Redaksi Pewarta.co.id
Selasa, Mei 05, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| BRImo Tembus 47,8 Juta Pengguna, Transaksi Digital BRI Melonjak pada Triwulan I 2026 |
PEWARTA.CO.ID — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat pertumbuhan positif dalam transformasi digital yang dijalankan melalui strategi BRIvolution Reignite. Hingga Triwulan I 2026, Super Apps BRImo berhasil menjangkau 47,8 juta pengguna atau meningkat 18,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut disampaikan Direktur Network & Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 yang berlangsung di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Pertumbuhan jumlah pengguna BRImo dinilai menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital BRI. Aplikasi tersebut kini semakin banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan transaksi keuangan harian.
Tak hanya dari sisi pengguna, aktivitas transaksi melalui BRImo juga mengalami lonjakan signifikan. Hingga akhir Maret 2026, nilai transaksi yang tercatat melalui aplikasi tersebut mencapai Rp2.042,2 triliun. Angka itu meningkat 29,4 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama pada 2025.
“Basis pengguna BRImo yang besar, yang diikuti dengan pertumbuhan nilai transaksi, menunjukkan bahwa BRImo telah menjadi bagian dari aktivitas keuangan sehari-hari nasabah. Dengan lebih dari 100 fitur yang tersedia, BRImo terus dikembangkan untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi, sehingga turut mendorong peningkatan pemanfaatan layanan ini,” ujar Aquarius Rudianto.
Pertumbuhan DPK dan CASA makin solid
Kinerja positif BRImo juga berdampak terhadap pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) BRI secara konsolidasi. Hingga Triwulan I 2026, total DPK BRI tercatat mencapai Rp1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4 persen yoy.
Komposisi pendanaan BRI pun dinilai semakin kuat seiring meningkatnya porsi dana murah atau current account saving account (CASA). Pada Triwulan I 2026, rasio CASA BRI naik menjadi 68,07 persen atau setara Rp1.058,6 triliun.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Triwulan I 2025 yang berada di level 65,77 persen. Dalam kurun waktu satu tahun, pertumbuhan CASA BRI mencapai Rp123,7 triliun.
Kenaikan porsi CASA tersebut turut memberikan dampak positif terhadap efisiensi biaya dana atau cost of fund. BRI mencatat penurunan cost of fund dari 3 persen menjadi 2,3 persen.
Hal ini menunjukkan strategi perseroan dalam memperkuat struktur pendanaan berjalan efektif sehingga mampu menciptakan efisiensi sekaligus menjaga ruang pertumbuhan margin bisnis ke depan.
Aset dan penyaluran kredit ikut tumbuh
Transformasi digital dan penguatan pendanaan yang dilakukan BRI juga menopang pertumbuhan bisnis secara menyeluruh. Hingga akhir Triwulan I 2026, total aset BRI tercatat mencapai Rp2.250 triliun atau tumbuh 7,2 persen yoy.
Sementara itu, sektor pembiayaan dan penyaluran kredit juga menunjukkan performa positif. Total kredit dan pembiayaan BRI meningkat 13,7 persen yoy menjadi Rp1.562 triliun.
Di tengah dinamika industri perbankan, BRI tetap mampu menjaga fundamental bisnis dengan baik melalui strategi penyaluran kredit yang selektif, efisiensi biaya dana, serta kualitas aset yang tetap terjaga.
Berkat kinerja tersebut, BRI berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun pada Triwulan I 2026. Nilai itu tumbuh 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
(ADV)



















































