TB Hasanuddin mendesak aparat mengusut temuan 995 senjata api, narkotika, dan barang bukti di sekolah Kebayoran Lama.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Jumat, Agustus 07, 2026
![]() |
| Temuan 995 senjata api dan narkotika di sebuah sekolah swasta di Kebayoran Lama mendapat sorotan serius dari TB Hasanuddin. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, meminta aparat penegak hukum mengusut secara menyeluruh penemuan 995 senjata api, narkotika, serta kepingan VCD bermuatan pornografi di salah satu ruangan sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, kasus tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan biasa karena berkaitan langsung dengan aspek keamanan negara dan keselamatan masyarakat.
Temuan dinilai sangat serius
TB Hasanuddin menilai jumlah senjata api yang ditemukan sangat besar sehingga patut menjadi perhatian serius. Ia menyebut kepemilikan senjata dalam jumlah tersebut diduga tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku.
"Sebanyak 995 pucuk senjata api bukanlah jumlah yang sedikit. Kepemilikan senjata sebanyak itu mengindikasikan adanya prosedur yang diduga telah dilanggar, karena tidak mungkin seseorang secara sah memiliki senjata dalam jumlah sebesar itu," kata TB Hasanuddin, Jumat (7/8/2026).
Selain ratusan senjata api, aparat juga menemukan narkotika di lokasi yang sama. Menurutnya, kedua temuan tersebut merupakan dugaan tindak pidana yang harus diproses secara serius sesuai ketentuan hukum.
"Senjata api yang jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab dapat membahayakan masyarakat bahkan mengancam keamanan negara. Begitu pula dengan narkotika yang harus diusut untuk mengetahui tujuan kepemilikan maupun jaringan peredarannya," ujarnya.
Minta asal-usul senjata dan narkotika diungkap
Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan penyelidikan tidak boleh berhenti hanya pada penyitaan barang bukti. Ia meminta aparat menelusuri asal-usul seluruh senjata api dan narkotika, termasuk pihak yang memiliki maupun menyimpannya.
"Kasus ini harus diusut hingga tuntas. Aparat perlu mengungkap dari mana senjata api itu berasal, bagaimana bisa tersimpan di lingkungan sekolah, dari mana narkotika diperoleh, serta siapa saja yang bertanggung jawab. Semua pihak yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum," tegasnya.
Pengurus yayasan dan sekolah diminta diperiksa
TB Hasanuddin juga berpandangan bahwa pengurus yayasan serta pihak pengelola sekolah perlu dimintai keterangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan apakah mereka mengetahui atau memiliki keterkaitan dengan keberadaan barang-barang yang ditemukan.
"Apabila memang ditemukan senjata api dan narkotika dalam jumlah besar di lingkungan sekolah, tentu perlu didalami apakah pengurus yayasan maupun pengelola sekolah mengetahui keberadaan barang-barang tersebut. Semua fakta harus dibuka secara transparan melalui proses penyelidikan dan penyidikan," pungkasnya.



















































