Redaksi Pewarta.co.id
Senin, Mei 11, 2026
Perkecil teks Perbesar teks
![]() |
| Hadiri Haul ke-55 Ponpes Bahrul Ulum Jombang, Gibran Ziarah ke Makam Pendiri NU K.H. Abdul Wahab Chasbullah |
PEWARTA.CO.ID — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka memulai agenda kunjungan kerjanya di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dengan melakukan ziarah ke makam salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), K.H. Abdul Wahab Chasbullah, Minggu (11/5/2026).
Usai berziarah, Gibran melanjutkan kegiatan dengan menghadiri peringatan Haul ke-55 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Kehadiran Wapres disebut sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama sekaligus memperkuat hubungan pemerintah dengan kalangan pesantren.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara pemerintah dan komunitas pesantren sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Disambut keluarga dan tokoh pesantren
Setibanya di kompleks makam, Gibran disambut sejumlah keluarga K.H. Abdul Wahab Chasbullah atau yang dikenal sebagai Mbah Wahab. Beberapa tokoh yang hadir di antaranya K.H. Hasib Wahab, K.H. Cholid Mas'ud, H. Romahurmuziy, dan H. Syaifuddin.
Dalam prosesi tersebut, Gibran memanjatkan doa untuk mengenang jasa dan perjuangan Mbah Wahab bagi umat, bangsa, dan negara. Wapres juga melakukan tabur bunga di pusara pendiri NU tersebut.
Suasana berlangsung khidmat dengan kehadiran para ulama, pengurus pondok pesantren, serta sejumlah tokoh daerah yang turut mengikuti rangkaian ziarah.
Sosok penting pendiri Nahdlatul Ulama
K.H. Abdul Wahab Chasbullah dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama. Semasa hidupnya, ia aktif memperjuangkan persatuan umat sekaligus terlibat dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Tak hanya itu, Mbah Wahab juga memiliki peran besar dalam pembinaan generasi muda melalui pendidikan pesantren yang menanamkan nilai keislaman moderat dan semangat cinta tanah air.
Tokoh ulama asal Jombang tersebut lahir pada 31 Maret 1888. Ia merupakan putra pasangan K.H. Hasbullah Said, pengasuh Pondok Pesantren Tambakberas Jombang, dan Nyai Latifah.
Mbah Wahab juga diketahui memiliki garis keturunan Raja Brawijaya IV dan Brawijaya V dari jalur keluarga yang berbeda.
Pencipta lagu Ya Lal Wathon
Pada tahun 1934, Mbah Wahab menciptakan lagu Syubbanul Wathan atau yang lebih dikenal dengan Ya Lal Wathon. Lagu tersebut berisi pesan tentang pentingnya cinta tanah air sebagai bagian dari iman.
Hingga saat ini, lagu tersebut masih sering dinyanyikan, terutama di kalangan warga Nahdliyyin sebagai penyemangat nasionalisme dan persatuan.
K.H. Abdul Wahab Chasbullah wafat di Jombang pada 29 Desember 1971 dalam usia 83 tahun. Namanya kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada 7 November 2014 oleh Presiden Joko Widodo bersama Djamin Ginting, Sukarni Kartodiwirjo, dan H.R. Muhammad Mangundiprojo.
Dalam agenda ziarah tersebut, Gibran turut didampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.



















































