Redaksi Pewarta.co.id
Sabtu, Februari 14, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Mobil Water Treatment BNPB Tampil di IIMS 2026, Siap Diterjunkan ke Lokasi Bencana |
PEWARTA.CO.ID — Kehadiran kendaraan tanggap darurat milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencuri perhatian di ajang Indonesia International Motor Show atau IIMS 2026.
Bukan sekadar kendaraan niaga biasa, unit tersebut merupakan mobil water treatment yang disiapkan untuk mendukung distribusi sekaligus pengolahan air bersih di wilayah terdampak bencana.
Mobil ini bahkan telah dikerahkan untuk membantu penanganan bencana di wilayah Sumatera. Keberadaannya di pameran otomotif nasional itu menjadi bukti bahwa kendaraan operasional kebencanaan juga memiliki peran strategis dalam penyelamatan dan pemulihan pascabencana.
Andalkan DFSK Super Cab untuk operasional bencana
Unit water treatment tersebut dibangun menggunakan basis kendaraan niaga ringan DFSK Super Cab. Meski telah dimodifikasi secara khusus untuk kebutuhan kebencanaan, spesifikasi teknis utamanya tetap dipertahankan.
Tenaga Ahli Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Maria Agustina Hutagaol, menegaskan bahwa mobil ini memiliki fungsi vital dalam memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak.
“Air diuji di laboratorium daerah dan ada sertifikatnya. Hasilnya layak diminum,” ujar Maria di arena IIMS 2026, dikutip Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya, proses pengolahan air dilakukan langsung di dalam unit kendaraan sehingga air yang dihasilkan memenuhi standar kelayakan konsumsi. Hal ini sangat penting, terutama di lokasi bencana yang kerap mengalami krisis air bersih akibat rusaknya infrastruktur.
Maria juga mengungkapkan alasan pemilihan Super Cab sebagai kendaraan operasional. Ia menyebut kendaraan tersebut memiliki daya tahan yang baik untuk membawa mesin pengolahan air yang bobotnya cukup berat.
“DFSK Super Cab ini memiliki kualitas yang baik dan standar di atas rata-rata. Kita membawa mesin water treatment yang berat, jadi butuh kendaraan yang kuat dan tangguh, apalagi kondisi jalan di lokasi bencana sering rusak,” ujar Maria.
Kondisi medan yang tidak menentu, mulai dari jalan berlumpur hingga akses yang rusak, menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kendaraan operasional. Karena itu, kekuatan rangka dan ketangguhan mesin menjadi faktor krusial.
Platform fleksibel untuk beragam kebutuhan
Dari sisi produsen, Head of Sales & Marketing PT Sokonindo Automobile, Doni Putra Okten, menjelaskan bahwa Super Cab memang dirancang sebagai kendaraan multifungsi dengan struktur yang kokoh.
“DFSK Super Cab dirancang sebagai kendaraan multifungsi dengan platform yang fleksibel dan konstruksi kokoh," kata Doni Putra Okten.
Ia menambahkan, kendaraan ini tidak hanya cocok untuk kebutuhan distribusi barang dan logistik, tetapi juga dapat diadaptasi menjadi unit khusus seperti mobil water treatment untuk mendukung operasional BNPB.
Fleksibilitas platform inilah yang memungkinkan kendaraan dimodifikasi sesuai kebutuhan konsumen, termasuk instansi pemerintah maupun sektor swasta.
Terkait proses modifikasi, Doni menyebut pihaknya melayani permintaan custom dari pelanggan dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar satu bulan.
"Kalau custom kita biasanya permintaan konsumen ya. Average 30 hari kerja untuk modifikasinya," katanya.
Spesifikasi dan harga
Secara dimensi, Super Cab memiliki ukuran bak sepanjang 2.470 mm, lebar 1.670 mm, dan tinggi 240 mm. Kapasitas angkutnya mencapai 1,2 ton, cukup untuk membawa perangkat pengolahan air beserta perlengkapan pendukung lainnya.
Untuk sektor dapur pacu, kendaraan ini dibekali mesin bensin DK15 1.500 cc Dual VVT yang mampu menghasilkan tenaga 102 PS dan torsi 140 Nm. Performa tersebut dinilai memadai untuk operasional di berbagai kondisi jalan, termasuk area terdampak bencana.
Di pasar otomotif nasional, DFSK Super Cab dipasarkan dengan harga mulai Rp158,5 juta on the road Jakarta.
Kehadiran mobil water treatment BNPB di IIMS 2026 tak hanya memperlihatkan inovasi kendaraan operasional, tetapi juga menegaskan pentingnya sinergi antara industri otomotif dan lembaga penanggulangan bencana dalam memperkuat respons kemanusiaan di Indonesia.



















































