Kemnaker perkuat kompetensi tenaga kerja di Medan lewat pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
![]()
Oleh Redaksi PEWARTA
Jumat, Agustus 28, 2026
![]() |
| Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor (paling kiri) saat menghadiri kegiatan pelatihan di BBPVP Medan. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat kompetensi tenaga kerja di Medan melalui pelatihan berbasis kompetensi (PBK) yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Program yang dijalankan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan itu melibatkan pemerintah daerah, dunia industri, lembaga pendidikan, serta berbagai mitra.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan kolaborasi lintas sektor diperlukan agar pelatihan dapat menjangkau lebih banyak peserta sekaligus menghasilkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
“Sinergi ini memperluas jangkauan pelatihan dan memastikan bahwa keterampilan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ujar Afriansyah dalam kegiatan di BBPVP Medan, Kamis (20/8/2026).
Ia juga mengingatkan peserta untuk memanfaatkan masa pelatihan dengan sungguh-sungguh sebagai bekal menghadapi dunia kerja.
“Serap ilmu sungguh-sungguh, karena keterampilan yang Anda peroleh di sini adalah bekal berharga untuk masa depan,” katanya.
Pelatihan untuk peserta penyandang disabilitas
Dalam kegiatan tersebut, Afriansyah turut menutup pelatihan Housekeeping yang diselenggarakan BBPVP Medan bersama Yayasan PLAN International Indonesia.
Peserta pelatihan tersebut berasal dari kalangan penyandang disabilitas.
Afriansyah mengapresiasi para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan. Ia juga mendorong mereka untuk terus meningkatkan kompetensi dan membangun kepercayaan diri.
Mencakup sejumlah bidang keterampilan
Pelatihan berbasis kompetensi yang diselenggarakan BBPVP Medan mencakup sejumlah bidang, mulai dari pariwisata hingga bisnis dan manajemen.
Program tersebut juga meliputi bidang smart supply chain serta teknologi informasi dan komunikasi.
Melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia industri, Kemnaker berupaya memperkuat kompetensi tenaga kerja agar keterampilan yang dimiliki semakin relevan dengan kebutuhan pasar kerja.



















































