase.
Peristiwa ini terjadi di tengah situasi darurat pascabencana yang melanda Tapanuli Tengah pada 24 November 2025. Daerah tersebut menjadi salah satu kawasan dengan dampak paling parah setelah banjir bandang dan longsor menerjang secara tiba-tiba.
Juru Bicara Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, membenarkan kejadian penjarahan tersebut.
"Menyikapi video penjarahan yang terjadi di Tapanuli Tengah. Kasus itu sudah ditangani Polres Tapanuli Tengah," kata Ferry, Sabtu (29/11) malam.
PERLU DIBACA JUGA!
Viral Kayu Gelondongan Terseret Banjir di Tapanuli, MPR Desak Telusuri Asal-usulnya
Distribusi bantuan tersendat karena akses putus
Ferry menjelaskan bahwa warga diminta tetap tenang dan menahan diri. Bantuan logistik dari pemerintah sebenarnya sedang dalam proses menuju lokasi, namun pendistribusiannya terhambat kondisi jalan yang rusak akibat longsor. Akses menuju sejumlah kecamatan terputus, terutama jalur dari Tapanuli Utara ke Tapanuli Tengah.
"Saat ini terkendala bencana tanah longsor, di Tapanuli Utara ke Tapanuli Tengah. Kami mengharapkan (warga) untuk bersabar," ujarnya.
![]() |
| Aksi penjarahan di mini market Tapanuli Tengah |
Warga klaim bantuan tidak merata
Di sisi lain, sejumlah warga mengaku terpaksa menjarah mini market karena kesulitan mendapatkan makanan dan air bersih. Damai Mendrofa, salah seorang warga yang terdampak, menyampaikan alasan di balik aksi tersebut.
"Kami berjuang sendiri cari pasokan makanan dan air bersih. Tak ada informasi apa pun soal bantuan logistik itu. Kondisi terisolasi ini akan juga memicu angka kriminalitas," ungkapnya.
MASIH TERKAIT!
Pemerintah Kirim Alat Berat untuk Penanganan Banjir dan Longsor di Aceh hingga Sumbar
BNPB sebut Tapanuli Tengah jadi wilayah terparah
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan dampak terparah akibat bencana ini.
Hingga Jumat (28/11), tercatat 47 orang meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan tersebut.
Situasi darurat ini masih berlangsung, sementara proses evakuasi, pencarian korban, serta distribusi kebutuhan pokok terus dikerjakan oleh tim gabungan.
Pemerintah daerah dan aparat kepolisian juga berupaya menenangkan warga serta memastikan keamanan di wilayah terdampak.




















































