Wisata Digital Bali Makin Modern, Tiket Online dan Pembayaran Terintegrasi Mulai Diterapkan

13 hours ago 14

Redaksi Pewarta.co.id

Redaksi Pewarta.co.id

Jumat, Mei 15, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Wisata Digital Bali Makin Modern, Tiket Online dan Pembayaran Terintegrasi Mulai Diterapkan
Wisata Digital Bali Makin Modern, Tiket Online dan Pembayaran Terintegrasi Mulai Diterapkan

PEWARTA.CO.ID — Transformasi digital di sektor pariwisata Bali terus bergerak maju. Sejumlah destinasi wisata hingga pelabuhan penyeberangan kini mulai menerapkan sistem layanan berbasis teknologi yang terintegrasi dalam satu ekosistem digital.

Penerapan sistem ini mencakup layanan ticketing digital, pembayaran non-tunai, hingga transaksi berbasis aplikasi yang dirancang untuk mempermudah aktivitas wisatawan selama berkunjung ke Bali dan kawasan sekitarnya.

Digitalisasi tersebut mulai diterapkan di beberapa titik wisata strategis, termasuk kawasan dengan mobilitas wisatawan yang tinggi seperti Bali dan Nusa Penida. Kehadiran sistem digital ini diharapkan mampu mempercepat proses layanan, meningkatkan efisiensi transaksi, sekaligus mendukung pengelolaan destinasi wisata yang lebih modern.

Sistem wisata terhubung dalam satu ekosistem

Pengembangan layanan wisata digital ini turut melibatkan PT Mitra Kasih Perkasa (MKP) bersama BTN dalam mendorong transformasi digital sektor pariwisata Bali.

CEO & Co-Founder MKP Nicholas Anggada menjelaskan, melalui unit usaha travel technology, perusahaan berupaya menghadirkan sistem yang menghubungkan layanan ticketing, pembayaran, settlement, hingga pengelolaan data transaksi dalam satu infrastruktur digital terpadu.

"Pariwisata hari ini tidak lagi hanya berbicara mengenai destinasi, tetapi bagaimana seluruh customer journey dapat terhubung secara seamless mulai dari booking, payment, boarding, hingga transaksi di area destinasi. Bersama BTN, MKP membangun connected tourism ecosystem yang mengintegrasikan layanan wisata dengan sistem keuangan digital secara end-to-end," ujar Nicholas.

Integrasi tersebut juga mencakup layanan pemesanan tiket perjalanan, transportasi, hingga pembayaran digital dalam satu platform. Dengan sistem itu, wisatawan nantinya dapat mengakses berbagai kebutuhan perjalanan secara lebih praktis tanpa harus berpindah-pindah aplikasi.

Pembayaran non-tunai diperluas di kawasan wisata

Selain layanan ticketing digital, pengembangan infrastruktur pembayaran elektronik mulai diperluas di sejumlah kawasan wisata dan pelabuhan di Bali.

Berbagai fasilitas transaksi digital seperti QRIS, mesin EDC, ATM, hingga layanan pembayaran elektronik lainnya mulai disiapkan guna mendukung kebutuhan wisatawan maupun pelaku usaha lokal di sekitar destinasi wisata.

Langkah ini dinilai penting mengingat sektor pariwisata Bali memiliki potensi transaksi yang sangat besar. Pada 2025, jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Bali disebut mencapai sekitar 16,3 juta orang dengan kontribusi devisa pariwisata yang terus mengalami peningkatan.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyebut sektor pariwisata menjadi salah satu bidang dengan aktivitas transaksi tinggi yang melibatkan banyak pelaku usaha lokal.

"Kami optimistis kerja sama ini dapat menciptakan nilai bisnis yang saling menguntungkan dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak,” kata Nixon.

Fokus digitalisasi di pelabuhan dan desa wisata

Sejumlah kawasan wisata dan pelabuhan yang menjadi fokus penerapan sistem digital antara lain Pelabuhan Matahari Terbit Sanur, Pelabuhan Sampalan Nusa Penida, Pelabuhan Serangan Denpasar, Pelabuhan Bias Munjul Nusa Ceningan, hingga Desa Wisata Penglipuran.

Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai titik utama mobilitas wisatawan menuju destinasi wisata bahari maupun desa wisata populer di Bali.

Digitalisasi layanan wisata juga dinilai mampu membantu pelaku UMKM di kawasan wisata. Dengan sistem pembayaran non-tunai dan transaksi digital yang terintegrasi, pelaku usaha dapat memperluas metode pembayaran sekaligus meningkatkan efisiensi operasional usaha mereka.

Selain mempermudah transaksi, sistem digital ini juga dianggap membantu pengelolaan data wisatawan dan transaksi secara lebih akurat. Data tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan layanan pariwisata yang lebih efektif di masa mendatang.

Pelaku industri menilai tren wisata digital akan semakin dibutuhkan seiring perubahan perilaku wisatawan yang kini lebih mengutamakan layanan cepat, praktis, dan saling terhubung selama melakukan perjalanan.

Pengembangan ekosistem wisata digital di Bali pun diproyeksikan menjadi salah satu contoh transformasi pariwisata berbasis teknologi yang berpotensi diterapkan di berbagai destinasi wisata lain di Indonesia.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |