Waspada Virus Nipah Jelang Imlek, Thailand hingga Singapura Perketat Perbatasan

11 hours ago 10

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Rabu, Februari 04, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Waspada Virus Nipah Jelang Imlek, Thailand hingga Singapura Perketat Perbatasan
Waspada Virus Nipah Jelang Imlek, Thailand hingga Singapura Perketat Perbatasan

PEWARTA.CO.ID — Sejumlah negara di Asia meningkatkan kewaspadaan setelah muncul laporan kasus kematian akibat virus Nipah di negara bagian West Bengal, India. Situasi ini mendorong otoritas kesehatan di kawasan untuk memperketat pengawasan, terutama di pintu-pintu masuk internasional.

Thailand, Malaysia, hingga Singapura mengambil langkah antisipatif dengan menambah prosedur pemeriksaan kesehatan bagi pelaku perjalanan, khususnya mereka yang datang dari wilayah terdampak. Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan agar virus tidak menyebar melampaui batas India.

Mengutip laporan ScienceAlert, Rabu (4/2/2026), pemeriksaan yang diterapkan mencakup pengecekan suhu tubuh, evaluasi kondisi kesehatan, serta proses skrining terhadap penumpang dari area berisiko. Langkah tersebut dinilai penting mengingat virus Nipah tergolong patogen dengan tingkat fatalitas tinggi.

Virus ini dikenal memiliki tingkat kematian pada manusia yang berkisar antara 40 hingga 75 persen. Angka tersebut menjadikannya salah satu penyakit menular yang patut diwaspadai secara serius oleh otoritas kesehatan global.

Penularan dari hewan ke manusia

Virus Nipah termasuk kategori zoonotik, yakni penyakit yang dapat berpindah dari hewan ke manusia. Penularan umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan kelelawar buah yang menjadi inang alami virus tersebut. Cairan tubuh seperti air liur, urine, maupun kotoran hewan yang terkontaminasi dapat menjadi media penyebaran.

Selain transmisi dari hewan, penularan antar manusia juga memungkinkan terjadi. Meski demikian, kasus penularan langsung antarmanusia relatif lebih jarang dibandingkan dengan penularan dari hewan ke manusia.

Dengan karakteristik penularan tersebut, pengawasan di pintu masuk negara dinilai sebagai langkah krusial untuk meminimalkan risiko penyebaran lintas batas.

Waspada di tengah lonjakan mobilitas

Kewaspadaan diperketat menjelang momentum Tahun Baru Imlek, periode yang identik dengan lonjakan mobilitas masyarakat di berbagai negara Asia. Arus perjalanan internasional yang meningkat dikhawatirkan berpotensi memperbesar risiko penyebaran penyakit menular apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Meski demikian, hingga saat ini penyebaran virus Nipah di India dilaporkan belum meluas secara signifikan. Jumlah masyarakat terdampak masih tergolong terbatas, namun kewaspadaan tetap dianggap penting guna mencegah skenario terburuk.

Gejala dan risiko komplikasi

Infeksi virus Nipah dapat menimbulkan gejala serius pada manusia. Penderita umumnya mengalami demam tinggi yang dapat berkembang menjadi ensefalitis atau peradangan otak. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan medis intensif karena berpotensi menyebabkan komplikasi berat bahkan kematian.

Kelompok usia rentan dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah memiliki risiko lebih besar mengalami dampak parah akibat infeksi ini.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan, menghindari kontak dengan hewan liar, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala mencurigakan setelah melakukan perjalanan dari daerah terdampak.

Langkah antisipatif yang dilakukan berbagai negara Asia menunjukkan bahwa kewaspadaan terhadap penyakit zoonotik tetap menjadi prioritas, terlebih di tengah mobilitas tinggi menjelang perayaan besar seperti Imlek.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |