Kapolri Minta Buruh Asah Keterampilan di Era AI, Sebut Kunci Bertahan di Dunia Kerja

2 hours ago 5

Kapolri Listyo Sigit minta buruh mengasah keterampilan dalam menghadapi era AI, otomatisasi, robotika, dan perubahan dunia kerja.

Redaksi PEWARTA

Oleh Redaksi PEWARTA

Jumat, Agustus 21, 2026

kapolri listyo sigit prabowo minta buruh perkuat keterampilan hadapi era ai
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri peresmian Gedung DPD KSPSI AGN di Surabaya. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta pekerja memperkuat kompetensi dan keterampilan menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), otomatisasi, robotika, dan Internet of Things (IoT).

Pesan tersebut disampaikan Sigit saat menghadiri peresmian Gedung DPD KSPSI AGN di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026). Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah cara industri beroperasi sekaligus karakter pekerjaan.

“ Kita harus mampu beradaptasi, meningkatkan kompetensi, memperkuat keterampilan, dan mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja masa depan,” kata Sigit.

Perubahan tersebut membuat pekerja dituntut tidak berhenti pada kemampuan yang dimiliki saat ini. Penguatan kompetensi dinilai menjadi bagian penting agar sumber daya manusia tetap mampu mengikuti kebutuhan industri yang terus berkembang.

Hubungan industrial perlu dijaga

Selain berbicara mengenai tantangan teknologi, Sigit menekankan pentingnya hubungan industrial yang sehat antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

Ia menyebut buruh memiliki posisi penting dalam perekonomian karena aktivitas produksi, industri, perdagangan, dan sektor ekonomi lainnya turut digerakkan oleh para pekerja.

Namun, peningkatan kesejahteraan buruh menurutnya perlu berjalan beriringan dengan keberlangsungan dunia usaha serta daya saing Indonesia.

Sigit juga menilai komunikasi antara serikat pekerja dan kalangan pengusaha, termasuk Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), menjadi perkembangan positif dalam penyelesaian persoalan ketenagakerjaan.

“Ini merupakan sebuah permulaan yang baik,” ujar Sigit.

Menurut dia, dialog yang menghasilkan kesepakatan dapat menjadi dasar untuk membangun hubungan industrial yang lebih baik. Ia berharap perkembangan tersebut menjadi momentum baru bagi hubungan industrial di Indonesia.

“Mudah-mudahan ini menjadi angin baru dalam hubungan industrial di Indonesia,” ucapnya.

Desk Ketenagakerjaan Polri tangani 324 perkara

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri turut menyampaikan peran Desk Ketenagakerjaan Polri dalam menangani persoalan hubungan industrial.

Sejak 2025 hingga saat ini, desk tersebut telah menangani 324 perkara hubungan industrial, termasuk perkara yang melibatkan 1.062 buruh KSPSI AGN.

Selain itu, sebanyak 4.505 pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) telah difasilitasi agar dapat kembali bekerja di sejumlah perusahaan.

Sigit menekankan penyelesaian persoalan ketenagakerjaan tetap perlu mengutamakan komunikasi terbuka serta mekanisme yang jelas.

“Mari kita selesaikan persoalan melalui dialog. Mari kita jaga hubungan industrial agar tetap kondusif, karena pada akhirnya kesejahteraan pekerja, keberlangsungan dunia usaha, dan kemajuan ekonomi nasional merupakan kepentingan kita bersama,” pungkasnya.

Read Entire Article
Bekasi ekspress| | | |