Ilmuwan Australia Temukan Jantung Manusia Mampu Regenerasi Sel Otot Usai Serangan Jantung

9 hours ago 8

Hammad Hendra

Hammad Hendra

Selasa, Januari 20, 2026

Perkecil teks Perbesar teks

Ilmuwan Australia Temukan Jantung Manusia Mampu Regenerasi Sel Otot Usai Serangan Jantung
Ilmuwan Australia temukan jantung manusia Mampu regenerasi sel otot usai serangan jantung. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Dunia medis mencatat tonggak penting setelah para ilmuwan di Australia menemukan bukti bahwa jantung manusia memiliki kemampuan menumbuhkan kembali sel otot setelah mengalami serangan jantung.

Temuan ini membuka harapan baru bagi pengembangan pengobatan regeneratif untuk penderita gagal jantung di masa depan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation Research tersebut mengungkap bahwa meskipun sebagian jaringan jantung tetap berubah menjadi jaringan parut pascaserangan jantung, proses pembentukan sel otot baru ternyata juga terjadi.

Fenomena ini sebelumnya hanya teridentifikasi pada hewan percobaan seperti tikus, dan untuk pertama kalinya kini terbukti terjadi pada manusia.

Menurut pernyataan resmi Universitas Sydney, temuan ini menjadi bukti awal bahwa jantung manusia tidak sepenuhnya kehilangan kemampuan regeneratifnya setelah mengalami kerusakan serius.

“Hingga saat ini, kita beranggapan bahwa, mengingat sel-sel jantung mati pascaserangan jantung, area-area pada jantung mengalami kerusakan permanen, sehingga kemampuan jantung dalam memompa darah ke organ-organ tubuh berkurang,” ujar peneliti Universitas Sydney sekaligus penulis utama studi tersebut, Robert Hume.

Ia menambahkan, pemahaman baru ini membuka peluang besar bagi pengembangan terapi inovatif di masa mendatang.

“Seiring waktu, kami berharap dapat mengembangkan terapi yang dapat meningkatkan kemampuan alami jantung untuk menghasilkan sel-sel baru dan meremajakan jantung pascaserangan,” kata Hume.

Terobosan tersebut dicapai melalui analisis sampel jaringan jantung hidup yang diambil dari pasien yang menjalani operasi bypass di Rumah Sakit Royal Prince Alfred, Australia.

Sampel ini memungkinkan para peneliti mengamati langsung proses biologis yang terjadi pada jantung manusia setelah serangan jantung.

Penulis senior penelitian, Profesor Sean Lal, yang juga merupakan ahli kardiologi gagal jantung di rumah sakit tersebut, menegaskan potensi besar dari temuan ini.

“Pada akhirnya, tujuannya adalah memanfaatkan penemuan ini untuk menghasilkan sel jantung baru yang dapat mengobati gagal jantung,” tuturnya.

Sebagai catatan, penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab utama kematian di dunia.

Serangan jantung sendiri dapat menghilangkan hingga sepertiga sel otot jantung manusia.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |