Komisi III DPR Desak Polisi Usut Tuntas Temuan 995 Senpi di Sekolah Swasta Jaksel, Diduga Langgar UU Darurat

17 hours ago 12

Temuan 995 senpi di sekolah swasta Jaksel disorot Komisi III DPR. Polisi didesak usut tuntas dugaan pelanggaran UU Darurat.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Jumat, Agustus 07, 2026

temuan 995 senpi di sekolah swasta jaksel diduga langgar uu darurat
Temuan 995 senjata api, amunisi, dan barang ilegal di sekolah swasta Jakarta Selatan menjadi sorotan Komisi III DPR yang meminta penyelidikan menyeluruh. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Penemuan ratusan senjata api, amunisi, dan barang terlarang di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mendapat perhatian serius dari Komisi III DPR RI. Kepolisian diminta mengusut tuntas kasus tersebut hingga mengungkap asal-usul dan pihak yang bertanggung jawab.

Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra, menilai keberadaan senjata api dan narkotika di lingkungan pendidikan merupakan persoalan serius yang diduga melanggar Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman berat.

"Kita menyayangkan di sekolah, tempat mendidik generasi bangsa, ditemukan barang-barang seperti ini, apalagi senpi dan narkoba. Kita minta polisi mengusut tuntas, karena ini melanggar Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman sangat berat," kata Tandra kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).

BACA JUGA!

7 Fakta Penemuan 995 Senjata di Sekolah Jaksel, Polisi Selidiki Dugaan Narkoba hingga Ruang Mirip Bunker

Komisi III minta jaringan di balik penyimpanan senjata diungkap

Menurut Tandra, penemuan hampir seribu senjata api di wilayah ibu kota menjadi peringatan serius bagi aparat penegak hukum. Ia meminta penyelidikan tidak berhenti pada penangkapan pelaku, tetapi juga mengungkap jaringan yang diduga terlibat dalam penyimpanan senjata tersebut.

Ia menduga ada pihak yang memanfaatkan lingkungan institusi pendidikan sebagai lokasi penyimpanan berbagai barang ilegal.

"Dari mana asal-usul senjata itu dan akan dipergunakan untuk apa harus dicari tahu. Termasuk temuan narkoba yang sangat mengancam generasi muda. Ini penting agar kita bisa mengantisipasi rencana kejahatan yang membahayakan keamanan negara," ujarnya.

Ratusan senjata ditemukan bersama narkotika

Sebagai informasi, sebanyak 995 senjata api beserta amunisi ditemukan tersimpan di salah satu ruangan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2026).

Sekitar satu bulan setelah penemuan tersebut, di lokasi yang sama kembali ditemukan berbagai barang ilegal, mulai dari satu kotak kaset VCD pornografi, narkotika jenis sabu dan ganja, hingga sejumlah senjata laras panjang.

Jenis senjata yang ditemukan terdiri atas berbagai kaliber, seperti 5,56 mm, .40, 9 mm, Walther, .22, hingga karabin M4. Polisi juga menemukan alat pembuat peluru, magazen Glock, serta 30 butir amunisi.

Yayasan menduga barang milik mantan ketua pengurus

Pihak yayasan menduga seluruh barang ilegal itu merupakan milik mantan Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD yang telah diberhentikan pada April 2026.

Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, menjelaskan bahwa penemuan tersebut terjadi secara tidak sengaja ketika pihak sekolah hendak membuka ruangan bekas IWD untuk mengambil perlengkapan sekolah.

"Namun, tiba-tiba ketika kita membuka ruangan untuk kepentingan sekolah ini, kita menemukan peralatan yang disebut senjata."

"Air gun yang bisa membunuh karena larasnya polos, tidak ada alur," kata Untung, Kamis (6/8/2026).

Polisi telah menerima laporan

Atas temuan itu, kuasa hukum sekolah Hermawanto melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk memperoleh pendampingan.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo membenarkan pihaknya menerima laporan pada 15 Juli 2026. Setelah mendatangi lokasi, polisi langsung membuat Laporan Polisi (LP) Model A.

"Sebelum adanya laporan polisi dari masyarakat, Polres Metro Jakarta Selatan telah membuat Laporan Polisi Model A sesaat setelah ditemukannya kejadian tersebut," ujar Joko.

Diduga terdapat bungker di dalam ruangan

Selain senjata yang ditemukan di dalam lemari, pihak sekolah juga menduga ruangan bekas IWD memiliki sebuah bungker yang hingga kini belum dapat dibuka.

Dugaan tersebut muncul karena terdapat bagian ruangan yang masih terkunci dan kuncinya diduga masih berada dalam penguasaan IWD. Oleh sebab itu, pihak sekolah berharap kepolisian segera menindaklanjuti penyelidikan, termasuk membongkar dugaan adanya bungker di lingkungan sekolah tersebut.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |