Redaksi Pewarta.co.id
Kamis, Mei 07, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari. |
PEWARTA.CO.ID — Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) menggandeng New Media Forum sebagai bagian dari penguatan ekosistem media digital nasional.
Langkah tersebut dilakukan seiring perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang kini lebih banyak mengandalkan platform digital dibanding media konvensional.
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menjelaskan, keterlibatan media digital atau yang kerap disebut homeless media menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas jangkauan komunikasi publik agar lebih relevan dengan perkembangan teknologi dan perilaku masyarakat saat ini.
Dalam konferensi pers yang digelar Rabu (6/5/2026), Qodari menilai komunikasi publik tidak lagi cukup hanya mengandalkan media tradisional. Menurutnya, media sosial dan berbagai platform digital kini telah menjadi ruang utama masyarakat dalam memperoleh informasi.
"Kehadiran teman-teman New Media mencerminkan upaya Bakom untuk menjangkau publik seluas-luasnya, tidak hanya melalui media konvensional, tetapi juga melalui kanal-kanal digital yang pada hari ini telah menjadi realita media atau realita komunikasi digital sebagai bentuk dari perkembangan teknologi dan sosial kemasyarakatan," kata Qodari dikutip Antara News, Rabu (6/5).
Daftar homeless media yang disebut Bakom RI
Istilah homeless media merujuk pada media digital yang awalnya hadir tanpa struktur kelembagaan seperti media arus utama. Namun, seiring berkembangnya industri digital, banyak platform tersebut kini telah berkembang menjadi entitas media baru dengan perusahaan, redaksi, hingga identitas organisasi yang lebih jelas.
Dalam kesempatan tersebut, Bakom RI menyebut sejumlah platform media digital populer yang telah memiliki pengaruh besar di media sosial. Beberapa di antaranya bahkan dikenal memiliki jutaan pengikut dan jangkauan tayangan yang sangat tinggi.
Berikut daftar homeless media yang disebut Bakom RI dalam konferensi pers:
- Folkative — IG @folkative
- Indozone — IG @indozone.id
- Dagelan — IG @dagelan
- Indomusikgram — IG @indomusikgram
- Infipop — IG @infipop.id
- Narasi — IG @narasinewsroom
- Muslim Folks — IG @muslimfolks.id
- USS Feeds — IG @ussfeeds
- Bapak-Bapak ID — IG @bapak2id
- Menjadi Manusia — IG @menjadimanusia.id
- GNFI — IG @gnfi
- Cretivox — IG @cretivox
- Kok Bisa — IG @kokbisa
- Taubatters — IG @taubatters
- Pandemic Talks — IG @pandemictalks
- Kawan Hawa — IG @kawanhawa
- Volix — IG @volix.media
- Ngomongin Uang — IG @ngomonginuang
- Big Alpha — IG @bigalphaid
- Good Stats — IG @goodstats.id
- Hai Dudu — IG @hai.dudu
- Proud Project — IG @proud.project
- Vibiz — IG @vibizmedia
- Unframed — IG @unframed.it
- Kumpul Leaders — IG @kumpul.leaders
- CXO Media — IG @cxomedia
- The Maple Media — IG @themaplemedia
- How to be Nothing — IG @htbn.id
- Everest Media — IG @everestmedia.id
- Geometry Media — IG @geometrymedia
- Folks Daily
- Dream — IG @dreamcoid
- Melodi Alam — IG @melodi.alam
- NKTSHI
- Modestalk — IG @modestalk.id
- Lead Media — IG @lead.co.id
- Nalar TV — IG @redaksinalartv
- Mahasiswa dan Jakarta — IG @mahasiswadanjakarta
- Notch Plus
- Mature Indonesia — IG @mature.idn
Beberapa nama yang cukup dikenal publik di antaranya adalah Narasi milik Najwa Shihab, CXO Media yang berada dalam ekosistem bisnis Chairul Tanjung, hingga Folkative, USS Feeds, dan Indozone yang selama ini aktif membangun audiens di media sosial.
Qodari juga menyoroti besarnya pengaruh media digital tersebut dalam membentuk arus informasi di masyarakat. Ia menyebut sejumlah New Media memiliki pengikut hingga ratusan juta dengan total tayangan bulanan mencapai miliaran.
"Dengan realita bahwa New Media sudah punya followers yang cukup besar, mungkin bisa sampai 100 juta dengan views yang bisa mencapai angka miliaran, 4 sampai 6 miliar satu bulan, hemat kami yang terbaik adalah kita bisa engage agar membuat kualitas New Media semakin meningkat," paparnya.



















































