![]() |
| ITSEC Asia resmi meluncurkan ITSEC Cyber & AI Academy sebagai bagian dari upaya memperkuat talenta cybersecurity dan AI di Indonesia. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Kebutuhan tenaga profesional di bidang cybersecurity dan artificial intelligence (AI) terus meningkat seiring semakin cepatnya digitalisasi di Indonesia. Menjawab kebutuhan tersebut, PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia) (IDX: CYBR) resmi memperkenalkan ITSEC Cyber & AI Academy di kantor pusat perusahaan di Jakarta.
Academy tersebut dirancang sebagai wadah pengembangan kompetensi cybersecurity dan AI dengan pendekatan yang mengutamakan praktik, pengalaman di dunia nyata, serta penggunaan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan profesional dan organisasi.
Peluncuran ITSEC Cyber & AI Academy dihadiri sejumlah pejabat pemerintah dan perwakilan institusi nasional. Di antaranya Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Nezar Patria, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Edwin Hidayat, serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Stella Christie.
Hadir pula Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Nabilla Karbala serta Komandan Satuan Siber TNI AU Marsekal Pertama TNI I Ketut S. Wahyu Wijaya, M.A., yang mewakili Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., selaku Kepala Staf Angkatan Udara.
Acara tersebut juga diikuti para pelaku industri, profesional teknologi, mitra dan perwakilan media.
Kebutuhan talenta digital terus meningkat
Perkembangan teknologi digital dan pemanfaatan AI membuat kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang tidak hanya mampu mengembangkan teknologi, tetapi juga menjaganya dari ancaman semakin penting.
Organisasi kini membutuhkan profesional yang memahami keamanan siber, mampu menguji ketahanan sistem, mengembangkan solusi berbasis AI, sekaligus memperhatikan aspek keamanan dan tata kelola.
Penguatan kemampuan di bidang cybersecurity dan AI pun menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan Indonesia menghadapi perkembangan ekonomi digital.
Pemerintah juga terus mendorong peningkatan kapasitas talenta digital dan AI agar Indonesia memiliki kemampuan yang lebih kuat dalam mengembangkan serta memanfaatkan teknologi.
“Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada 2030, sementara saat ini kita baru memiliki sekitar 3 juta. Kesenjangan ini tidak dapat diatasi oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, industri dan institusi pendidikan untuk menyiapkan talenta yang dibutuhkan Indonesia di tengah pertumbuhan ekonomi digital. Inisiatif seperti ITSEC Cyber & AI Academy dapat menjadi bagian dari upaya tersebut dengan memperkuat kesiapan talenta di bidang cybersecurity dan AI,” ujar Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.
Pengalaman 16 tahun dibawa ke pengembangan talenta
ITSEC Asia membawa pengalaman 16 tahun di industri cybersecurity ke dalam pengembangan ITSEC Cyber & AI Academy.
Pengalaman perusahaan dalam membantu organisasi menghadapi berbagai persoalan keamanan siber kemudian diterjemahkan ke dalam materi dan proses pembelajaran yang ditujukan agar peserta memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan profesional.
"Selama 16 tahun, ITSEC Asia telah berada di garis depan cybersecurity. Sekarang kami membawa pengalaman tersebut ke dalam pengembangan talenta yang akan menjadi bagian dari generasi berikutnya yang menjaga masa depan digital Indonesia," ujar Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia.
"Tantangan cybersecurity dan AI terus berkembang. Karena itu, kita membutuhkan lebih banyak profesional yang mampu memahami teknologi secara praktis, mengamankannya dan menggunakannya secara bertanggung jawab. ITSEC Cyber & AI Academy merupakan bagian dari komitmen kami untuk berkontribusi pada penguatan kapabilitas digital Indonesia."
Dengan mengusung filosofi "We don't just train defenders. We create them.", ITSEC Cyber & AI Academy menerapkan pendekatan practitioner-led.
Model tersebut menempatkan pengalaman praktis sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran. Peserta dapat mengikuti tahapan pengembangan kompetensi yang meliputi asesmen, pembelajaran, praktik hingga evaluasi.
Stella Christie menilai penguasaan teknologi juga perlu berjalan seiring dengan kemampuan dalam memahami dan menjaga data.
“Indonesia memiliki kekuatan besar dalam bentuk data. Namun, data baru menjadi kekuatan strategis ketika kita memiliki kemampuan untuk melindunginya dan menggunakannya dengan tepat. AI dapat membantu kita menyelesaikan berbagai persoalan yang relevan bagi Indonesia, tetapi hal tersebut membutuhkan talenta yang memahami teknologi sekaligus data yang menjadi dasarnya,” ujar Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Dua fokus utama Cyber & AI Academy
ITSEC Cyber & AI Academy memiliki dua jalur utama pengembangan kompetensi, yakni Cybersecurity Academy: Defend & Attack dan AI Academy: Build & Govern.
Pada jalur Cybersecurity Academy, peserta diarahkan untuk memahami cara mengidentifikasi, menguji, melindungi, serta merespons berbagai ancaman siber.
Pendekatan tersebut menggabungkan perspektif defensif dan ofensif sehingga peserta tidak hanya memahami cara mempertahankan sistem, tetapi juga mengetahui bagaimana kerentanan dapat ditemukan dan diuji.
Sementara itu, AI Academy berfokus pada kemampuan membangun, menerapkan dan mengelola teknologi AI dengan memperhatikan faktor keamanan serta tata kelola.
Jalur tersebut ditujukan untuk menjawab kebutuhan organisasi yang semakin banyak memanfaatkan AI dalam aktivitas bisnis maupun proses pengambilan keputusan.
Yulius C. Rusli, President Director ITSEC Cyber & AI Academy, mengatakan program tersebut disusun berdasarkan persoalan dan kebutuhan yang benar-benar ditemui para profesional di lapangan.
"Kami membangun Academy dengan pendekatan yang berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan. Peserta tidak hanya mempelajari konsep cybersecurity dan AI, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menguji kemampuan melalui asesmen, pembelajaran adaptif dan simulasi yang dirancang menyerupai kondisi yang mereka hadapi dalam pekerjaan."
"Ekosistem teknologi seperti AKSI, CAKRA, SAKTI, PERISAI dan JAGA memungkinkan kami membangun perjalanan pembelajaran yang lebih terukur, mulai dari mengidentifikasi kompetensi hingga menguji kemampuan dalam skenario yang realistis."
Ekosistem teknologi untuk pembelajaran dan simulasi
Untuk menunjang proses tersebut, ITSEC Cyber & AI Academy mengembangkan ekosistem teknologi yang mencakup berbagai tahapan, mulai dari asesmen hingga simulasi dan peningkatan kesadaran keamanan siber.
Salah satunya adalah AKSI (Asesmen Kompetensi Sistematis dan Integratif) yang digunakan untuk melihat kompetensi kandidat, termasuk kemampuan teknis, aptitude, serta soft skills.
Kemudian terdapat CAKRA (Capaian Akademik Kompetensi Siber Resiliensi Akselerasi) yang digunakan untuk mendukung pengelolaan pembelajaran sekaligus kompetensi dalam satu lingkungan.
Untuk pembelajaran berbasis AI, SAKTI (Sistem AI untuk Kompetensi, Teknologi, dan Inovasi) menyediakan jalur adaptif yang mencakup AI, cybersecurity, intelligence, data dan programming.
Platform tersebut juga dilengkapi evaluasi yang dipersonalisasi serta fitur proctoring dan anti-cheating.
Sementara PERISAI (Platform Emulasi Realistik untuk Intelijen Siber dan Ancaman Infrastruktur) berfungsi sebagai cyber range berbasis AI untuk menghadirkan simulasi yang berkaitan dengan cybersecurity, AI security dan intelligence.
Adapun JAGA (Jaringan Awareness dan Governance untuk Aset Nasional) diarahkan untuk mendukung kebutuhan cyber awareness organisasi melalui simulasi phishing berbasis AI, pelatihan interaktif dan analitik kinerja.
Keseluruhan teknologi tersebut dirancang agar proses identifikasi kompetensi, pembelajaran, praktik, simulasi dan evaluasi dapat terhubung dalam satu rangkaian pengembangan kemampuan.
Membangun pipeline talenta cybersecurity dan AI
Kehadiran ITSEC Cyber & AI Academy menjadi bagian dari upaya ITSEC Asia memperluas kontribusinya terhadap pengembangan ekosistem digital Indonesia.
Penguatan talenta cybersecurity dan AI dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, industri, institusi pendidikan hingga komunitas teknologi.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar kemampuan tenaga profesional dapat terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi sekaligus kebutuhan dunia kerja.
Melalui pengalaman selama 16 tahun di bidang cybersecurity, ITSEC Asia membawa kompetensi industrinya ke ranah pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Langkah tersebut diarahkan untuk membantu membangun pipeline talenta yang mampu menghadapi ancaman siber sekaligus menggunakan AI dengan memperhatikan aspek keamanan dan tanggung jawab.
ITSEC CyberTalent dukung talenta muda
Selain meluncurkan Academy, ITSEC Asia juga menjalankan ITSEC CyberTalent, sebuah inisiatif yang ditujukan untuk mendukung talenta muda Indonesia yang memiliki potensi di bidang cybersecurity.
Program tersebut memberikan akses terhadap pembelajaran, pendampingan dan pengalaman industri agar peserta dapat mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Dalam momentum peluncuran ITSEC Cyber & AI Academy, ITSEC Asia memberikan dukungan kepada Ibrahim Al Abrar, pelajar asal Boyolali, Jawa Tengah.
Ibrahim menerima Letter of Appreciation dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) setelah menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan pada salah satu sistem publik NASA melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP).
Dukungan ITSEC Asia kepada Ibrahim mencakup perangkat yang dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran cybersecurity, pelatihan privat bersama para ahli cybersecurity ITSEC Asia, serta peluang mengikuti program magang di ITSEC Asia setelah memenuhi persyaratan yang berlaku.
"Selama 16 tahun kami melihat bahwa talenta hebat dapat lahir dari mana saja. Tantangan terbesar sering kali bukan kemampuan, melainkan akses terhadap pembelajaran, pendampingan dan kesempatan. Melalui ITSEC CyberTalent, kami ingin membantu talenta muda Indonesia terus berkembang sehingga mereka dapat berkontribusi bagi keamanan digital Indonesia di masa depan," ujar Patrick Dannacher.
Melalui ITSEC Cyber & AI Academy dan ITSEC CyberTalent, ITSEC Asia menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang cybersecurity dan AI.
Pengembangan tersebut dilakukan melalui pendidikan terstruktur sekaligus dukungan kepada individu yang memiliki potensi di bidang keamanan siber.
Ke depan, ITSEC Cyber & AI Academy akan mengembangkan program pembelajaran, memperluas kerja sama dengan berbagai institusi, serta menghadirkan inisiatif pengembangan talenta lainnya untuk mendukung kebutuhan tenaga profesional cybersecurity dan AI di Indonesia.
Tentang PT ITSEC Asia Tbk
PT ITSEC Asia Tbk atau ITSEC Asia (IDX: CYBR) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang keamanan siber dan AI di Indonesia.
Perusahaan menyediakan perlindungan data secara menyeluruh bagi perusahaan dan individu di tengah perkembangan ancaman siber. Kapabilitasnya mencakup operasi keamanan siber, intelijen ancaman dan pertahanan berbasis AI.
ITSEC Asia tercatat di Bursa Efek Indonesia dan memiliki lebih dari 400 ahli yang tersebar di Indonesia, Singapura, Australia, Mauritius dan Dubai.
Layanan yang disediakan mencakup konsultasi strategis, integrasi solusi teknologi, Security Operation Center (SOC) hingga Managed Security Services (MSS).
Perusahaan juga telah terverifikasi oleh BSSN dan memiliki sejumlah sertifikasi internasional, antara lain ISO 27001, ISO 9001 dan ISO 14001, serta menjadi anggota resmi CREST.
Kemampuan tersebut diperkuat tenaga profesional dengan berbagai sertifikasi global, termasuk OSCP, OSCE, OSEP, OSWE, CRT, CPSA, CRTP, CISSP, CISA, CISM, CSXF, CSXP, CEH, GPEN, GSEC, GCIA, GCIH dan GDPR.
Salah satu produk yang dikembangkan ITSEC adalah IntelliBroń, platform lokal yang dirancang untuk membantu mengidentifikasi, menganalisis dan merespons insiden siber secara real-time.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya ITSEC Asia mendukung transformasi digital yang aman sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan ancaman siber.
Tentang ITSEC Cyber & AI Academy
PT ITSEC Cyber Academy yang beroperasi dengan nama ITSEC Cyber & AI Academy merupakan anak perusahaan PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR).
Perusahaan ini berfokus pada pendidikan dan pengembangan talenta di bidang cybersecurity dan kecerdasan artifisial (AI).
Program yang dikembangkan mencakup pelatihan, sertifikasi dan pengembangan kompetensi dengan materi yang diarahkan pada kebutuhan praktis serta perkembangan teknologi dan ancaman siber global.
Dengan dukungan pengalaman ITSEC Asia di industri cybersecurity, Academy mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan industri.
Pendekatan tersebut ditujukan untuk mempersempit kesenjangan antara kebutuhan organisasi dan kesiapan talenta, sekaligus mendukung terbentuknya sumber daya manusia yang kompeten menghadapi perkembangan cybersecurity dan AI.



















































