Purbaya lantik 3 Dirjen baru Kemenkeu, daftar nama pejabat, tugas baru, dan pesan penting terkait APBN serta stabilitas ekonomi nasional.
![]()
Oleh Redaksi Pewarta.co.id
Kamis, Juli 02, 2026
![]() |
| Purbaya Lantik 3 Dirjen Baru Kemenkeu |
PEWARTA.CO.ID — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa resmi melantik tiga pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Rabu, 1 Juli 2026.
Pelantikan tersebut menjadi perhatian karena tiga posisi strategis di Kemenkeu mengalami pergantian kepemimpinan. Ketiga pejabat baru itu akan menjalankan peran penting dalam pengelolaan aset negara, stabilitas sektor keuangan, serta kebijakan anggaran pemerintah.
Dalam prosesi pelantikan, Purbaya menyampaikan bahwa pengangkatan pejabat bukan hanya sebatas rotasi jabatan di lingkungan kementerian. Ia menilai posisi tersebut merupakan bentuk kepercayaan besar yang membawa tanggung jawab kepada negara dan masyarakat.
Tiga Dirjen baru Kemenkeu resmi dilantik
Tiga pejabat yang mendapat amanah baru tersebut yakni Evita Manthovani yang ditunjuk sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).
Selain itu, Herman Saheruddin dipercaya menduduki jabatan Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan.
Sementara itu, Sudarto resmi mengemban tugas sebagai Direktur Jenderal Anggaran.
Purbaya menegaskan, jabatan yang diberikan kepada ketiganya memiliki tanggung jawab besar karena berkaitan langsung dengan kebijakan ekonomi dan pengelolaan keuangan negara.
"Saya ingin menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan sekadar penggantian atau pengisian jabatan. Ini adalah penyerahan amanah negara, amanah rakyat, dan amanah presiden kepada saudara-saudara sekalian," ujarnya.
Kemenkeu diminta hadapi tantangan ekonomi global
Dalam sambutannya, Purbaya menyebut kondisi perekonomian dunia saat ini bergerak sangat cepat dan menghadirkan tantangan yang semakin kompleks.
Menurutnya, Kementerian Keuangan harus mampu menjadi lembaga yang memiliki ketenangan saat menghadapi tekanan, kemampuan membaca potensi risiko, serta keberanian dalam menentukan langkah strategis.
"Dalam kondisi seperti ini, saya ingin Kementerian Keuangan hadir sebagai institusi yang tenang dalam menghadapi tekanan, tajam dalam menghadapi membaca risiko, dan berani mengambil keputusan yang besar," ungkapnya.
Ia berharap para pejabat yang baru dilantik dapat memperkuat peran Kemenkeu dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah berbagai perubahan yang terjadi.
Pesan Purbaya soal pengelolaan APBN
Selain membahas tantangan ekonomi, Purbaya juga menyoroti pentingnya pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara cermat.
Ia meminta seluruh jajaran Kemenkeu memastikan penggunaan anggaran negara benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat dan mendukung program prioritas pemerintah.
Menurutnya, kepercayaan publik terhadap pemerintah juga sangat bergantung pada bagaimana uang negara dikelola secara bertanggung jawab.
"APBN harus kita jaga dengan sangat hati-hati. Setiap rupiah uang negara harus benar-benar memberi manfaat bagi rakyat, mendukung program prioritas presiden, dan menjaga kepercayaan publik kepada pemerintah. Kita tidak boleh bekerja hanya dengan logika administrasi," lanjut Purbaya.
Pejabat baru diminta utamakan integritas
Purbaya juga mengingatkan agar para pejabat yang baru mendapat tugas dapat menjalankan perannya dengan mengedepankan integritas, keberanian, empati, dan profesionalisme.
Ia menyebut setiap keputusan yang dibuat oleh pimpinan di lingkungan Kemenkeu memiliki dampak luas, mulai dari pengelolaan anggaran negara, aset pemerintah, stabilitas ekonomi, dunia usaha, hingga kehidupan masyarakat.
"Karena itu, saya minta saudara memimpin dengan integritas, keberanian, empati, dan profesionalisme. Kepada Direktur General Kekayaan Negara, saya ingin DJKN terus bergerak lebih maju. Selama ini DJKN sudah mencatat menjaga dan mengadministrasikan aset negara. Tapi saya ingin DJKN bisa lebih dari itu, menjadi strategik aset manajer dan regulator bagi negara," kata Purbaya.
Dengan adanya pelantikan tiga pejabat baru Kemenkeu ini, Kementerian Keuangan diharapkan semakin mampu menjalankan fungsi strategisnya dalam menjaga kesehatan fiskal, mengelola aset negara, dan menghadapi dinamika ekonomi yang terus berkembang.



















































