Investasi di IKN Tembus Rp208,7 Triliun, Didukung 67 Investor dan Proyek KPBU

1 day ago 19

Investasi di IKN tembus Rp208,7 triliun dari swasta dan KPBU. OIKN juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai daerah.

Redaksi Pewarta.co.id

Oleh Redaksi Pewarta.co.id

Minggu, Agustus 09, 2026

investasi di ikn tembus rp2087 triliun dari swasta dan kpbu
Investasi di IKN tembus Rp208,7 triliun, dengan dukungan investasi swasta dan proyek KPBU. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan perkembangan. Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencatat total investasi yang telah masuk ke Nusantara kini mencapai Rp208,7 triliun.

Angka tersebut berasal dari dua sumber utama, yakni investasi swasta senilai Rp74,54 triliun serta proyek yang dijalankan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sebesar Rp134,22 triliun.

Investasi swasta dan proyek KPBU

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa pembangunan Nusantara tidak hanya mengandalkan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut dia, pembangunan IKN juga memperoleh dukungan melalui skema KPBU, investasi dari pihak swasta, hingga hibah.

"Estimasi investasi swasta yang telah masuk ke IKN mencapai Rp74,54 triliun dari 67 investor, sementara nilai proyek melalui skema KPBU mencapai Rp134,22 triliun," demikian disampaikan OIKN dalam keterangan resminya, Jakarta, Minggu (9/8/2026).

Dengan demikian, porsi investasi swasta yang tercatat hingga saat ini berasal dari 67 investor. Sementara itu, proyek dengan skema KPBU memberikan kontribusi terbesar terhadap total nilai pembiayaan yang telah masuk ke IKN.

OIKN buka peluang kolaborasi dengan daerah

Selain mendorong masuknya investasi, OIKN juga berupaya memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia.

Basuki mengatakan kolaborasi antardaerah menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem IKN. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung Nusantara sebagai ibu kota politik yang inklusif dan berkelanjutan.

"Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal," ujar Basuki.

Menurut Basuki, bentuk kerja sama antara IKN dan daerah mitra tidak harus selalu berupa penanaman modal.

Peluang kolaborasi juga mencakup penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, sektor ekonomi kreatif, hingga pariwisata.

Jawa Tengah jajaki kerja sama dengan IKN

Pembahasan mengenai peluang tersebut turut berlangsung dalam pertemuan OIKN dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik adanya penjajakan kerja sama antara Jawa Tengah dan Otorita IKN.

"Kami membangun Jawa Tengah secara kolaboratif dengan merangkul seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat," ujar Ahmad Luthfi.

OIKN berharap kemitraan dengan pemerintah daerah dapat memperluas sumber investasi sekaligus memperkuat hubungan ekonomi antara Nusantara dan wilayah-wilayah lain di Indonesia.

Kerja sama tersebut pada akhirnya diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi secara bersama-sama, baik bagi pembangunan IKN maupun daerah yang menjadi mitra.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |