Waisak 2026, Umat Buddha Tuangkan Ribuan Liter Eco Enzyme ke Sungai Sentiong Sunter

8 hours ago 17

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Senin, Mei 11, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Waisak 2026, Umat Buddha Tuangkan Ribuan Liter Eco Enzyme ke Sungai Sentiong Sunter
Waisak 2026, Umat Buddha Tuangkan Ribuan Liter Eco Enzyme ke Sungai Sentiong Sunter

PEWARTA.CO.ID — Perayaan Waisak 2026 diwarnai aksi peduli lingkungan melalui gerakan menuang ribuan liter Eco Enzyme ke aliran Sungai Sentiong Sunter. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Vesakha Sananda 2570 BE yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama.

Aksi tersebut dilakukan sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian alam sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama, Supriyadi, menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari praktik kebajikan dalam ajaran Buddha. Menurutnya, keharmonisan antara manusia dan alam menjadi nilai penting yang terus digaungkan dalam perayaan Waisak.

“Kemenag selama dua tahun berturut-turut menyongsong Hari Raya Waisak dengan menggelar rangkaian karya kebajikan selama satu bulan penuh untuk agama, bangsa, negara, dan kehidupan, termasuk bagi alam semesta,”ujar Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi, Senin (11/5/2026).

Gerakan Eco Enzyme di Sungai Sentiong Sunter

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 5.770 liter Eco Enzyme murni dituangkan ke Sungai Sentiong Sunter. Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kualitas lingkungan hidup.

Supriyadi menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi aksi nyata kolaborasi umat Buddha bersama masyarakat dalam mendukung pelestarian alam melalui cara sederhana namun berdampak luas bagi ekosistem.

“Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian umat Buddha bersama masyarakat terhadap pelestarian lingkungan melalui aksi sederhana yang membawa dampak besar bagi ekosistem,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi menjaga kebersihan lingkungan dengan memanfaatkan Eco Enzyme untuk membantu memperbaiki kualitas air sungai.

Eco Enzyme sendiri merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik yang dipercaya mampu membantu mengurangi polutan kimia sekaligus mendukung kondisi air agar lebih baik.

Dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia

Gerakan lingkungan tersebut tidak hanya dilakukan di Jakarta, tetapi juga berlangsung secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.

“Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pembuatan Eco Enzyme secara serentak di 34 provinsi pada 7 Mei, dan hari ini 10 Mei dilanjutkan dengan gerakan menuang Eco Enzyme secara serentak di seluruh Indonesia bersama para pemerhati lingkungan,” tutup Supriyadi.

Sementara itu, Koordinator Bidang Bakti Sosial Panitia Gema Waisak Nasional 2026, Santoso, mengatakan gerakan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mulai menjalankan pola hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan.

“Hari ini berkumpul untuk bersama-sama membantu pelestarian lingkungan hidup melalui gerakan menuang Eco Enzyme agar lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat,”ujarnya.

Ia menilai, gerakan sederhana tersebut dapat menjadi awal dari langkah besar dalam menjaga kelestarian lingkungan di Indonesia.

“Menariknya gerakan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Gerakan kecil ini merupakan awal dari gerakan besar untuk membantu melestarikan lingkungan hidup Indonesia,” tandasnya.

Melalui Gerakan Eco Enzyme Vesakha Sananda 2570 BE, kesadaran menjaga lingkungan diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat.

Pelestarian alam disebut bukan hanya tugas pemerintah atau komunitas tertentu, melainkan tanggung jawab bersama demi menciptakan kehidupan yang sehat, harmonis, dan berkelanjutan.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |