Prabowo Minta Dukungan ASEAN untuk Wujudkan Proyek PLTS 100 GW Indonesia

9 hours ago 15

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Jumat, Mei 08, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Prabowo Minta Dukungan ASEAN untuk Wujudkan Proyek PLTS 100 GW Indonesia
Prabowo Minta Dukungan ASEAN untuk Wujudkan Proyek PLTS 100 GW Indonesia

PEWARTA.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto meminta dukungan negara-negara ASEAN dalam pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) yang saat ini tengah dipersiapkan Indonesia sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi nasional.

Permintaan tersebut disampaikan Prabowo ketika menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus BIMP-EAGA di Cebu, Kamis (7/5/2026) waktu setempat.

Dalam pidatonya, Prabowo menilai kawasan ASEAN memiliki sumber daya energi baru terbarukan yang sangat besar. Potensi itu mencakup energi tenaga air, tenaga surya, hingga energi angin yang dinilai dapat menjadi fondasi ketahanan energi kawasan di masa mendatang.

"Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN," ujarnya dalam keterangan siaran pers yang diterima Jumat (8/5/2026).

MASIH TERKAIT!

Pengembangan Energi Surya 100 GW Dipercepat, Pembiayaan Syariah Dinilai Jadi Solusi Strategis

Kerja sama energi hijau diperkuat

Prabowo menegaskan bahwa kolaborasi antarnegara menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan energi bersih di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, ia mendorong negara-negara anggota BIMP-EAGA memperkuat kerja sama pembangunan infrastruktur energi hijau.

Beberapa proyek yang disoroti antara lain pengembangan tenaga air di Kalimantan, energi surya di Palawan, hingga pemanfaatan energi angin di wilayah pesisir.

"Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah membangun tenaga surya 100 GW. Bersama-sama kita tingkatkan infrastruktur energi kita. BIMP-EAGA memiliki potensi yang besar," ujar Prabowo.

Akses listrik di wilayah terpencil

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut proyek energi bersih yang dijalankan melalui kerja sama subregional ASEAN diyakini dapat memperluas akses listrik dengan biaya yang lebih terjangkau, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil.

Menurut Bahlil, berbagai program dalam Power and Energy Infrastructure Cluster (PEIC) meliputi pembangunan interkoneksi jaringan listrik, pengembangan energi terbarukan, elektrifikasi pedesaan, hingga efisiensi dan konservasi energi.

"Program ini akan memperkuat kolaborasi subregional, sehingga masyarakat di daerah remote area mampu mengakses energi dengan harga yang terjangkau untuk kesejahteraan yang lebih baik," kata Bahlil.

Dalam forum tersebut, negara-negara anggota juga menyepakati dokumen BIMP-EAGA Vision 2035 sebagai arah strategis pembangunan kawasan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan memiliki daya saing ekonomi melalui penguatan konektivitas serta pengembangan energi bersih.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |