Australia Bakal Investasi Rp6,2 Triliun di Indonesia, Siap Bangun Fasilitas pCAM untuk Perkuat Industri Baterai RI

14 hours ago 8

Australia siap investasi Rp6,2 triliun bangun fasilitas pCAM di Indonesia guna memperkuat industri baterai, hilirisasi nikel, dan ekosistem kendaraan.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Kamis, Juli 02, 2026

Australia Bakal Investasi Rp6,2 Triliun di Indonesia, Siap Bangun Fasilitas pCAM untuk Perkuat Industri Baterai RI
Ilustrasi. Fasilitas produksi pCAM. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Indonesia berpeluang memperoleh investasi baru senilai sekitar Rp6,2 triliun dari perusahaan asal Australia, Pure Battery Technologies (PBT).

Dana tersebut akan digunakan untuk membangun fasilitas produksi precursor Cathode Active Material (pCAM) yang menjadi salah satu komponen penting dalam rantai pasok industri baterai kendaraan listrik.

Masuknya investasi ini dinilai strategis karena dapat melengkapi sektor industri baterai nasional yang saat ini masih memiliki kekurangan pada tahapan produksi precursor baterai.

Investasi Rp6,2 triliun untuk lengkapi rantai industri baterai

Perusahaan asal Australia tersebut berencana menggelontorkan investasi sekitar USD350 juta atau setara Rp6,2 triliun untuk membangun fasilitas produksi pCAM di Indonesia.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, mengatakan keberadaan fasilitas tersebut akan mengisi mata rantai industri baterai kendaraan listrik yang hingga kini belum berkembang di dalam negeri.

"Indonesia sudah memiliki HPAL dan akan segera memiliki manufaktur sel baterai. Mata rantai yang tersisa adalah pCAM dan katoda. Di sinilah investasi seperti Pure Battery Technologies menjadi krusial untuk melengkapi ekosistem baterai yang terintegrasi penuh," kata Todotua dalam keterangan resmi, Kamis (2/7/2026).

Perkuat hilirisasi nikel di Indonesia

Todotua menilai pembangunan industri pCAM akan memberikan dampak positif terhadap program hilirisasi nikel yang terus didorong pemerintah.

Selain memperkuat rantai industri, keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas nikel di dalam negeri melalui proses pengolahan yang lebih lanjut.

Selama ini, produksi battery precursor masih menjadi bagian rantai industri yang belum tersedia di Indonesia, padahal sektor tersebut memiliki potensi penciptaan nilai ekonomi yang tinggi dalam industri berbasis nikel.

Dengan hadirnya fasilitas pCAM, Indonesia diharapkan tidak lagi hanya memasok bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan material bernilai tambah tinggi yang dibutuhkan dalam industri baterai kendaraan listrik.

Pemerintah fasilitasi realisasi investasi

Direktur Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Sydney, Leidy Surianingrat, menyatakan pihaknya akan terus mendampingi proses realisasi investasi Pure Battery Technologies di Indonesia.

Dukungan tersebut mencakup fasilitasi komunikasi antara perusahaan dengan berbagai pemangku kepentingan pemerintah, sekaligus membantu menjalin kerja sama dengan calon mitra strategis di dalam negeri.

Bahas lokasi proyek hingga peluang kemitraan

Selain membahas pembangunan fasilitas produksi pCAM, pemerintah bersama Pure Battery Technologies juga mendiskusikan sejumlah aspek penting lainnya.

Pembahasan tersebut meliputi pembentukan badan hukum perusahaan di Indonesia, penentuan lokasi investasi, skema pendanaan proyek, hingga peluang kolaborasi dengan pelaku usaha yang bergerak di sektor pertambangan maupun pengolahan nikel.

Pemerintah berharap realisasi investasi ini mampu memperkuat rantai pasok industri baterai kendaraan listrik nasional secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu hingga hilir. Langkah tersebut juga diharapkan semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik di tingkat global.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |