Viral! FBI Selidiki Dugaan Aliran Dana Federasi Sepak Bola Argentina di Amerika Serikat, Nilainya Capai Rp4,7 Triliun

15 hours ago 7

FBI menyelidiki dugaan aliran dana mencurigakan AFA di Amerika Serikat. Asosiasi Sepak Bola Argentina, TourProdEnter LLC, & transaksi miliaran rupiah.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Kamis, Juli 09, 2026

Viral! FBI Selidiki Dugaan Aliran Dana Federasi Sepak Bola Argentina di Amerika Serikat, Nilainya Capai Rp4,7 Triliun
Viral! FBI Selidiki Dugaan Aliran Dana Federasi Sepak Bola Argentina di Amerika Serikat, Nilainya Capai Rp4,7 Triliun

PEWARTA.CO.ID — Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) tengah menjadi perhatian setelah muncul laporan mengenai penyelidikan awal yang dilakukan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI). Di tengah perjuangan Timnas Argentina di babak perempat final Piala Dunia 2026, aktivitas keuangan organisasi tersebut di Amerika Serikat kini ikut menjadi sorotan.

Mengacu pada laporan The Sun yang terbit pada Kamis (9/7/2026), Departemen Kehakiman Amerika Serikat bersama agen FBI yang bertugas di Washington, D.C., dan Miami mulai menelusuri rekam jejak transaksi keuangan AFA. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada pelanggaran dalam arus dana yang melewati sistem perbankan AS.

Penyelidik disebut telah menghimpun sejumlah dokumen keuangan serta meminta keterangan dari pihak terkait. Fokus pemeriksaan diarahkan untuk mengetahui apakah dana dalam jumlah besar yang beredar melalui lembaga keuangan Amerika Serikat berkaitan dengan dugaan pencucian uang maupun penipuan.

Aliran dana bernilai ratusan juta dolar menjadi perhatian

Salah satu fokus utama penyelidikan mengarah kepada perusahaan bernama TourProdEnter LLC. Perusahaan itu dikabarkan memiliki hubungan dengan Javier Faroni, produser teater sekaligus mantan legislator di Buenos Aires, bersama istrinya, Erica Gillette.

TourProdEnter LLC diduga mengelola pemasukan dari sejumlah kontrak komersial internasional milik AFA. Kontrak tersebut mencakup kerja sama dengan beberapa merek global, termasuk Adidas dan Warner.

Berdasarkan dokumen perbankan yang beredar, perusahaan tersebut tercatat memindahkan dana sedikitnya sebesar USD 260 juta atau sekitar Rp4,7 triliun. Dana itu dilaporkan mengalir melalui lima bank besar di Amerika Serikat, yakni Citibank, Synovus, Bank of America, JPMorgan, dan PNC Bank.

Selain transaksi tersebut, penyidik juga menaruh perhatian pada perpindahan dana senilai USD 57 juta atau sekitar Rp1 triliun. Nilai transfer itu menjadi perhatian karena dilaporkan tidak memiliki tujuan penggunaan yang dijelaskan secara jelas.

Penyelidikan masih berada pada tahap awal

Laporan yang sama menyebutkan proses penyelidikan melibatkan sedikitnya tiga jaksa federal, yaitu Patrick Gushue, Christopher Ting, dan Michael Berger.

Kasus ini disebut bermula dari adanya peringatan mengenai potensi risiko keuangan yang disampaikan Kementerian Keamanan Argentina pada penghujung 2024. Sepanjang 2025, proses pengumpulan informasi terus berlangsung sebelum berkembang lebih luas pada awal 2026 setelah muncul tambahan bukti dari dokumen perbankan.

Pebisnis Guillermo Tofoni dikabarkan turut memberikan informasi kepada penyidik. Selain itu, otoritas Amerika Serikat juga berencana meminta keterangan dari sejumlah mantan pejabat yang pernah bertugas pada pemerintahan Presiden Argentina, Javier Milei.

Meski demikian, penyelidikan tersebut masih berada pada tahap awal. Hingga kini belum ada pembuktian resmi yang menyatakan telah terjadi pelanggaran hukum dalam perkara tersebut.

Sementara itu, FBI belum memberikan pernyataan resmi terkait proses penyelidikan yang sedang berlangsung maupun informasi yang beredar di publik.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |