Kabut Asap Karhutla Mereda, Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Mulai Normal

5 hours ago 5

Kabut asap karhutla di Kalimantan mereda, penerbangan di Bandara Syamsudin Noor berangsur normal dengan pemantauan keselamatan.

Redaksi PEWARTA

Oleh Redaksi PEWARTA

Selasa, Agustus 25, 2026

aktivitas penerbangan di bandara syamsudin noor saat kabut asap mereda
Aktivitas penerbangan di Bandara Syamsudin Noor berangsur kondusif setelah kabut asap karhutla di Kalimantan mulai mereda. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Kondisi transportasi di sejumlah wilayah Kalimantan mulai kembali kondusif setelah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berangsur mereda, termasuk penerbangan yang sempat terdampak di Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan secara umum layanan transportasi darat, laut, dan udara di Kalimantan masih berjalan normal dengan tetap mengutamakan keamanan serta keselamatan.

“Memang ada beberapa penerbangan yang terdampak, terutama dari Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan. Namun, situasi sudah berangsur kondusif,” ujar Dudy di Jakarta, Selasa (25/8/2026).

Menurut laporan yang diterima Kementerian Perhubungan, kondisi kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan mulai membaik. Meski demikian, pemerintah masih memantau perkembangan karhutla dan kualitas udara karena keduanya dapat memengaruhi operasional transportasi.

Perjalanan dan distribusi logistik tetap berjalan

Dudy mengatakan pergerakan penumpang dan distribusi logistik masih berlangsung sesuai standar keselamatan yang berlaku.

Layanan angkutan laut, penerbangan, serta bus tetap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah pemantauan kondisi lingkungan.

Kementerian Perhubungan mengingatkan masyarakat, khususnya calon penumpang pesawat, untuk memperbarui informasi mengenai kondisi perjalanan sebelum berangkat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi sebelum melakukan perjalanan,” kata Dudy.

Kemenhub izinkan pesawat asing bantu penanganan karhutla

Selain menjaga kelancaran transportasi, Kementerian Perhubungan turut mendukung upaya penanganan karhutla melalui fasilitasi penggunaan pesawat udara registrasi asing.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah memproses 35 izin khusus bagi pesawat udara registrasi asing yang digunakan untuk kegiatan pemadaman dan penanganan dampak bencana.

Pesawat yang telah memperoleh izin tersebut dapat dipindahkan ke wilayah lain apabila membutuhkan dukungan penanganan karhutla. Reposisi dilakukan agar pengerahan armada dapat mengikuti perubahan kondisi kebakaran di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, operator pesawat cukup memberikan pemberitahuan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam waktu 1 x 24 jam setelah melakukan reposisi.

Kebijakan tersebut mengacu pada Keputusan Dirjen Perhubungan Udara Nomor KP. 9 Tahun 2021 tentang Otorisasi Pengoperasian Pesawat Udara Asing.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |